Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Cerpen DALAM IMPIAN PERUBAHAN
Cerpen DALAM IMPIAN PERUBAHAN
0 Komentar | Dibaca 424 kali
SAHABUDDIN @elsah
26 December 2014

DEPAN KANTOR 2

Sepuluh tahun kutinggalkan negeriku Bumi Turatea mengadu nasib di negeri orang pada sebuah sekolah di perbatasan negara.Kutinggalkan tanah kelahiranku bersama istri dan anakku demi menemukan sebuah kemerdekaan dan keadilan.Kutinggalkan tanah yang telah membesarkanku,yang di atasnya aku hidup dalam penjajahan dan ketidakadilan.Kurasa tak ada lagi harapan mengejar cita-cita di bumi kelahiranku.Delapan tahun aku mengabdi sebagai guru honorer namun tetap saja selalu menjadi guru hononer dengan gaji yang hanya cukup untuk asap motor.Aku kalah uang dalam kompetisi CPNS dan kalah pendekatan dalam kompetisi data base.Aku dikalahkan oleh tetanggaku yang tidak pernah honor tapi masuk data base dengan masa kerja 6 tahun.”Kapan dan di mana kerjanya itu Baso ?”,protes ayahku saat mendengar Baso telah diangkat menjadi CPNS.Lebih mengherankan ayahku karena Baso yang tidak pernah didengarnya kuliah atau KKN kini telah memakai gelar sarjana.”Kita hanya bisa bersabar ayah,di era golobalisasi dan otonomi ini apa saja bisa terjadi”,jawabku berusaha menenangkan ayahku yang merasa sia-sia menyekolahkanku sampai ke bangku kuliah.”Ini sangat tidak adil”,ujar ayahku.”Tidak adil bagi kita,tapi adil bagi orang lain, Ayah”,tambahku.
Ayah dan Ibu menyetujui bila aku membawa istriku ke Kalimantan.Kuberharap di sanalah aku bisa merdeka dan kurasakan hidup dalam keadilan.Di Bumi ini,aku merasa terjajah oleh sebuah dinasti.Sebagai guru honorer hidupku tertekan terutama menjelang pemilukada.Aku bersama honorer lainnya menjadi alat politik oleh calon Bupati tertentu.Kami dimobilisasi dalam kepentingan politik.Kami diharuskan mengikuti gerak jalan santai yang ujung-ujungnya adalah mengikuti deklarasi calon Bupati dan Wakil Bupati.”Syukur deh dapat baju seragam gratis”,ungkapku pada teman sehonorer.”Siapa bilang gratis,kita enakan pake bajunya tapi bendaharawan sekolah yang pusing menyusun LPJ-nya,karena baju itu dibebankan kepada masing-masing sekolah”,sanggah Ina,seorang bendaharawan Sekolah,yang ikut dalam deklarasi.Semua tenaga honorer harus hadir dan mendukung calon yang telah ditentukan,kalau tidak ?”jangan harap akan terangkat menjadi CPNS”,kata Pak Dirga,Kepala Sekolahku.”Kalian juga harus berusaha membantu saya mendapatkan suara karena kalau tidak saya juga terancam akan dicopot dari jabatan saya,apakah kalian tidak mau melihat lagi saya di sekolah ini ?”,sambung Pak Dirga.”Sudah ada kepala sekolah yang mutasi menjadi guru bantu karena ketahuan mendukung calon lain”,tambahnya.”Kala