Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Mengatasi rasa Terkekang
Mengatasi rasa Terkekang
0 Komentar | Dibaca 1946 kali

Penulis : ZaidBuri Prahastyo, SPi, CH. (Therapist NLP dan hypnotherapy, Guru BK SMK Darussalam Makassar)

Beberapa siswa berlarian seolah tak ingin ketinggalan, menemui saya yang masih penuh keheranan, penuh tanya ada apa gerangan?

“Pak, saya mau curhat …!!!” ucap mereka hampir bersamaan, meninggalkan perih dalam kesan, karena wajah sangat serius yang mereka tampakkan.

Saya mempersilahkan mereka duduk, mengarahkan untuk mengatur nafas, menawarkan minum, all about local wisdom. Dalam hati berharap semoga mereka tetap mampu mengucap syukur dalam kesabaran yang telah ditentukan Tuhan padanya sebagai yang terpilih hari ini, sebab pada dasarnya cobaan itu hanya dipergilirkan diantara hamba-hambaNYA yang menurutNYA mampu mengatasinya.

“Pak, saya tidak tahan lagi, saya merasa terlalu dikekang di rumah, ke mana-mana tidak boleh, walaupun itu acara sekolah,” ujar salah seorang siswi.

Keadaan di atas mungkin sekali juga Anda alami. Seperti berada di penjara dengan tingkat keamanan super tinggi. Bagaikan burung dalam sangkar yang terpenjara kebebasannya oleh pemelihara yang tanpa rasa bersalah melakukannya atas nama cinta. Cinta kepada suara, cinta kepada karunia yang merupakan hasil kehendak bebas alam semesta. Mengkerdilkan hidup seolah hanya soal makan dan minum. Sungguh sebuah penderitaan yang tak akan mampu dilukiskan oleh kata-kata.

Pada dasarnya pengekangan diakibatkan oleh tidak adanya rasa percaya dari pemberi kepercayaan, dan besarnya rasa khawatir yang berlebihan baik diakibatkan perilaku bohong ataupun karena kondisi jaman di masa kini yang memang layak dikhawatirkan.

Menghadapi keadaan terkekang, ada beberapa hal yang perlu segera dilakukan :

1. Berpikirlah positif, saya sering mengasosiasikan kemarahan dan larangan adalah bagaikan seseorang yang memelihara ayam, ketika ayam masuk ke dalam rumah tentu akan diusir, dan semua maklum pengusiran itu bukan karena kebencian, melainkan untuk menghindarkan hal-hal yang dikhawatirkan dan tidak dikehendaki terjadi.

2. Kenalilah dengan segera hal-hal yang memicu kemarahan, misal tidak pulang tepat waktu, berpakaian terlalu minim, gaya bicara, dan sebagainya. Identifikasi pemicu marah sangat bermanfaat untuk mengetahui cara menjaga kepercayaan.

3. Ingat-ingatlah beberapa kejadian yang