Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / PHP??
PHP??
0 Komentar | Dibaca 487 kali

Seperti biasanya, aku menjalani hidupku dengan beragam aktifitas yang selalu terulang dalam keseharianku. Tak pernah ada hal baru dan istimewa, semua hanya reka ulang. Selalu menjalani kehidupan seperti ini, terkadang bosan dan jenuh terlintas dalam benakku. Sekolah baruku, sekarang jauh berbeda dengan SD. SMP adalah tingkat yang lebih tinggi dari SD, tentu akan ada banyak hal baru yang muncul. Teman baru membuatku mudah beradaptasi, meski banyak teman lain yang tak suka padaku. Semua celaan yang tertuju padaku seolah terhapus dan hilang terhempas oleh rangkaian kata motivasi dari sahabatku.

Tentu banyak kata baru yang ku kenal disana. Kata yang sebenarnya aku tak tahu apa artinya, tapi sering mereka gunakan. Seolah aku tersesat di dalam ruang yang tak berujung, penuh tanda tanya yang tak terjawabkan oleh solusi. Itu membuatku sangat malas mendengarnya dan tak ingin memikirkan artinya. Aku berharap aku dapat seperti remaja lainnya, merasakan masa indah seorang remaja. Tapi aku tak tahu bagaimana caranya.

Aku bahkan tidak tahu apa yang mereka bicarakan setiap hari. Namun yang ada dalam pikiranku hanya satu, memperoleh ilmu. Belajar dengan sungguh – sungguh dan tak pergi ke jalur yang salah, jalur yang nantinya akan mengecewakan orang – orang yang menaruh harapan besar padaku. Dalam diriku tertanam janji yang membuatku sangat tegar menahan semua, demi membanggakan semua orang. Dan tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan mereka menjadi acuan untukku dan menyemangatiku untuk terus menjadi yang terbaik.

Pagi hari, setelah mengusap dan membuka kedua mataku hari baru telah dimulai. Hembusan angin segar membawa susana tenang dalam pagiku yang selalu ku mulai dengan senyuman indah. Bersiap untuk sekolah kemudian bergegas ke meja makan untuk bertemu malaikat kecilku, penjaga jiwaku, dan motivator terbaik dalam hidupku. Mereka adalah adikku, papa, dan mama.

“Pagi semua! Pagi pa! Pagi ma! Pagi Aliya!” Sapaan dariku kurasa dapat membangkitkan kebersamaan dan memulai pertemuan ini dengan senyuman dari mereka. Lalu balasan mereka dapat membuat hatiku sangat lega. “Pagi!” Jawab saudara kembarku. “Pagi Aisya!” Jawab Papaku. Dan “Pagi sayang!” Jawab Mamaku. Sarapan selesai, waktu sudah menunjukkan bahwa sekarang aku harus berangkat ke sekolah.

“Ayo adik cepat, kakak juga! Papa tunggu di mobil ya?” Ucap papa sambil berjalan ke mobil. “Iya pa!” Jawab Aliya. “Eh ya, tunggu aku dong, aku kan belum selesai” Ucapku yang telah ditinggal oleh Aliya dan Papa. “Aaaah ya udahlah, ma aku berangkat dulu ya, da mama!” Sambungku sambil merapikan piring gelas dan kemudian mengecup tangan mamaku lalu menyusul Aliya dan Papa dengan canda tawa.

Perjalanan ke sekolah cukup lama. Dalam perjalanan, Papa selalu tertawa dan ceria saat aku dan Aliya bercanda tawa. Tiba – tiba hpku berdering, tanda ada pesan masuk. Saat aku membuka pesan itu, isi pesannya “Hy cantik” itu dari nomor yang tidak aku ketahui. Dan nomor itu juga sempat menelponku dan sms tadi malam, tapi aku tidak memikirkannya dan tidak aku jawab. Kemudian aku membalasnya “Maaf, anda siapa?” dengan sopan aku membalas sms itu.

Setelah hp itu ku masukkan ke saku, hpku berdering lagi. Ada balasan dari nomor itu tadi. Tapi aku pura – pura tak mengetahuinya di depan Papa. Setelah sampai di sekolah, aku dan Aliya turun dari mobil. Kelasku dan Aliya berbeda, aku kelas 7H dan Aliya kelas 7A. Saat sampai di gerbang sekolah Aliya bertanya “Siapa is yg sms? Pagi – pagi kok udah sms?”. Aku menunjukkan pada Aliya nomor dan sms itu tadi, dia pun juga tak mengetahui siapa orang itu.

Saat aku buka balasan selanjutnya, nomor itu membalas “Aku suka sama kamu cantik, ku rasa kamu tidak perlu tahu, karena kamu akan tahu sendiri nanti. Biar waktu yang menjawabnya”. Lalu sahabatku memanggilku dan Aliya “Aisya Aliya tunggu!” ucap Fara. Aku dan Aliya pun menunggunya. “Hai! Lagi bicarain apa sih? Pake nunjuk – nunjukin hp segala?” tanya Fera. Aku pun menyeritakan semuanya pada Fara.

“Ooooh cie cie Aisya, punya fans rahasia nih, lagi PDKT ya? Besok kalau udah jadian aku minta PJ nya ya? Tapi hati – hati lho is, ntar dia bisa aja PHPin kamu” kata Fara. “Apa? Kamu tu ngomong apaan sih? Cie cie, fans rahasia, PDKT, jadian, PJ, PHP, apa itu semua? Aku nggak tahu semua artinya, sumpah aku nggak ngerti kamu ngomong apa!” Jawabku kebingungan.

Aku berpisah dengan Aliya, lalu aku dan Fara ke kelas 7H karena kita berdua satu kelas. Aku melihat ada bunga dan surat di bangku tempat dudukku, aku mendekatinya dan membuka suratnya. Isi surat itu “Hai cantik, kita ketemu lagi ya.. Aku yang sms kamu tadi pagi, terima bunga dari aku ya cantik.. Dari : FX mu (GWM) Untuk : Bidadari cantikku (Aisya)” Fara juga ikut membaca itu dan mencoba menebak – nebak siapa orang itu sebenarnya.

“Apaan sih ini! Siapa sih kamu sebenarnya! Aku tu sekolah mau fokus belajar, bukan malah diginiin.. Apaan sih ini!” ucapku sedikit marah dan merasa terganggu. “Sabar dong sya, ini tu romantis tau! Dia perhatian banget sama kamu. Bentar deh, singkatan itu… FX mu (GWM). FX mu tu kan pasti Fans X mu. Dan Fans X itu artinya Fans yang belum tau itu siapa, disebut Fans X kalau disingkat jadi FX. Itu sih bahasa trend remaja sekarang. Terus GWM, kayaknya aku nggak asing deh dengan inisial nama itu. Soalnya kayak sering denger waktu basket” terang Fara panjang lebar.

“Mau anak basket, apalah, Aku tetep aja pengen serius sekolah, bukannya diganggu sama hal kayak gini!” tegasku. “Tapi sya, ini beneran.. Kayaknya orang ini terkenal banget, apa kamu nggak nyesel? GWM, GWM, siapa ya? Ntar deh aku pikir – pikir dulu” Balas Fara yang tak terima dengan keputusanku. Sekolah usai, aku pulang dan mengerjakan aktifitas seperti biasanya. Seminggu telah terlewat beserta hari – hari yang dibalut indah oleh rangaian kata dan bunga yang selalu ada dari Fansku yang tak tahu siapa dia sebenarnya, tepatnya dia adalah FX ku.

Entah mengapa aku lengah dari keputusan sebelumnya yang telah aku pegang teguh. Aku juga ikut dalam kata – kata Fara si remaja update tentang trendy remaja. Aku selalu menceritakan semuanya pada Fara. Dan saat malam tiba, entah mengapa aku merasa hatiku berdegup kencang dan aku merasa begitu senang. Dalam hatiku berkata “Apa ini yang dimaksud Fara? Benar – benar merasakan jatuh cinta. Ini sangat menyenangkan” kemudian saat istirahat di hari kesepuluh kedekatanku dengan Fans X ku, dia mengaku bahwa dia kelas II di SMPku dan dia juga anak basket.

Lalu Fara dengan sangat terburu – buru menarikku dan membisikkan padaku “Sya, ternyata FX mu itu Kak Giorgino William Michael. Dia itu anak basket yang paling banyak fans nya, dia itu keren banget sya. Sumpah kamu beruntung banget bisa disukain sama dia” kata Fara dengan sangat girang. “Oooh ya nanti aku tanya semua ke orang itu bener apa nggak” jawabku biasa saja. Istirahat kedua aku bilang ke Fara “Iya Far, ternyata yang kamu bilang bener. FX ku itu emang Kak Giorgino William Michael”.

“Tu kan bener, ya ampun sya kalau kamu beneran pacaran sama dia, satu sekolah bisa heboh banget. Secara kalian kan sama – sama punya banyak fans, cie cie Aisya.” Ucap Fara sambil sesekali memelukku. “Hahahaha, iya iya terserahlah apa katamu Far!” jawabku sambil tersipu malu namun juga merasa sangat beruntung seperti yang Fara katakan.

“Aku akan menembak kamu dan menjadikanmu pacarku.. Tapi setelah aku memenangkan kompetisi basket besok. Sabar ya sayang..” itu sms dari Kak Giorgino. Karena aku tak mengerti apa maksudnya, aku akan tanyakan ke Fara saat istirahat besok. Saat tiba waktu istirahat Fara sangat terkejut dan memelukku lagi. “Ini beneran sya! Kamu sebentar lagi akan diminta Kak Giorgino untuk menjadi pacarnya. Selamat ya sya! Aku juga ikut seneng dengernya..” ucap Fara.

Setelah lama sekali, sekitar sebulan kemudian, Kak Giorgino sms ke aku “Sebelumnya aku minta maaf ya sayang.. Kamu terlalu baik buat aku. Kamu tu bisa dapet yang lebih baik dan itu bukan aku, aku ini bukan orang yang bahagia. Jadi ku rasa lebih baik kamu jauhin aku aja untuk kebaikanmu, aku lebih baik sendiri. Maaf”. Aku dan Kak Giorgino saling membalas pesan sampai keputusan akhirnya, aku dan Kak Giorgino udah nggak berkomunikasi lagi. Dan entah kenapa hatiku sakit sekali dan sangat terluka.

“Wah nggak bener banget tu Kak Giorgino! Itu berarti dia PHP sya.. Aku salut dan bangga banget sama kamu. Kamu kuat banget ngehadapin ini semua” ucap Fara bersedih. “PHP itu apa sih Far? Iya, itu nggak mempan buat ngejatuhin mentalku. Cuma ada satu hal yang bisa buat aku sangat terpuruk, yaitu kekecewaan orang tuaku, cuma itu..” ucapku sambil tersenyum dengan tatapan penuh keyakinan.

“PHP itu singkatan dari Pemberi Harapan Palsu sya. Kalau gitu Aku setuju banget sama kamu sya! Aku bangga punya sahabat kayak kamu, bangga banget” ucap Fara menepuk pundakku. “Oooh.. Kalau gitu kita fokus belajar aja dulu! Lagian kita belum pantas untuk pacar – pacaran.. Aku juga bangga kok punya sahabat kayak kamu Far!” balasku dengan memeluknya dan tersenyum bahagia.

Sejak saat itulah, kejadian itu membuatku jadi sangat fokus untuk belajar dulu. Semua kejadian pada waktu itu memang seharusnya tidak aku lakukan dan tetap teguh pada pendirianku menuntut ilmu. Tapi itu semua sudah terjadi, tak dapat diubah, dan tidak ada gunanya untuk disesali. Jadi aku akan terus mencoba untuk menjadi lebih baik di hari berikutnya. Untuk fokus belajar hingga meraih cita – cita, itu adalah tujuan utamaku sebagai seorang pelajar.

Karya : Aisya Nugrafitra Murti

Kelas VIII A SMPN 3 Banguntapan

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Basuki

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0