Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / JALAN YANG BUNTU
JALAN YANG BUNTU
0 Komentar | Dibaca 480 kali
SAHABUDDIN @elsah
25 December 2014

11397_1418036245111721_5684370322229502484_n

Sejak kuliah Pak Budi giat menuntut ilmu-ilmu tareqat dan rajin membaca buku-buku tasauf.Pak Budi yakin bahwa tarekat adalah jalan khusus dan mudah menuju surga.Dengan menjadi anggota perguruan tarekat maka kita sudah dijamin masuk surga.Siapa yang jamin ?.Ya,tentu guru tarekat kita karena guru tarekat memiliki jaringan dengan para petugas surga sehingga siapa yang menjadi anggota akan diberi tanda pengenal untuk mendapat perlakukan khusus di alam kubur sampai memelawati titian sirathal mustaqim dijamin selamat.
Beberapa perguruan tarekat yang telah dimasuki Pak Budi mulai sejak kuliah sampai menjadi guru.Masuk surga via tarekat sangat mudah cukup mendaftar dengan memenuhi beberapa persyaratan maka kita diajarkan ilmu yang bila ilmu itu diamalkan maka Tuhan akan menurunkan sertifikat penghuni surga.Dengan memiliki beberapa ilmu tarekat maka Pak Budi tidak perlu mengikuti syariat Islam,tidak perlu puasa sebulan penuh,karena puasa tarekat Cuma 9 hari bahkan ada yang ekspress yaitu 3 hari saja di bulan Ramadhan.Pak Budi telah memiliki ilmu sembahyang batin yang bisa membuat Jazad Pak Budi lenyap di kuburan dan hidup kembali di kampung lain.Pak Budi telah memiliki sahadat batin yang membuat selamat di sakratul maut dan ilmu-ilmu lainnya yang tidak dimiliki oleh umat Islam lainnya.Dengan ilmu-ilmu itulah maka Pak Budi tidak perlu lagi mempelajari Al Quran dan Hadis atau buku-buku Islam lainnya,karena segalanya telah ada dalam ilmu tarekatnya.Guru tarekat Pak Budi luar biasa dari guru-guru agama lainnya.Dia mengaku telah bertemu dengan Allah di atas langit ketujuh.
Pak Budi yang sudah sarjana terus menuntut ilmu-ilmu tarekat pada guru-guru yang tidak pernah mempelajari ajaran Islam,yang tidak pernah menginjak masjid untuk shalat berjamaah,masjidnya hanyalah kuburan atau tempat keramat dan kitab sucinya adalah patturioloang atau pangngadakkang.Hingga suatu ketika Pak Budi jatuh sakit.Di datangi kuburan dan tempat keramat sesuai petunjuk gurunya,namun tak mampu mengusir penyakit Pak Budi.Pak Budi tak tahan mengahadapi tubuhnya yang bagai terbakar di bara api dan kepalanya yang bagai terhantam palu besi. Penyakitnya telah membawanya ke alam mimpi.
Dalam mimpi Pak Budi dijemput oleh sekelompok polisi.Pak Budi diborgol lalu dibuang ke atas mobil patroli.Sesampai di kantor Polisi Pak Budi diintrogasi dengan berbagai pertanyaan.Setiap kali menjawab salah Pak Budi kena hantaman palu di kepalanya.Pak Budi tidak sanggup mempertanggungjawabkan kebenaran ilmu yang diamalkannya selama ini.Setelah itu Pak Budi diperlihatkan dua jalan yang harus dilewatinya untuk mendatangi suatu tempat yang ditunju oleh polisi yang memeriksanya.Pak Budi memilih jalan yang pintas dan berjalanlah ia di atas jalan yang dipilihnya itu dan polisi mengawasinya dari belakang.Setelah berjalan beberapa jarak Pak Budi mulai gelisah karena tempat yang ingin didatanginya sudah hilang di pandangan mata berganti dengan cahaya merah.Pak Budi terus berjalan dan menjadi ketakutan karena ternyata tempat yang didatanginya hanyalah lautan api.Jalan yang tadilah yang menuju tanam yang indah.Pak Budi dipaksa terus berjalan di atas jalan pilihannya sampai Pak Budi dengan sekuat tenaga berteriak minta tolong dan terbangun dari tidurnya.
Mimpi Pak Budi bagai setetes embun yang membasahi hatinya.Walau Cuma setetes namun sangat berharga karena mampu membuka sedikit kegelapan hatinya untuk melihat kebenaran sampai Pak Budi tersadar bahwa ternyata jalan tarekat yang dikutinya selama ini adalah jalan buntu,jalan menuju lautan api.Pak Budi tertipu lalu bertaubat,memperbaiki diri dengan memperbanyak membaca al Quran dan hadis terjemahan dan buku-buku agama.Pak Budi sadar telah tertipu oleh ajaran-ajaran sesat padahal Allah telah mengingatkan kita: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu berada di atas syariat dalam urusan (agama) itu,maka ikutilah syariat itu dan janganlah mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui: (QS.Al Jaatsiyah:18). “Al Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati,maka ikutilah dia dan bertakwalah agar diberi rahmat” (QS.Al An Aam:155). ”Janganlah kamu mengikuti apa-apa yang tidak ada pengetahuanmu tentangnya.Sesungguhnya pendengaran,penglihatan dan hati akan dimintai pertanggungjawabannya.’(QS.Al Israa:36), Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.(QS.Az Zukhruf:36-37).

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

APERLIN GULO

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  2
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0