Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / PHP??
PHP??
0 Komentar | Dibaca 522 kali

Seperti biasanya, aku menjalani hidupku dengan beragam aktifitas yang selalu terulang dalam keseharianku. Tak pernah ada hal baru dan istimewa, semua hanya reka ulang. Selalu menjalani kehidupan seperti ini, terkadang bosan dan jenuh terlintas dalam benakku. Sekolah baruku, sekarang jauh berbeda dengan SD. SMP adalah tingkat yang lebih tinggi dari SD, tentu akan ada banyak hal baru yang muncul. Teman baru membuatku mudah beradaptasi, meski banyak teman lain yang tak suka padaku. Semua celaan yang tertuju padaku seolah terhapus dan hilang terhempas oleh rangkaian kata motivasi dari sahabatku.

Tentu banyak kata baru yang ku kenal disana. Kata yang sebenarnya aku tak tahu apa artinya, tapi sering mereka gunakan. Seolah aku tersesat di dalam ruang yang tak berujung, penuh tanda tanya yang tak terjawabkan oleh solusi. Itu membuatku sangat malas mendengarnya dan tak ingin memikirkan artinya. Aku berharap aku dapat seperti remaja lainnya, merasakan masa indah seorang remaja. Tapi aku tak tahu bagaimana caranya.

Aku bahkan tidak tahu apa yang mereka bicarakan setiap hari. Namun yang ada dalam pikiranku hanya satu, memperoleh ilmu. Belajar dengan sungguh – sungguh dan tak pergi ke jalur yang salah, jalur yang nantinya akan mengecewakan orang – orang yang menaruh harapan besar padaku. Dalam diriku tertanam janji yang membuatku sangat tegar menahan semua, demi membanggakan semua orang. Dan tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan mereka menjadi acuan untukku dan menyemangatiku untuk terus menjadi yang terbaik.

Pagi hari, setelah mengusap dan membuka kedua mataku hari baru telah dimulai. Hembusan angin segar membawa susana tenang dalam pagiku yang selalu ku mulai dengan senyuman indah. Bersiap untuk sekolah kemudian bergegas ke meja makan untuk bertemu malaikat kecilku, penjaga jiwaku, dan motivator terbaik dalam hidupku. Mereka adalah adikku, papa, dan mama.

“Pagi semua! Pagi pa! Pagi ma! Pagi Aliya!” Sapaan dariku kurasa dapat membangkitkan kebersamaan dan memulai pertemuan ini dengan senyuman dari mereka. Lalu balasan mereka dapat membuat hatiku sangat lega. “Pagi!” Jawab saudara kembarku. “Pagi Aisya!” Jawab Papaku. Dan “Pagi sayang!” Jawab Mamaku. Sarapan selesai, waktu sudah menunjukkan bahwa sekarang aku harus berangkat ke sekolah.

“Ayo adik cepat, kakak juga! Papa tunggu di mobil ya?” Ucap papa sambil berjalan ke mobil. “Iya pa!” Jawab Aliya. “Eh ya, tunggu aku dong, aku kan belum selesai” Ucapku yang telah ditinggal oleh Aliya dan Papa. “Aaaah ya udahlah, ma aku berangkat dulu ya, da mama!” Sambungku sambil merapikan piring gelas dan kemudian mengecup tangan mamaku lalu menyusul Aliya dan Papa dengan canda tawa.

Perjalanan ke sekolah cukup lama. Dalam perjalanan, Papa selalu tertawa dan ceria saat aku dan Aliya bercanda tawa. Tiba – tiba hpku berdering, tanda ada pesan masuk. Saat aku membuka pesan itu, isi pesannya “Hy cantik” itu dari nomor yang tidak aku ketahui. Dan nomor itu juga sempat menelponku dan sms tadi malam, tapi aku tidak memikirkannya dan tidak aku jawab. K