Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Informasi Umum

Beranda / Informasi Umum / Busana Muslim Pria / baju koko
Busana Muslim Pria / baju koko
1 Komentar | Dibaca 755 kali
Feri Ahmet @bajukoko
01 January 2015

Baju Koko – Model baju yang satu ini biasanya tanpa kerah, ada sedikit aksesori menghiasinya berupa bordir , menjadikan jenis busana pria ini berkesan elegan, sopan dan sederhana, biasanya dipakai oleh kalangan muslim untuk acara pengajian,misalnya kita lihat di TV setiap hari minggu di Tvone dalam acara damai indonesiaku ? ,Baju koko biasa disebut juga busana muslim pria.

Nama “Koko”, rasanya ada yang menarik untuk ditelusuri dari sejarah baju tersebut. Karena, baju muslim yang seperti ini berbeda dengan, misalnya baju orang-orang Arab yang biasanya berjubah panjang, namun dilihat kembali menurut kita Tidak masalah di pakai kalangan muslim atau bukan, yang penting menariknya dari baju koko ini berkesan rapih ,resmi bisa santai bisa. Baiklah kita akan mengulas sedikit tentang yang namanya baju koko ini bersumber dari beberapa sumber.

Sejarah Baju Koko

Menurut Pengamat Budaya Tionghoa peranakan, David Kwa, baju yang dikenal dengan baju koko tersebut sebenarnya turun temurun dari baju masyarakat China bernama “Tui-Khim”. Di kalangan warga Betawi, baju Tui-Khim dipakai dan dikenal dengan sebutan baju Tikim. Baju Tui-Khim modelnya seperti baju muslim koko, dengan desain baju bukaan di tengah dengan lima kancing.

Pada masyarakat Betawi, paduan baju ini biasanya celana batik. Mungkin di antara Anda masih ada yang ingat setelan almarhum Benjamin S di sinetron Si Doel Anak Sekolahan? Nah, kira-kira seperti itulah baju muslim koko yang dipadu dengan celana batik, khas Betawi. Hingga awal abad ke-20, pria Tionghoa di Indonesia masih mengenakan kostum Tui-Khim dan celana komprang atau longgar untuk kegiatan sehari-hari.

Lalu, bagaimana bisa baju tui-khim menjadi baju muslim koko seperti yang kita kenal sekarang? Remy Sylado, budayawan, menjelaskan bahwa biasanya yang memakai baju tui-khim di masa itu adalah engkoh-engkoh. Dieja dalam Bahasa Indonesia jadinya Koko. Jadilah “Baju Koko”.