Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / TERJEBAK SERTIFIKASI GURU
TERJEBAK SERTIFIKASI GURU
4 Komentar | Dibaca 1765 kali
NOVRIZA @novriza23
26 October 2014

saudara Umar adalah seorang guru tetap yayasan disebuah sekolah swasta di pinggiran kota besar di pulau sumatera. pak umar begitulah panggilannya sehari baik oleh siswa maupun teman sejawatnya di sekolah. sehari – hari pak umar mengajar di beberapa sekolah yang cukup berjauhan. ia lalu lalang mengejar jam mengajar untuk mencapai target nafkah zahir bagi anak dan istrinya. kebetulan pak umar dan istrinya sama – sama bekerja sebagai seorang guru swasta, namun berbeda tingkatan pendidikan pak umar mengajar di SMA sedangkan istrinya mengabdikan diri sebagai seorang guru Madrasah tsanawiyah Swasta.

tahun 2012, pak umar lulus PLPG dan berhak menerima tunjangan Profesi, hal ini sungguh membanggakan bagi dirinya karena hasil dari tunjangan profesi yang tahun berikutnya akan ia dapat bisa membantu ekonomi keluarganya. karena gajinya yang pas untuk biaya sekolah kedua anaknya sedangkan istrinya sudah enam bulan tidak mendapatkan gaji dari sekolah bersangkutan karena sekolahnya bermasalah dengan dana BOS. sehingga tunjangan profesi ini membawa angin segar bagi dirinya. walaupun jumlahnya hanya berkisar 1,5 Juta per bulannya. namun pak umar dan keluarga tetap selalu bersyukur dan mengupayakan sehemat mungkin untuk bisa mencukupi segala kebutuhan keluarganya dari biaya makan sehari – hari sampai biaya sekolah kedua anaknya.

pada tahun ini istrinya terpaksa menggadaikan emas simpanan dari gadis dan mahar pernikahan mereka ke pegadaian untuk menutupi biaya – biaya yang di keluarkan. namun itu tidak cukup, pak umar dan keluarga tetap harus meminjam kesana kemari agar kebutuhan keluarganya tetap terpenuhi termasuk dengan kedua orang tua dan mertua.

kebetulan ibu pak umar pensiunan pegawai perpustakaan di pemerintah propinsi. jadi bisa membantu pak umar dengan pinjaman  kepada ibunya dengan janji kalau cair sertifikasi akan di lunasi. itulah harapan pak umar bersama keluarganya.

bulan demi bulan berlalu tahun pertama tunjangan sertifikasi pak umar keluar di akhir tahun 2013. akhirnya segala emas yang digadaikan dan hutang dengan orang tua dilunasi jumlahnya hampir 2/4 tunjangan yang diperoleh pak umar. dan tak lupa pak umar melaksanakan syukuran dengan bersedekah makanan ke tetangga dan anak yatim dan fakir miskin. dan sebahagian di setor ke fihak yayasan sebagai upeti.

prasangka pak umar dengan keyakinannya kalau sudah keluar pasti berikutnya lebih cepat cair setidaknya 3 bulan sekali. memasuki 3 bulan tahun berikutnya pak umar sudah sibuk cek saldo rekening, namun dana tunjangan yang diharapkan tidak juga keluar. akhirnya ia melapor ke dinas pendidikan kota menanyakan masalah datanya mengapa tidak cair. namun ia tahu kalau ke dinas kota harus bawa upeti kalau tidak nanti data kita tidak di gubris.

akhir ia jumpa operator dinas tersebut, ia bertanya dan ternyata mata pelajarannya salah ketik di berkas. padahal dulu kok bisa lolos tapi sekarang kok tidak justeru eror. akhir ia perbaiki data tersebut dan setelah selesai ia lupa memberikan upeti pada operator dinas tersebut.

pak umar terus menunggu dan menunggu dan terdengar kabar dari kepala sekolah kalau datanya bermasalah,  pak umar terkejut dan heran bukan kah sudah ku perbaiki dataku kenapa salah lagi. akhirnya ia kemudian menjumpai operator dinas tersebut dan mengecek kembali datanya. ternyata benar datanya masih bermasalah. dan pak umar pun komplain sama operator dinas kalau datanya sudah di perbaiki. namun operator dinas berdalih. sementara data yang lama udah di update operator ke jakarta 1 minggu yang lalu.

akhirnya dengan hati yang sedih diliputi galau meminta operator dinas untuk mengupdate datanya supaya tunjangan sertifikasinya bisa cair tahun ini sehingga utang – utang pak umar bisa segera dibayar. pak umar dengan terpaksa menjanjikan kepada operator dinas tersebut kalau cair pak umar akan memberikan sejumlah uang yang cukup besar. hal ini terpaksa dilakukkannya agar beban hidup dan kebutuhan keluarga bisa terlepaskan, sembari memberikan sejumlah uang terakhirnya kepada operator dinas tersebut namun di tolak.

di sepanjang jalan pulang dengan meneteskan airmata yang tak tertahankan pak umar meratapi kata – kata operator dinas tersebut yang terekam pada telinganya dengan kata Good bye. buat data yang terlambat ia update. yang kesemuanya itu adalah dalih dari operator dinas untuk menepis ucapan pak umar, karena telah jauh hari ia datang dan mengupdate data dan bahkan berkali – kali namun karena sejumlah uang yang tidak ada yang terselip kepada operator dinas, ditambah lagi ucapan good bye dari operator dinas yang membuatnya harus menjanjikan sejumlah uang kalau tunjangan sertifikasi itu keluar.

dengan harapan yang tidak pasti, pak umar mencari jalan bagaimana memastikan tunjangan sertifikasinya bisa cair tahun ini, ia menjumpai salah seorang yang punya hubungan kerabat dengan pak umar yang katanya punya hubungan perteman yang dekat dengan operator sekolah. melalui kerabatnya tersebut pak menyampaikam keluh kesahnya. syukurnya kerabat pak umar itu mau membantu. dan beberapa hari kemudian pak umar kembali mendatangi operator dinas tersebut, dan pak umar mendapatkan jawaban yang berbeda. ternyata pak umar telah termakan permainan oknum dinas tersebut.

beberapa minggu kemudian, dinas pendidikan kota mengumumkan pemberkasan tunjangan sertifikasi untuk periode triwulan ke 3 dan ke 4. pada halaman depan terdapat nomor SK dirjen pencairan tunjangan sertifikasi yang harus di isi dan nomor tersebut hanya bisa di dapat pada laptop operator Dinas. dan untuk mengetahuinya melalui salah seorang teman mengajar pak umar harus membayar sejumlah uang sukarela kepada operator dinas tersebut.

setelah menunggu…………………………………………(bersambung)

 

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Terdapat 4 Komentar pada "TERJEBAK SERTIFIKASI GURU"

  1. Zaid Buri Prahastyo

     |
    October 30, 2014 at 8:32 am

    akhirnya …..
    pak umar sibuk urus sertifikasi… mengajarnya tidak fokus…

    akhirnya …
    utang pak umar bertumpuk dan tidak malah terlilit rentenir…

    di PHP oleh pemerintah … sakitnya tuh di siniiiiiiiii……. (nunjuk ke dada)…

  2. BANGUN JOKO LAKSONO

     |
    November 2, 2014 at 10:59 am

    He..hee… kami tunggu lanjutan cerpen ini….. pak novri berbakat sekali…..kayaknya mirip sekali dengan kisah nyata teman-teman…Eee..alaaa..hh…. Umar… umar…. (mirip lagu Iwan Fals , ya.. ) he..hhee..

  3. Syukri

     |
    December 8, 2014 at 8:44 pm

    Mantapp…, penasaran dengan akhir jalan ceritanya.
    Pemerintah memang perlu membuat pengawasan melekat terhadap hal-hal seperti ini.
    Kepala Dinas Sibuk dengan urusannya, Tenaga Pendidik bingung mau mengadu kemana…
    Ditunggu yah lanjutan ceritanya ….

  4. NENI SRIWAHYUNI HARTATI

     |
    May 12, 2015 at 9:38 am

    Cerita itu benar adanya, fiksi atau non fiksi tapi itu merupakan gambaran yg terjadi pada sebagian besar guru kita, banyak guru yg kurang beruntung seperti pak umar, sertifikasi guru merupakan penghargaan yg diberikan pd guru atas keprofesionalannya, tapi dalam implementasinya, sertifikasi guru selain meningkatkan kesejahteraan guru jg memunculkan dampak negatif pada guru dan pembelajaran sendiri seperti cerita diatas pak umar yg sibuk mengurus dana sertifikasinya, tentu berdampak tidak fokusnya pak umar pada tugasnya, dan itu tidak bisa disalahkan pd pak umar. Dimasa akan datang, semoga mekanisme pencairan sertifikasi ini tidak serumit sekarang, semoga bisa lebih efektif, efisien dan tepat sasaran terutama agar jangan terbuka peluang terjadinya korupsi atau pungli kecil2an, dengan istilah baru bagi-bagi rejeki ….

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Rizky Mulyo Dewanto

SMKN 8 MALANG ,Jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak)
Daftar Artikel Terkait :  65
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0