Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / BUNUH DIRI … !!!
BUNUH DIRI … !!!
4 Komentar | Dibaca 961 kali

Penulis : ZaidBuri Prahastyo (Terapis NLP dan Hipnoterapi, Guru BK SMK Darussalam Makassar).

“Pak, tadi malam saya hampir bunuh diri.” Seorang siswi membuat saya terperanjat. Saya memperbaiki posisi duduk saya, menyesuaikan dengan posisi duduknya, teknik mirroring selalu saya gunakan untuk membuat lawan bicara saya lebih terbuka dalam pembicaraannya dan lebih mudah saya arahkan cara berpikirnya.

“Saya dipukul oleh ayah, bahkan hampir dipukul dengan palu-palu,” ujarnya menjelaskan lebih jauh.

Saya menjadi pendengar yang baik, curhatan berjalan sangat lancar, dan saya terus memberi kesan empati atas masalah yang dihadapinya. Menjadi a good listener sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan setiap masalah siswa.

Puji Syukur kehadirat Tuhan percobaan bunuh diri gagal. Karena tidak menemukan racun, dia mencoba meminum larutan pembersih pakaian, namun tidak sampai larutan terminum, dia mendapat kunjungan tiba-tiba oleh teman kelasnya. Mengetahui percobaan bunuh diri tersebut, teman kelasnya menenangkan dan mencegahnya melakukan perbuatan tercela itu lagi.

Puas curhat, saya kemudian mulai mengambil alih pembicaraan, memberikan sudut pandang baru, memberi contoh-contoh konkrit, kemudian mendiskusikan kesimpulan. Tampak pemahamannya akan pentingnya untuk tetap hidup sudah semakin kuat. Segera kemudian saya mengambil langkah-langkah yang strategis untuk memastikannya tidak melakukan percobaan bunuh diri lagi.

Pelajaran penting soal kekerasan dalam rumah tangga ini adalah ternyata keadaan yang menurut kebanyakan orang dinamika rumah tangga tersebut dapat membuat anak seketika menjadi depresi bahkan merasa ingin mengakhiri hidupnya.

Rekan-rekan semua. Marilah kita berkaca. Adakah kekerasan dalam rumah tangga kita? Bila Anda seorang kepala rumah tangga, hentikanlah kebiasaan itu saat ini juga. Penyesalan itu selalu terjadi belakangan.

Memimpin sebuah rumah tangga butuh keteladanan, jangan pernah merasa terlambat berbuat sesuatu, lakukan segera, mulai dari hal yang terkecil pada diri Anda. Buatlah perubahan. Jangan malu untuk meminta maaf, berusahalah untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Ya. Mendidik adalah Memimpin. (Anies Baswedan)