Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / MEMPERSEMBAHKAN SESAJEN ADALAH TRADISI SYIRIK WARISAN JAHILIYAH
MEMPERSEMBAHKAN SESAJEN ADALAH TRADISI SYIRIK WARISAN JAHILIYAH
1 Komentar | Dibaca 1378 kali
SAHABUDDIN @elsah
05 December 2014

DSC_0002064

Dalam masyarakat Islam berkembang kepercayaan yang secara turun temurun bahwa di tempat-tempat tertentu yang dianggap keramat seperti kuburan,pohon besar,pantai dan sebagainya dihuni oleh makhluk yang bisa mendatangkan kebaikan/manfaat dan bisa mendatangkan keburukan/mudharat.Dengan kepercayaan seperti itu,maka banyak yang berbondong-bondong mendatangi tempat tersebut untuk mencari berkah,antara lain untuk meminta pertolongan agar mendapatkan kebaikan yang diinginkannya atau terhindar dari suatu keburukan yang ditakutinya.Lalu berkembang kepada tujuan memberikan penghormatan kepadanya melalui persembahan sesajian atau perhormatan lainnya sebagai ungkapan rasa syukur/terima kasih atas kebaikan yang telah diberikannya atau karena merasa terjamin keamanannya atau karena meyakini bahwa semua yang diperolehnya adalah atas bantuan penghuni tempat keramat tersebut.Walau banyak ulama yang mengingatkan bahwa kepercayaan dan amalan tersebut adalah syirik,namun masih banyak orang yang tetap setiap mempertahankannya,karena sudah terlanjur takut dan tergantung kepadanya,apalagi lemahnya iman karena kurangnya ilmu.
Kebiasan ini sudah ada sejak zaman Jahiliyah sebelum Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menegakkan tauhid (peribadatan/penghambaan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata) dan memerangi syirik dalam segala bentuknya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan bahwasannya ada beberapa orang dari (kalangan) manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari (kalangan) jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (Qs. al-Jin: 6).
Artinya, orang-orang di zaman Jahiliyah meminta perlindungan kepada para jin dengan mempersembahkan ibadah dan penghambaan diri kepada para jin tersebut, seperti menyembelih hewan kurban (sebagai tumbal), bernadzar, meminta pertolongan dan lain-lain.
Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya, (dan Dia berfirman), ‘Hai golongan jin (syaitan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia,’ lalu berkatalah teman-teman dekat mereka dari golongan manusia (para dukun dan tukang sihir), ‘Ya Rabb kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah mendapatkan kesenangan/manfaat dari sebagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami.’ Allah berfirman, ‘Neraka itulah tempat tinggal kalian, sedang kalian kekal didalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain).’ Sesungguhnya Rabb-mu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (QS al-An’aam:128).
Mempersembahkan kurban yang berarti mengeluarkan sebagian harta dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, adalah suatu bentuk ibadah besar dan agung yang hanya pantas ditujukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana dalam firman-Nya,
“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurbanku), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).’” (Qs. al-An’aam: 162-163).
Dalam ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Maka, dirikanlah shalat karena Rabb-mu (Allah Subhanahu wa Ta’ala) dan berkurbanla.” (Qs. al-Kautsar: 2).
Kedua ayat ini menunjukkan agungnya keutamaan ibadah shalat dan berkurban, karena melakukan dua ibadah ini merupakan bukti kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan pemurnian agama bagi-Nya semata-mata, serta pendekatan diri kepada-Nya dengan hati, lisan dan anggota badan, juga dengan menyembelih kurban yang merupakan pengorbanan harta yang dicintai jiwa kepada Dzat yang lebih dicintainya, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Berdasarkan kedua ayat tersebut di atas,jelaslah bahwa mempersebahkan kurban hanya disyariatkan kepada Allah dan tidak kepada selain Allah.Oleh karena itu, maka mempersembahkan kurban kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan tujuan untuk penghormatan dan mendekatkan diri kepadanya, yang dikenal dengan istilah tumbal atau sesajen, adalah perbuatan dosa yang sangat besar, bahkan merupakan perbuatan syirik besar yang bisa menyebabkan pelakunya keluar dari agama Islam (menjadi kafir).Dan binatang sembelihan yang diniatkan sebagai persembahan kepada tempat yang dianggap keramat adalah haram dimakan.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan sembelihan yang dipersembahkan kepada selain Allah.” (Qs. al-Baqarah: 173).
Dalam sebuah hadits shahih, dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah melaknat orang yang menyembelih (berkurban) untuk selain-Nya.(HR.Muslim).
Hadits ini menunjukkan ancaman besar bagi orang yang menyembelih (berkurban) untuk selain-Nya, dengan laknat Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu dijauhkan dari rahmat-Nya. Karena perbuatan ini termasuk dosa yang sangat besar, bahkan termasuk perbuatan syirik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga pelakunya pantas untuk mandapatkan laknat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dijauhkan dari rahmat-Nya.
Perlu penulis ingatkan, bahwa besarnya keburukan perbuatan ini, bukanlah semata-mata karena besar atau kecilnya kurban yang dipersembahkan kepada selain-Nya, tetapi karena besarnya penghormatan dan ketakutan dalam hati orang yang mempersembahkan sesajen/kurban tersebut kepada selain-Nya, yang semua ini merupakan ibadah hati yang agung yang hanya pantas ditujukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata-mata.Oleh karena itu, meskipun kurban yang dipersembahkan sangat kecil dan remeh, bahkan seekor lalat sekalipun, jika disertai dengan pengagungan dan ketakutan dalam hati kepada selain-Nya, maka ini juga termasuk perbuatan syirik besar.
Bagaimana dengan orang yang ikut membantu pelaksnaan persembahan sesajen,apakah berdosa pula ?.
Mempersembhakan sesajen kepada suatu selain Allah adalah termasuk perbuatan syirik,yang Allah telah nyatakan:
“Sesungguhnya, Allah tidak akan mengampuni (dosa) perbuatan syirik (menyekutukan-Nya), dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang sangat besar.” (Qs an-Nisaa’: 48).
Dan telah mengingatkan pula,
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Qs. al-Maaidah: 2).
Dengan adanya larangan tolong menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran maka bisa dipastikan bahwa ikut membantu penyelenggaraan kegiatan persembahan sesajen adalah dosa.
Setelah kita mengetahui bahwa segala ibadah (amalan yang di dalamnya ada unsur penghormatan karena mengharap kebaikan dan menolak keburukan) hanya untuk Allah,dan melakukan ibadah kepada selain Allah adalah termasuk dosa besar,maka marilah kita berusaha menhindarinya semata-mata karena takut kepada Allah,janganlah membantu menyukseskan amalan-amalan syirik,dan bagi yang melihat saudara-saudaranya melakukan kesyirikan maka ingatkanlah semampumu.Karena perbuatan syirik adalah kemungkaran (kemaksiatan) yang paling besar (dosanya), maka wajib diingkari/dinasihati orang yang melakukannya.wallahu a’lam.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Hanya satu komentar pada "MEMPERSEMBAHKAN SESAJEN ADALAH TRADISI SYIRIK WARISAN JAHILIYAH"

  1. ASYUNI KELEDAR

     |
    February 3, 2015 at 11:42 am

    Tetaplah di atas Syari'at Ilahi meskipun imbalannya adalah kematian.

     

     

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Kara Smith

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0