Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / BUAH KESOMBONGAN
BUAH KESOMBONGAN
0 Komentar | Dibaca 942 kali
SAHABUDDIN @elsah
25 December 2014

936693_1537946699770316_6516447710920726963_n

Pak Kirno,siapa yang tidak kenal di desanya.Kadang masyarakat menyebutnya “Tuan Takur”.Angkuhnya sudah melewati batas kemanusiaan.Padahal kalau diperhatikan tak ada sesuatu pada dirinya yang patut dibangga-banggakan.Dari kekayaan tidak.Dari pangkat atau jabatan tidak.Atau mungkin dari segi keturunan karena dianggap dirinya berdarah biru.Dia adalah penguasa adat di desanya,sehingga kalau ada orang yang hendak mendirikan rumah harus meminta dulu pendapatnya. Kata-katanya dan sikap kasarnya yang gampang memukul paling ditakuti orang.Orangnya sok jago dan sok pintar,kalau ada pertemuan pasti ingin menguasai forum,seakan-akan tidak menginginkan ada pembicara selain dirinya.Di masjid diapun berkuasa,berkata dan berbuat semaunya,sampai beberapa imam dan pengurus masjid mengundurkan diri karena tidak tahan dengannya.
Hingga suatu hari ketika naik motor melewati sebuah rumah yang baru dibangun, matanya tertuju pada atap bagian depan rumah itu yang dianggapnya tidak pantas kalau bukan bangsawan. Pada saat memperhatikan rumah itu tiba-tiba ada seekor kambing menyeberang dan “bruukk, mbeeekk !!”,motor Pak Kirno menabrak kambing. Awalnya orang-orang berlarian hendak menolong orang yang kecelakaan,namun ketika diketahui bahwa yang jatuh itu adalah Tuan Takur maka satu persatu mengurunkan niatnya lalu kembali ke rumahnya.Untung ada keluarganya yang lewat.Nampaknya Pak Kirno mengalami kecelakaan yang cukup serius karena kakinya patah.Oleh keluarganya dia dilarikan ke rumah sakit. Dokter dengan segenap kemampuannya berusaha mengembalikan kondisinya,namun Allah kerkehendak lain,mungkin Allah mau memberinya pelajaran atas keangkuhannya selama ini.Pak Kirno pulang dalam keadaan kaki yang sudah tak tertolong lagi.
Beberapa keluarga dan tetangga berdatangan melihat kondisi Pak Kirno.Tidak terdengar lagi suara kasarnya.”Sabarki Kareng,ini ujian dari Allah” hibur seorang keluarganya. Muncul rasa malu pada diri Pak Kirno ketika melihat tetangga-tetangga yang pernah dihina dan dipukulnya datang menjengutnya.”Bilang-bilang maki saja Kareng kalau ada keperluanta,nanti kami yang membantu”,kata di antara mereka.”Terima kasih,memang begitu seharusnya kalau hidup bertetangga”,kata Pak Kirno. Pak Kirno terdiam sejenek,sepertinya kata yang baru diucapkannya terulang-ulang dalam hatinya “memang begitu seharusnya kalau hidup bertetangga”.Tiba-tiba salah seorang anak tetangga yang masih kecil berlarian kepangkuan ibunya dan tanpa disengaja menginjak kaki Pak Kirno yang baru saja dioperasi.”Aduuuhhh !!!” teriak Pak Kirno. Muka Pak Kirno menjadi merah dan hendak memukul anak kecil itu,namun “Sabar“ terdengar suara dalam hatinya.Pak Kirnopun mengurungkan niatnya untuk memukul “Maafkan anakku Pak tidak sengaja” pinta ibunya.”Tidak apa-apa,namanya saja anak-anak “ kata Pak Kirno karena ketidakbedayaannya.Pak Kirno merasa tidak punya daya lagi.”Mungkin inilah cara Tuhan menegurku”,batinnya,”Tuhan menegurku karena selama ini telah banyak menghina dan menyakiti orang lain”,batinnya.”Ya,Allah ampunilah Aku karena selama ini selalu memandang hina hamba-hamba-Mu,akulah yang paling hina sekarang” doanya dalam hati.Terasa ada kesejukan dalam hatinya ketika berdoa.Doanya telah meluluhlantakkan sifat-sifat angkuhnya,Pak Kirno bertaubat tapi apa boleh buat yang terjadi maka terjadilah.
Memang,keangkuhan itu kadang membuat kita merasa di atas angin karena pangkat,jabatan atau darah kebangsawanan.Sebelum Allah menegur maka kita merasa paling jagoan di muka bumi ini namun bila Allah sudah muak melihat kita bermain-main dengan selendangnya,maka kita bisa dihempaskannya ke dalam kubangan lumpur dihadapan orang-orang yang pernah kita hina.Bukankah Allah telah mengingatkan agar kita jangan angkuh atau sombong terhadap sesama.Ingat Firman Allah “Janganlah kamu terlalu bangga,sesungguhnya Allah tidak menyukai orangyang terlalu membanggakan diri” (QS.Al Qashash:76).”Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.Sesungguhnya Allah tida menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”(QS.Luqman:18).Tiada manfaat dari keangkuhan kecuali kebencian Allah dan masyarakat yang akan menjerumuskan kita ke dalam nyala api neraka yang menyala-nyala.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

MARYULIANTI,S.Pd

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0