Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Tips & Trik

Beranda / Tips & Trik / Berpikir Jenius
Berpikir Jenius
0 Komentar | Dibaca 526 kali

Kita semua pasti tidak asing dengan nama Leonardo. Nama  yang satu ini sering terdengar di telinga kita, terutama untuk lukisannya yang terkenal ‘Monalisa’. Ia lahir di Vinci, Italia pada 15 April 1452.  Semakin mudahnya saya mengakses buku-buku tentang tokoh ini, membuat saya banyak mendapat banyak informasi tentang Leonardo dan hal ini semakin membuat saya kagum kepada sosok si genius yang satu ini bahwa ternyata ia bukan hanya unggul dalam satu ilmu pengetahuan saja tapi ia seperti gudangnya ilmu pengetahuan karena ia genius dalam berbagai bidang seperti sebagai ilmuwan , matematikawan , insinyur , penemu , ahli anatomi , pelukis , pematung , arsitek , ahli botani , musisi dan penulis, sungguh orang yang luar biasa pada masanya.
Dalam buku yang ditulis oleh Michael Gelb “How to Think Like Leonardo Da Vinci: Seven Steps to Genius Every Day,” dipaparkan esensi dari bagaimana kerangka berpikir genius dan meletakkannya dalam kerangka praktis untuk perbaikan diri . Berikut adalah 3 point utama yang membentuk si genius Leonardo dan yang dapat Anda gunakan sebagai kerangka kerja untuk perbaikan diri Anda sendiri :

Curiosity
Secara alami anak-anak lahir sebagai seseorang yang penuh rasa penasaran, tapi semakin tumbuh dewasa rasa penasaran ini semakin berkurang.
“Hampir semua anak-anak dalam keadaan alami mereka mengajukan banyak pertanyaan. Begitulah cara mereka belajar begitu banyak dalam lima tahun pertama kehidupan. Tapi kemudian ketika mereka memasuki bangku sekolah di mana mereka belajar bahwa jawaban yang lebih penting daripada pertanyaan, hal ini mempersurut rasa penasaran seorang anak.
Jenius seperti da Vinci, bagaimanapun, berarti anda mempertahankan rasa ingin tahu anda sepanjang hidup.

Berpikir Independen
Keragaman adalah penting untuk kreativitas dan inovasi, itulah sebabnya mengapa penting untuk mencari sudut pandang yang berbeda dari dalam diri Anda sendiri. “Masalahnya adalah jika anda seorang yang lebih senior maka anda akan semakin percaya diri dengan orang-orang disekeliling yang mempercayai. Sementara menjadi lebih junior, membuat anda membutuhkan usaha yang ekstra untuk memiliki pendapat dan berpikir secara berbeda
.
Mempertajam Senses Anda
Ini diterjemahkan ke dalam kemampuan anda untuk mendengarkan dengan baik dan menjadi jeli terhadap sesuatu, hal yang sederhana tapi sulit untuk diterapkan di dunia yang hingar bingar seperti sekarang. Kita harus jeli terhadap hal –hal kecil yang spesifik tapi memiliki pengaruh yang signifikant. Keluarbiasaan dapat berasal dari hal-hal kecil yang