Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / “Mahir Menulis Artikel Opini dan Kolom di Media Massa”
“Mahir Menulis Artikel Opini dan Kolom di Media Massa”
0 Komentar | Dibaca 2652 kali
DIDIT MAULANA @didit08
19 November 2014

Sekadar Sering aja nih gan saya juga masih awan dan belajar hehe
“Mahir Menulis Artikel Opini dan Kolom di Media Massa”

Buku yang berjudul Menulis Artikel Opini dan Kolom di Media Massa ini, pertamakali diterbitkan oleh seorang pakar bahasa Kunjana Rahardi, yang sudah banyak berkecimpug di dunia menulis artikel baik opini maupun kolom di media massa, melalui penerbit erlangga pada tahun 2012. Di terbitkannya buku ini untuk semua kalangan masyarakat yang ingin memperluas pengetahuannya dan mengembangkan kemampuan dalam menulis artikel di media massa.
Pada dasarnya menulis di media massa itu tidaklah mudah. Kenapa demikian? Karena Kunjana Rahardi menegaskan bahwa “menulis itu gampang!” atau mungkin ada pula yang menyatakan, “menulis di media itu gampang!” mungkin yang dimaksud orang-orang itu adalah menulis gampang bagi dirinya, yang notabene adalah penulis yang sudah andal. Jelas bahwa menulis untuk seorang pemula sangatlah sulit dan butuh motivasi yang kuat.
Buku yang berjudul Menulis Artikel Opini dan Kolom di Media Massa ini, selain cocok untuk buku pegangan pribadi, juga banyak digunakan oleh para dosen dan mahasiswa di prodi Bahasa dan Sastra Indonesia pada mata kuliah jurnalistik, seperti di Universitas Muhammadiyah Tangerang yang mana seluruh mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia berpedoman pada buku ini pada mata kuliah Jurnalistik.
Kunjana Rahardi mengatakan bahwa dalam menulis di media, kita harus memiliki beberapa hal. Hal yang pertama adalah motivasi yang harus ditumbuhkan, dikembangkan, dipelihara, diperkuat, supaya bagi mereka yang masih pemula, akan terus berusaha menulis dan terus tetap menulis, bagi yang sudah biasa menulis , bahkan yang sudah menjadi penulis. Kedua kembangkan dan pelihara talenta menulis. Semua orang memiliki talenta atau bakat menulis (Ishawara, 2005), tetapi talenta itu hanya ‘syarat perlu’. Jadi, talenta itu sudah ada dan memang harus ada, tetapi tidaklah cukup hanya dengan syarat itu. Dengan demikian, orang harus teru mengambangakan talenta itu, bukan memendamnya. Memang tidak semua talenta dimiliki seseorang. tapi menurut beberapa pakar untuk talenta menulis dan dan berbicara setiap orang memilikinya. Ketiga penulis kerdil (penulis yang kurang banyak membaca. Menulis tidak dapat dipsahkan dari membaca, orang yang menulis tanpa membaca bisa saja menjadi penulis, tetapi penulis kerdil. Keempat jangan mengambinghitamkan waktu!. seperti perkataan “wah, saya tidak punya waktu menulis”! itulah yang dimaksud dengan mengambinghitamkan karena menyalahkan waktu. Kelima kerja iklas,bukan hanya kerja keras dan cerdas “there is no such thing as free lunch”, demukianlah bunyi salah satu pepatah. Keenam menulis tidaklah mudah, diperlukan ketekunan dan perjuangan. Ketujuh peganglah prinsip : “Ojo ngagak-agiki”! “Star writing now”! artinya jangan hanya menakut-nakiti dengan senjata, tetapi tidak pernah mengenakannya”.
Dalam media hanya terdapat tiga hal, yakni news, views, dan ads (sumadria,2005). Dalam pandangan kuncoro (2009), dalam surat kabar,majalah, atau media cetak lainnya. Tulisan dibedakan menjadi 2, yakni berita (news) dan artikel (articles). News debedakan menjadi dua, yakni hardnews/straight news/berita langsung dan softnews/berita lunak (feature atau karangan khas). Views dalam Kuncoro (2009) disebut artikel yang mencakup esai,opini, kolom,tajuk rencana/editorial.
Artikel opini atau opini adalah tulisan lepas yang dibuat seseorang dimedia massa untuk mengupas masalah yang aktual dan controversial. Kunjana menegaskan bahwa opini yang mengabaikan prinsip itu, hampir dipastikan gagal muat.
Pada bab ini Kunjana Rahardi menjelaskan langkah-langkah menyusun sebuah opini yang terdiri dari 7 langkah, sebagai pedoman untuk penulis pemula dengan memberikan contoh-contoh opini dari kunjana sendiri, yang pernah diterbitkan dimedia massa, baik di lokal maupun nasional. Selain disertakan contoh-contohnya pada bab ini juga menjelaskan langkah-langkah menulis opini dan artikel serta gaya penulisannya seperti opini dengan gaya eksposisi, gaya deskripsi, gaya narasi, argumentasi dan persuasi yang masing-masing disertakan contohnya.
Sebuah artikel opini harus memiliki dimensi otoritas dan orisinalitas. Maksud dari otoritas menurut Kujana bahwa seorang penulis haruslah setia dengan otoritas keilmuan dan pengetahuannya. Sedangkan orisinalitas dalam suatu karya tulis. Kunjana menegaskan bahwa tulisan sesorang itu akan kelihatan jelas karena orisinaliatas tulisan itu sendiri.
Pada bagian 2 Artikel dan Kolom, buku ini menyajikan bagaimana Seseorang yang hendak menulis di madia massa, khususnya penulisan artikel kolom, harus memahami terlebih dahulu apa yang disebut dengan konstelasi artikel kolom (kolom) di dalam views media massa. Jangan sekali-kali kita merancukan antara dimensi berita atau news dengan views di dalam media massa.
Mengutip pendapat Samsul, (2003) bahwa kolom lazimnya dipahami sebagai rubrik khusus di media massa yang berisikan tulisan pendek,ringkas, padat dan merupakan pandangan subjektif dari penulisnya. Akan tetapi, harus dicatat bahwa artikel kolom itu tidak cukup panjang dari opini.
Menulis artikel kolom pada hakikatnya adalah sebuah profesi dan ada pula yang mengatakan sebuah seni. Kenapa demikian? seorang wartawan atau jurnalis media cetak yang di dalam kesehariannya harus selalu menulis dan terus menulis dan dari tulisannya itulah dia mendpatkan nafkah dan pengasilan maka itu tidaklah salah jika dikatakan profesi. Dikatakan sebuah seni Kunjana Rahardi sendiri menegaskan bahwa menulis merupakan seni, karena dalam pandangannya, menulis yang baik harus disertai dengan penjiwaan yang benar-benar baik. Seperti aktivitas menari.
Dalam pembahasan di bab ini selain menjelaskan hakikat dari kegiatan menulis itu sendiri, Kunjana Rahardi juga menjelaskan beberapa proses dalam menulis artikel kolom. Karena tentu saja tidak mungkin orang bisa menulis artikel kalau hanya memahami hakikat menulis saja. Menurut Kunjana menulis artikel ada beberapa proses, yang pertama menggali dan menyusun gagasan. Jadi, menyususn gagasan adalah langkah pertama yang harus dijalani oleh seorang penulis. Hematnya gagasan yang disusun itu haruslah datang dari sumber tertentu. kedua mengorganisasi gagasan.maksudnya adalah sebuah tulisan sesungguhnya akan dapat terwujud dengan baik kalau penulis terlebih dahulu merancang dan merencanakan tulisannya, mengurutkan materi dan subtansinya. ketiga menulis draf.langkah yang harus dilakukan selanjutnya segera mewujudkan gagasan yang telah diorganisasikan dalam rencana dan urutan yang tulisan yang jelas. dan keempat menyempurnakan draf. Kunjana Rahardi menegaskan bahwa pengalaman yang dia lakukan sebagai penulis artikel di media massa, selalu melakukan tahap pengendapan segera setelah selesai menyusun draf yang pertama.
Kunjana Rahardi, dalam terbitan bukunya ini yang berjudul “Menulis Artikel Opini dan Kolom di Media Massa” selain memaparkan pengertian, langkah-langkah, proses, contoh-contoh artikel opini maupun kolom dan beberapa hal lainnya yang memberikan pengetahuan kepada pembaca yang ingin menjadi seorang penulis dari pemula menjadi handal di media massa, juga menjelaskan prinsip-prinsip dalam menulis kolom dan kasus-kasus kebahasaan dalam menulis artikel opini dan kolom di media massa.
Yang pada akhirnya Kunjana Rahardi menegaskan bahwa hal sangat pokok yang harus dilakukan dalam menulis artikel opini maupun media adalah fokus. Karena orang sering benar-benar lupa, ketika sedang menulis, seperti ketika orang sedang berbicara, akan fokus perbincangan yang hendak disampaikan. Buku ini sangatlah bermanfaat bagi penulis pemula dan sangat cocok untuk para mahasiswa sebagai buku referensi mata kuliah Jurnalistik untuk jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, karena setiap pengertian selalu disertakan contoh-contohnya dari hasil tulisan penulisnya sendiri. Tentunya akan lebih baik lagi jika dalam penerbitan ulang buku ini lebih memperhatikan penulisan kalimat. Supaya tidak adanya pengulangan kalimat dalam satu paragraph. Semoga.
(Didit Maulana)

Kunjana Rahardi. Menulis Artikel Opini dan Kolom di Media Massa. Edisi pertama. Yogyakarta: Erlangga, 2012. 153 halaman.
ISBN : 978 979 099 8858

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

seorang

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  2

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0