Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Qanaah (implementasi dalam dunia pendidikan)
Qanaah (implementasi dalam dunia pendidikan)
0 Komentar | Dibaca 567 kali

Suatu hari kakak saya berkunjung ketempat suadara, karena ditempat saudara selalu dilaksanakan kegiatan haji setiap 1 minggu sekali dan salah satu rutinitasnya adalah manasik haji, ketika itu ia diberi satu doa yang sering diucapkan oleh para jamaah haji…

رَبِّي قَنِعْنِيْ بِمَا رَزَقْتَنِيْ وَ بَارِكْلِيْ فِيْمَا اَعْطَيْتَنِيْ وَاخْلُفْ عَلَيَّ كٌلَّ غَائِبَةٍ لِيْ مِنْكَ بِخَيْرٍ

doa itu diberikan dan ditularkan kepada penulis agar dibaca sebanyak mungkin setelah shalat fardhu.

doa tersebut mengandung berberapa makna:

1. Kita memohon supaya kita tidak rakus akan kemegahan dunia dan memohon berkah kepada Allah SWT. dalam ajaran Islam kita telah diperkenalkan dengan istilah “QANAAH (menerima apa yang telah diberi Allah kepada kita). sifat ini bukan menganjurkan umat islam untuk bermalas-malasan tetapi kita harus bekerja sekuat tenaga kita dan setelah itu baru kita pasrah menerima hasil yang akan kita peroleh.

2. Doa ini mengajarkan kepada kita supaya usaha dan segala upaya dalam mencari rizki  harus dengan jalan yang telah digariskan Allah. maksudnya usaha kita harus Halal dan jalan untuk mencarinya juga harus Halal. dengan demikian kita berdoa supaya usaha dan hasil yang telah kita lakukan mendapat berkah dari Allah.

Doa tersebut dapat kita terapkan dalam dunia pendidikan.

1. bagi seorang kepala sekolah.. harus berjuang untuk memberikan semua pikiran dan tenaganya untuk mengembangkan dan memajukan sekolah atau madrasah yang ia pimpin serta harus mempertimbangkan baik dan buruknya dalam mengambil keputusan yang akan diterapkan.

2. bagi guru (PNS).. harus berusaha semaksimal mungkin untuk mempersiapkan dirinya dalam memberikan pelajaran yang akan disampaikan, baik itu berupa RPP, Metode Pembelajarannya, Media Pembelajaran sampai dengan tugs-tugas yang akan diberikan kepada anak didik. jangan sampai kita mengajarnya hanya asal-asalan (siswa hanya suruh membaca dan menulis yang ada dibuku paket atau lks, hanya menggunakan metode ceramah dll) yang hanya terfokus pada guru semata.

Tunjangan Profesi yang telah diterima harus mendapatkan konsekuensi yang sepadan dengan usaha mengajarnya, jangan hanya mau uangnya saja tapi tidak ada perkembangan yang signifikan dalam proses belajar mengajar.

Jikalau mau hasil jerih payahnya (upahnya) berkah maka mulai sekarang harus bisa mengubah pola fikir dalam proses belajar mengajar. jangan sampai anak didik dijadikan tempayan yang hanya bisa dicekoki dengan kata-kata dari guru saja tetapi anak didik dibimbing untuk bisa mengungkapkan fikiran dan tingkah lakunya dalam pendidikan.

Belilah referensi-referensi/media-media pendidik