Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / TABUR BUNGA DI KUBURAN ADALAH WARISAN NENEK MOYANG
TABUR BUNGA DI KUBURAN ADALAH WARISAN NENEK MOYANG
10 Komentar | Dibaca 2732 kali
SAHABUDDIN @elsah
03 December 2014

20

Menabur bunga ataupun meletakkan karangan bunga di atas kuburan amat populer dalam masyarakat Islam.Di antara mereka ada yang menganggap bahwa ziarah kubur tidak sempurna bila tidak membawa bunga untuk ditabur di atas kuburan.Tabur bunga telah menjadi tradisi yang masyarakat Islam sebagaian ulama telah menganggapnya sebagai bagian dari amalan Islam yang hukumnya sunnah dan sebagian ulama lainnya memandangnya sebagai bid’ah.
Menurut sejarah,Tabur bunga di atas kuburan telah dilakukan manusia sebelum datangnya agama Islam atau merupakan tradisi nenek moyang.Perbuatan ini telah lama dilakukan oleh kaum Yahudi dan Nasrani. Bila perbuatan seperti kita lakukan saat ziarah kubur berarti kita telah melakukan taglid terhadap nenek moyang atau ikut-ikutan pada kaum agama lain tanpa ada dalil atau pedoman yang tersumber dari Al Quran ataupun Hadits. Allah SWT Berfirman dalam Surat Al Baqarah 170:
“Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang Telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami Hanya mengikuti apa yang Telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”.
Rasulullah bersabda telah mengingatkan dalam haditsnya:
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum ,maka ia termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad).
Ibnu ‘Abdil Barr Al Maliki rahimahullah mengatakan, “(Maksudnya orang yang menyerupai suatu kaum) akan dikumpulkan bersama mereka di hari kiamat kelak. Dan bentuk penyerupaan bisa dengan meniru perbuatan yang dilakukan oleh kaum tersebut atau dengan meniru rupa mereka.” (At Tamhid lima fil Muwaththa minal Ma’ani wal Asaanid 6/80).
Sebagian ulama yang membolehkan bahkan menganggap sunnah tabur bunga menghubungkannya dengan perbuatan Nabi SAW yang meletakkan pelepah kurma di atas sebuah kuburan,yaitu diatas kuburan hadits ‘Abdullah bin ‘Abbas radliallahu ‘anhuma. (H.R. Bukhari),sebagaimana yang dikisahkan Ibn Abbas,
bahwa Nabi Muhammad SAW melalui dua kubur. Lalu Beliau bersabda: “Sesungguhnya kedua-duanya sedang di azab dan tidaklah kedua-duanya di azab kerana dosa besar. Adapun yang ini di azab kerana tidak menjaga (kebersihan) daripada kencing sedangkan yang lainny