Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / REFORMASI BIROKRASI UNTUK DAERAH YANG LEBIH BAIK
REFORMASI BIROKRASI UNTUK DAERAH YANG LEBIH BAIK
0 Komentar | Dibaca 953 kali
SAHABUDDIN @elsah
31 December 2014

578099_473960826002343_1675518191_n

Tulisan ini adalah sebuah refleksi penulis atas mutasi yang dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati usai dilantik yang berkesan “balas dendam dan balas jasa”.Di satu sisi,penulis mendukungnya bila itu sebuah reformasi birokrasi.namun di sisi lain,penulis kurang mendukung karena berkesan “cuci gudang”,sehingga yang berprestasipun tersingkir lalu digantikan oleh orang-orang yang “kurang” namu “banyak” jasa dalam pilkada.
Mutasi,sebuah kata yang amat popular dikalangan masyarakat,khususnya dikalangan aparat pemerintahan di suatu daerah otonom.Disatu pihak mendambakannya dan dipihak lain menakutinya.Senang atau tidak senang mutasi pasti terjadi,karena merupakan suatu kebutuhan untuk menggerakkan roda pemerintahan dalam kendali kepala pemerintahan daerah.Begitulah yang terjadi di setiap kabupaten atau kota usai pemilihan kepala daerah (Pilkada).mutasi telah membuat banyak pejabat termasuk kepala sekolah yang gigit jari dan kembali menjadi pegawai/guru biasa dan membuat pegawai/guru lainnya berada di atas karena jasanya dihargai dengan jabatan.
Mutasi yang secara idealnya adalah kebutuhan dalam mewujudkan visi dan misi .Visi,misi dan program itulah yang mengharuskan Bupati dan Wakil Bupati untuk mengevaluasi para pembantunya dan dari hasil evaluasi itulah yang mendorong perlunya ditempuh upaya menata kembali birokrasi termasuk para birokrat yang mengurusi suatu istansi mulai dari pejabat eselon II sampai eselon V.Dengan berdasarkan visi-misi dan hasil evaluasi kinerja yang telah dilakukan sebelumnya maka wajarlah-dalam arti hak perogatif-bila Bupati dan Wakil Bupati sebagai pemimpin pembangunan dan pemrintahan di bumi Turatea ini melakukan mutasi dengan prinsip -idealnya- menempatkan seseorang pada suatu jabatan yang sesuai dengan kempetensinya,dan pejabat tersebut dianggap mampu menjabarkan visi-misi dan bisa kerja sama dalam membangun daerah.

Kita tidak memmpersoalkan “siapa dapat apa”,yang kita persoalkan bila orang-orang yang berprestasi disingkirkan lalu diganti dengan belum terbukti prestasinya.Yang kita inginkan adalah mutasi itu memang dibutuhkan untuk sebuah perubahan dan dan pejabat yang baru harus membutikan bahwa dirinya lebih baik dari pejabat sebelumnya,akan mampu membawa daerah menjadi lebih baik,kalau tidak maka pejabat baru harus mengakui kegagalannya dan rela menyerahkan jabatannya kepada pemberi jabatan untuk dicari penggantinya.Jadi jangan mempertahankan jabatan yang membuat keadaan sebelumnyapun bertahan.
Masyarakat berharap,dengan reformasi birokrasi pungutan-pungutan liar yang banyak terjadi diberbagai instansi bisa ditiadakan,termasuk di instansi Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan bahkan di sekolah-sekolah,sampai pada pelayanan publik di tingkat desa/lurah.Pungutan-pungutan liar memang banyak dikeluhkan oleh masyarakat,baik ketika mengurus perlengkapan admnistrasi, pungutan terhadap masyarakat penerima bantuan,pungutan terhadap guru penerima tunjangan sertifikasi ataupun pengutan terhadap para kepala sekolah.Para pejabat dan anggotanya perlu diberi penyegaran bahwa mereka bekerja dan digaji oleh negera untuk melayani kepentingan masyarakat,jadi manakalah masyarakat datang maka layanilah tanpa harus meminta jasa pelayanan dari masyarakat.
Jabatan hanyalah tugas tambahan bagi seorang PNS.Jabatan adalah amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah.Oleh karena itu,hendaklah para pejabat yang baru mengembang amanah dengan sebaik-baiknya dan memperlihatkan bukti kepada masyarakat dan kepada pejabat yang digantikannya bahwa dirinya memang lebih baik,lebih kompeten atau lebih produktif daripada pejabat sebelumnya.Hendaknya memberikan bukti bahwa dirinya lebih bersih dan lebih mampu dari pejabat sebelumnya,bukan malah sebaliknya.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

ASEP SATRIA DWI HANGGARA

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  2
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0