Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Puisi – Puisiku
Puisi – Puisiku
0 Komentar | Dibaca 581 kali

Penuh Derita

Aisya Nugrafitra M.

 

Hai kawan seperjuanganku

Perihal duka telah terasa

Perihal menyakitkan telah usai ku alami

Saat tiba waktunya nanti

Kita dipisahkan oleh sang waktu

 

Setia kah kau mengingatku?

Setia kah kau mengenang rangkaian cerita?

Entah apa yang kau ucap

Meski luka telah tertancap

Meski pedih telah ku ratapi

 

Tapi raga ini selalu siap

Batin ini selalu menunggu

Ketika kau mengingatku

Saat aku mulai dikenal semua orang

Ketika semua telah berbalik

 

Dan ketika kau berkata

“Dia adalah temanku”

Semerbak senyum telah terurai

Ini kasih yang sudah lama ku impikan

Dalam penantian penuh derita

 

Seiring Doa dan Senyuman

Aisya Nugrafitra M.

 

Wahai sang mentari

Andai bisa kau bicara

Mohon ceritakan apa yang dia lakukan

Dibawah pengawasanmu

 

Wahai bintang yang bersinar terang

Ulurkan sedikit jemarimu

Terangilah disetiap harinya

Dengan dipenuhi kebahagiaan

 

Wahai Tuhan pemilik segalanya

Bawa aku bersamamu

Merasakan indahnya surga

Tanpa merasakan pedihnya dunia

Yang membawaku ke jurang penyesalan

Tuhan, katakan pada hatiku

Jangan ada kata benci untuknya

Sahabat lamaku takkan pernah ku benci

Telah ku tuai banyak cerita dengannya

Entah apa yang ia ucap, meski hanya keburukan

Buatlah aku tetap tersenyum

Dibawah perlindungan-Mu

 

Sadarlah Kawan!

Aisya Nugrafitra M.

 

Buliran air mata kau jatuhkan

Senyuman di dalam tangis telah tercipta

Aku sangat memahamimu kawan

Sungguh, inilah cinta

 

Saat kau sakiti, kesabaranku selalu membalas

Saat kau bahagia, hanya ada kesendirian bagiku

Lalu, apa yang lebih pantas?

Apa kau tetap harus menjadi sahabatku?

 

Kapan pun kau terluka, penawarnya adalah pelukku

Kapan pun kau terisak dalam tangis

Dekapku selalu menenangkan pilumu

Tapi semua sangatlah miris

 

Kau tiada saat ku terluka

Kau tiada entah kemana saat ku tertatih

Kau pergi dan hilang saat ku rapuh

Kau cari kebahagiaan bersama orang lain

 

Dengarlah aku, kawan!

Isak tangisku pun bahkan tak bisa menyadarkanmu

Sungguh, hilang sudah kesetia kawanan

Saat kau pergi dengan egomu

Artikel Terkait