Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / ANAK ADALAH AMANAH
ANAK ADALAH AMANAH
0 Komentar | Dibaca 956 kali
SAHABUDDIN @elsah
25 December 2014

DSC_0001138

Salah satu tujuan manusia menikah adalah untuk membentuk rumah tangga yang bahagia dan diberkati Allah.Salah satu sumber kebahagiaan dan keberkatan berumah tangga adalah anak yang saleh.Siapa saja tentu mendambakan anak yang saleh,yaitu anak yang patuh kepada orang tua dan taat beragama yang didasari oleh keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.Namun memiliki anak yang saleh bukanlah perkara muda,yang hanya bisa diusahakan dengan berdoa, melainkan melalui usaha nyata yang dimulai sejak dalam kandungan sampai menginjak dewasa. Oleh karena itu peran orang tua dalam mendidik anak amat lah penting dalam mengikuti perkembangan anak.
Nah,pada kesempatan ini saya hadir dihadapan pembaca untuk berbagi informasi dan pengalaman dalam mendidik anak,semoga informasi yang singkat ini bisa bermanfaat bagi segenap pembaca khususnya bagi keluarga penulis.
Bagi pembaca yang berprofesi guru tentu tidak menjadi masalah dalam mendidik anaknya karena mereka telah dibekali dasar-dasar kependidikan ataupun psikologi perkembangan anak.Cuma,yang menjadi masalah adalah sulitnya mempraktekkan teori yang telah kita peroleh dibangku pendidikan,sehingga dalam kenyataannya banyak di antara kita yang berprofesi pendidik tidak sanggup mendidik anaknya sebagaimana yang diharapkan dalam tujuan pendidikan,bahkan di antaranya ada yang anak-anaknya sukses dalam berbagai bentuk problematika anak seperti pergaulan bebas,kenakalan remaja,narkoba,minuman keras,pencurian,dan sebagainya.
Ada beberapa hal yang perlu dipahami oleh sebuah rumah tangga yang dianugerahi Allah berupa anak,antara lain:
1. Mensyukuri nikmat Allah yang telah memberi anak,karena tidak semua yang berkeluarga itu dianugerahi anak,atau ada yang dianugerahi namun cuma satu sedangkan kita sesuai keinginan.Wujud mensukurinya adalah merawat dengan sebaik-baiknya.
2. Memahami arti seorang anak dalam rumah tangga.Dalam Alquran, anak dapat dikelompokkan kepada lima tipologi, yaitu anak sebagai ujian (QS. Al-Anfal:28), anak sebagai perhiasan hidup dunia (QS. Al-Kahfi:46), anak sebagai cahaya mata (QS. Al-Furqan :74), anak sebagai musuh (QS. At-Taghabun:14) dan anak sebagai amanah (QS.At-Tahrim:6).
3. Menyadari bahwa anak adalah titipan Allah sebagai amanah bagi orang tua.Dan amanah itu berat,karena kelak akan diopertanggungjawabkan di negeri akhirat.Kegagalan kita mengembang amanah ini maka berakibat anak akan mengantar kita ke dalam neraka.Sebaliknya keberhasilan dalam melaksanakan amanah ini maka suatu keberuntungan bagi orang tua,karena kelak anak akan mengantarnya masuk surga.
Sehubungan dengan arti anak sebagai amanah dari Allah.Maka dalam Al Quran Allah telah memberi peringatan kepada para orang tua, “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras; mereka tidak mendurhakai Allah atas apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim :6).Dan Rasulullah SAW juga telah menyampaikan peringatan, “Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu bertanggung jawab terhadap kepemimpinannya. Seorang suami adalah pemimpin di dalam rumah tangganya dan dia bertanggung jawab terhadap keluarganya. Seorang isteri adalah pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab terhadap.” (HR. Muttafaqun ‘Alaih).Dalam hadis lain dikatakan: “Sesungguhnya Allah memiliki para hamba yang tidak akan diajak berbicara pada hari kiamat, tidak disucikan dan tidak dilihat.” Lalu beliau ditanya: “Siapa mereka itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Anak yang berlepas diri dari orangtuanya dan membencinya serta orangtua yang berlepas diri dari anaknya.” (HR. Ahmad dan Thabrani).
Begitu berat yang namanya amanah,maka modal utama orang tua dalam mendidik anaknya adalah kesadaran bahwa anak adalah amanah yang berat kepada kedua orang tua.Oleh karena itu,orang tua janganlah melalaikannya,jangan melepaskannya atau melepaskan diri darinya.
Ditambahkan bahwa seorang ulama, Imam Ibn Qayyim al-Jauziyah pernah mengatakan, “Barang siapa yang dengan sengaja tidak mengajarkan sesuatu yang bermanfaat bagi anaknya dan menelantarkannya begitu saja, berarti dia telah melakukan suatu kejahatan yang sangat besar. Kerusakan pada diri anak kebanyakan datang dari sisi orangtua yang meninggalkan mereka dan tidak mengajarkan kewajiban-kewajiban dalam agama termasuk sunnah-sunnahnya.” Untuk itu,marilah kita bersama-sama menyadari bahwa anak adalah amanah.Terhadap amanah yang diberikan Allah maka teuslah dengan melakukan akikah dan memohonlah kepada Allah agar menjaga anak dan membimbingnya ke jalan yang benar.Dan bagi yang belum beranak maka berdoalah “Wahai Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisiMu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Mengabulkan do’a.” (QS. Ali Imran: 38).

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

ARI SETIADI

ketulusan dan keikhlasan yang membuat kiya bertahanuntuk menjadi guru. sebuah pengabdian yang tek terukur o ...
Daftar Artikel Terkait :  2

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0