Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / KEHORMATAN PROFESI GURU
KEHORMATAN PROFESI GURU
0 Komentar | Dibaca 883 kali
SAHABUDDIN @elsah
28 December 2014

DSC_0001455Guru adalah manusia dewasa yang diberi tugas untuk mendewasakan anak didik.Kedewasaan guru dilihat dari keunggulan pengetahuannya sehingga bisa mengajar,keluhuran budi pekertinya sehingga bisa mendidik dan menjadi suri teladan dan kecakapannya sehingga mampu melatih anak menjadi trampil berbuat dalam hidupnya.Ketiga hal itulah yang menjadi kehormatan guru,yang menjadi ciri khas yang membedakannya dari pekerja profesi lainnya.Guru adalah insan yang layak ditiru dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, khususnya oleh peserta didik yang dalam melaksanakan tugas berpegang teguh pada prinsip “ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun karso, tut wuri handayani”. Dalam usaha mewujudkan prinsip-prinsip tersebut guru Indonesia ketika menjalankan tugas tugas profesional sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi.
Manakala kita mendapati seorang pekerja profesi ini,yang melakukan perbuat asusila seperti pelecehan seksual terhadap siswanya,atau melakukan korupsi,maka perbuatan tersebut bukanlah perbuatan guru,melainkan perbuatan oknum,karena guru memiliki budi pekerti yang luhur yang patut diteladani oleh anak didik dan masyarakat,sedangkan perbuatan-perbuatan oknum bukanlah perbuatan yang dikehendaki oleh profesi guru.
Guru harus menjaga kehormatannya,bertanggung jawab mengantarkan anak didiknya untuk mencapai kedewasaan dalam tiga hal pula,yaitu kedewasaan pengetahuan,sikap/prilaku dan ketrampilan.Untuk mendewasakan anak didik dalam tiga hal tersebut,maka guru hendaknya lebih dahulu dewasa dalam tiga hal tersebut.Kedewasaan pengetahuan,bukan hanya dibuktikan dengan ijazah sarjana kependidikan,akan tetapi dengan keluasan ilmu pengetahuan,karena ijazah sarjana sekarang tidaklah menjamin keserjanaan (keluasan ilmu pengetahuan) seorang guru.Begitupun halnya,kedewasaan akhlak/budi pekerti,guru harus lebih dahulu membentuk budi pekertinya dengan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai agama,karena nilai-nilai agama dapat membentuk nilai pekerti yang luhur.Begitu pula ketrampilan,bagaimana bisa seorang guru melatih ketrampilan siswanya kalau dirinya sendiri tidak terampil melakukan apa yang akan dilatihkan terhadap anak didiknya.
Untuk menjaga kehormatan guru dalam menjalankan profesinya,maka guru Indonesia telah membuat suatu pedoman bersikap dan berprilaku yang disebut “Kode Etik Guru”. Kode Etik Guru adalah norma dan asas yang disepakati dan diterima oleh guru-guru Indonesia . Sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas profesi sebagai pendidik, anggota maasyarakat dan warga negara. Pedoman sikap dan perilaku ini adalah nilai-nilai moral yang membedakan perilaku guru yang baik dan buruk, yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan selama menunaikan tugas-tugas profesionalnya untuk mendidik, mengajar,membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, serta sikap pergaulan sehari-hari di dalam dan luar sekolah.
Sebagai contoh,ada beberapa hal penting diperhatikan guru dalam menjaga kehormatan dirinya sebagai professional,antara lain dalam hubungannya dengan peserta didik,antara lain;
a. Berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tugas didik,mengajar, membimbing, mengarahkan,melatih,menilai, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.
b. Menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan.
c.Berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap gangguan yang dapat mempengaruhi perkembangan negatif bagi peserta didik.
d. Menjunjung tinggi harga diri, integritas, dan tidak sekali-kali merendahkan martabat peserta didiknya.
e. Bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil.
f. Berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-hak peserta didiknya.
g. Tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesionallnya kepada peserta didik dengan cara-cara yang melanggar norma sosial,kebudayaan, moral, dan agama.
Dengan mentaati kaidah/norma tersebut maka yakinlah guru akan selalu menjadi profesi yang terhormat,artinya bila setiap guru mentaati kode guru,maka yakinlah kita tidak akan mendengar lagi adanya tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang guru terhadap siswanya,tidak adalah kasus korupsi oleh seorang guru,namun kita kembali kepada oknum,yang setiap oknum dipimpin oleh dirinya sendiri yang kualitas kepemimpinan dirinya tergantung pada kualitas iman dan pengamalan nilai-nilai moral dan agamanya.
Untuk meningkatkan kualitas iman tentu diserahkan kepada masing-masing guru yang didukung oleh tindakan yang tegas oleh pihak yang berwenang bilamana guru merusak kehormatan guru,atau kode etik tanpa memandang siapa yang melakukan pelanggaran etik.
Kesungguhan seorang guru dalam melaksanakan kode etik akan menciptakan guru yang terhormat,sebaliknya bila seorang guru melakukan pelanggaran etik maka akan membuat kehormatan guru menjadi rusak.Oleh karena itu,para guru hendaknya menyadarkan diri masing-masing agar senantiasa mentaati norma-norma yang belaku,baik dalam kehidupan di sekolah,dalam bermasyarakat,berbangsa dan bernegara,demi menjaga kehormatan diri dan profesi guru.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

PRIYATIN KUAT HARTONO

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  3

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0