Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / ANAK NAKAL KARENA KURANG PERHATIAN
ANAK NAKAL KARENA KURANG PERHATIAN
0 Komentar | Dibaca 1927 kali
SAHABUDDIN @elsah
30 December 2014

DSC_0000313Sebagai guru yang diberi tugas tambahan sebagai petugas Layanan Bimbingan Dan Konseling di sekolah,penulis banyak menangani siswa-siswa yang oleh guru dan para siswa menganggapnya sebagai siswa nakal yang patut diberi sanksi yang berat,antara lain dikembalikan kepada orang tuanya (dikeluarkan).Walau bukan guru yang berlatarbelakang Bimbingan dan konseling namun penulis berusaha melaksnakan tugas ini dengan sebaik-baik,walau menghadapi berbagai macam kendala.
Penulis dalam menangani siswa yang nakal selalu menempuh prosedur memanggil orang tua untuk mengetahui faktor-faktor penyebab sehingga siswa bisa berperilaku yang over.Pengakuan siswa kadang penulis cocokkan dengan pengakuan orang tua.Dari keterangan kedua pihak (siswa dan orang tua) penulis berkesimpulan bahwa penyebab utama kenakalan siswa adalah kurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya,perhatian yang dimaksud antara lain kasih sayang mulai dari kecil,perhatian terhadap kebutuhan hidupnya,dan perhatian perhadap perasaannya.Sikap orang tua yang paling tidak disukai oleh seorang anak adalah membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain dan perlakukan yang tidak adil dengan saudara-saudaranya.Prilaku orang tua yang selalu memberikan hukuman fisik atau perlakuan kasar terhadap anaknya juga amat berpengaruh terhadap kenakalan anak.
Menghukum anak/siswa yang nakal,apalagi dikembalikan kepada orang tuanya tanpa berusaha memahami faktor penyebabnya adalah tindakan yang kurang bijak,karena kenalan anak yang disebabkan oleh orang tua maka perlu dipandang sebagai korban yang harus ditolong.Siswa yang nakal karena orang tua,berarti anak menghadapi suatu masalah yang membutuhkan bantuan orang lain,dan bilamana pihak sekolah menambahnya lagi dengan masalah baru dengan memberinya hukuman atau dengan mengeluarkannya dari sekolah maka dikhawatirkan beban jiwa anak/siswa akan semakin berat.
Yang menjadi problem bagi penulis sebagai petugas BK adalah bilamana terlambat memahami latar belakang prilaku seorang siswa,sedangkan guru-guru termasuk kepala sekolah dan siswa sudah menolak keberadaan siswa tersebut di sekolah,ditambah lagi orang tua siswa yang susah diajak kerja sama dalam membina anaknya,karena menganggap pola pendidikannya terhadap anaknya sudah benar dan menganggap guru BK terlalu mencampuri urusan rumah tangganya dalam mendidik anaknya.Mau berbuat apa lagi dalam menolong anak yang dari awalnya selalu tertutup dan suka berbohong.Pasrah saja bila pihak sekolah mengambil keputusan untuk mengembalikannya kepada orang tuanya.
Namun,penulis tidak menginginkan kejadian seperti itu terulang lagi di masa yang akan datang.Terhadap siswa nakal jangan dilihat dari perbuatannya tetapi lihat dari apa yang menyebabkannya dia nakal.Anak yang nakal adalah anak yang memiliki masalah kurang perhatian sehingga dia mencari perhatian melalui tindakan yang oleh pihak lain dianggap sebagai tindakan ekstrim karena kadang melanggar aturan atau merugikan orang lain.Anak yang nakal hendaknya kita pandang sebagai korban kesalahan orang tua dalam mendidik sehingga yang namanya korban perlu kita tolong,bukan dengan cara menambah masalahnya.Kalau kurang perhatian dari orang tua maka guru hendaknya memposisikan diri sebagai orang tua yang siap memberinya perhatian,yaitu perhatian kasih saying dalam hubungan professional dan perhatian terhadap masalahnya yang membutuhkan penyelesaian dengan orang tuanya.

Setiap guru tentu pernah merasa tidak suka terhadap sikap anak/siswa yang nakal dan selalu membuat masalah . Namun kita harus sangat berhati-hati dalam mengekspresikan perasaan itu. Kita tidak boleh dengan serta merta membentak apalagi memberinya hukuman fisik dihadap teman-temannya. Di sinilah perlunya keteladanan dari seorang guru terutama teladan untuk menunjukkan sikap empati.Guru harus siap menjadi teman curhat siswa,karena kalau tidak demikian,dikhawaytirkan bila siswa salah memilih teman curhat bisa-bisa berakibat fatal,Stau mendapatkan kasih saying dari teman yang bermoral buruk,bisa-bisa akibatnya menjadi fatal.
Oleh karena itu, peran seorang guru dalam menolong siswanya sangat diperlukan, terutama bagi yang bermasalah. Pengabdian yang tanpa pamrih serta sikap empati seorang guru sangat berarti bagi mereka. Berempati adalah sikap peduli kepada siswa secara nyata, baik dalam kata maupun tindakan. Sikap empati guru akan membuat siswa menjadi terbuka,dekat dan akhirnya bisa menerima nasehat-nasehat dari guru tersebut.Dan untuk bisa seperti itu diperluka sikap pengorbanan dari guru demi membantu siswa dalam menyelesaikan masalahnya.Sikap marah terhadap siswa akan membuat siswa menjauhi gurunya atau membencinya.Kalau guru hanya marah-marah dan menyalahkan siswa bermasalah, tanpa memberi perhatian dan solusi tepat, justru akan menambah beban baginya atau menambah masalah baru. Guru yang baik harus tetap memberikan pengarahan dan bimbingan serta kasih sayangnya. Dengan demikian, guru benar-benar bisa berperan menjadi orang tua siswa dan sebagai sahabat di sekolah.Guru tidak boleh ditakuti dan dijauhi,tetapi dihormati,disenangi dan didekati oleh para siswanya. (Jeneponto,30 Desember 2014).

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Abdul Wahid

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  2

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0