Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / Kisah Perusahaan Tafsir Hadits
Kisah Perusahaan Tafsir Hadits
0 Komentar | Dibaca 605 kali
Go Jali @jali09
06 October 2014

Tidak satu pun orang terpelajar percaya bahwa di sana ada perusahaan tafsir hadits. Bukan karena kombinasi tiga kata tersebut mungkin tidak masuk akal, melainkan belum pernah ada satu materi pelajaran tafsir dan hadist pun yang diarahkan untuk kepentingan perusahaan. Namun akan berbeda halnya bila Anda mengalami satu kisah seperti yang saya alami, kira-kira empat tahun yang lalu.

Taxi yang saya tumpangi dari Kudus menuju Semarang bersopirkan seorang bapak-bapak yang sangat akrab. Sebut saja ia Pak Ucul! Kami terlibat banyak obrolan. Tentang asal-usul kami berdua, tentang status sudah menikah apa belum, dan sekilas tentang kehidupan kami berdua. Sampai pada akhirnya ia bertanya tentang pendidikan terakhir saya.
“Baru dua tahun yang lalu saya lulus sekolah ‘aliyah, Pak!” jawab saya.
“Ya, setingkat SMA, Pak,” lanjut saya karena dari sorot mata dan mimiknya terlihat bahwa jawaban saya kurang jelas.
“Ow! Adek masih mau kuliah?”
“Insya Allah, Pak, bila ada biaya.”
“Di jurusan apa kira-kira, Dik?”
“Em, di Jurusan TH, tafsir hadits, Pak!”
“Ooo! Bila sudah wisuda, kira-kira akan kerja di perusahaan apa, Dik?”
###

Di sinilah saya terdiam. Wawasan setiap orang memang berbeda, namun saya malah terkejut sekaligus prihatin. Terkejut, karena belum pernah saya mendengar pertanyaan seberat itu. Bukan saya tidak bisa menjawab, tetapi arah pertanyaan dan isinya berlainan, sehingga bingunglah saya! Dan prihatin, sebab selama ini banyak orang masih berpikiran bahwa setelah lulus sekolah dan kuliah harus ada pekerjaan dan rupiah.
Akhir-akhir ini, lembaga yang kita percaya sebagai wadah belajar anak-anak kita makin terlihat mengalami krisis orientasi yang bisa dibilang parah. Maka, ada baiknya kita menilik, meneliti, lantas mengoreksi, kemudian menemukan apa sejatinya pendidikan dan pengajaran, serta bagaimana relasi awal antara ijazah dan perusahaan.

Pendidikan atau Pengajaran (?)
Kata ‘pengajaran’ merupakan derivasi dari kata ‘ajar’ yang dasar maknanya adalah petunjuk yang diberikan kepada seseorang supaya diketahui. Kata ini biasa disepadankan dengan ta’lim dalam bahasa Arab. Ta’lim merupakan darivasi dari kata alima yang berbentuk past. Artinya ‘mengetahui.’ Sedangkan dalam bahasa Inggris, kata ta’lim ini biasa disenadakan dengan kata teach. Artinya ‘mengajar.’

Tidak ada yang salah dengan pengertian ini. Semua pengajar di antara kita telah melakukan apa yang biasa disebut ‘mengajar.’ Cukup dengan memberitahu murid-murid mengenai apa yang belum mereka ketahui dan bermanfaat bagi mereka, Anda sudah layak mendapat julukan pengajar, namun belum pantas mendapat gelar pendidik.

Dengan kalimat yang lebih tegas, pendidikan bukan sekadar ‘memberitahu,’ bukan sekadar memindahkan pengetahuan di otak saya ke otak para murid. Aktifitas mengajar atau teaching berbeda dengan mendidi