Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / DIPERTANYAKAN KUALITAS SARJANA INDONESIA
DIPERTANYAKAN KUALITAS SARJANA INDONESIA
0 Komentar | Dibaca 1712 kali
SAHABUDDIN @elsah
29 January 2015

Mendengar kata sarjana tentu pikiran kita mengarah kepada orang yang pinter,memiliki wawasan keilmuan yang luas dan mampu bekerja dibidangnya.Wawasan keilmuan seorang sarjana tentunya dilihat dari kemampuannya mengemukakan pendapat di muka umum,baik melalui tulisan,maupun lisan.Sedangkan kemampuan kerjanya dilihat dari produktifitas kerjanya sesuai dengan latar belakang disiplin ilmu keserjanaannya.Misalnya Sarjana Ekonomi (SE) kinerjanya di bidang ekonomi diandalkan sehingga bisa memajukan perusahaan,atau mampu membangun dan memajukan bisnis; Sarjana Pendidikan (S.Pd atau S.Pdi) kinerjanya dalam tugas pendidikan atau kependidikan memuaskan dan senantiasa melakukan upaya untuk memajukan pendidikan;Sarjana Hukum (SH atau Shi) memahami hukum dan mampu menjadi pelopor penegakan hukum dalam masyarakat;dan sarjana lainnya.
Namun kenyataannya,tidak semua tamatan perguruan tinggi yang berijazah sarjana memiliki kualitas yang sebanding dengan keserjanaannya,ada yang cuma sebanding dengan tamatan SMA atau bahkan tamatan SMP,karena tidak bisa berbuat apa-apa,tidak bisa bicara di forum atau tidak bisa membuat tulisan ilmiah.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak tamatan perguruan tinggi yang berijazah sarjana,namun keserjanaannya patut dipertanyakan,antara lain jalur ekspress (kuliah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya),atau bahkan tidak kuliah sama sekali; ada pula yang skripsinya dibuat oleh dosennya sendiri dan mahasiswa tinggal menyiapkan ongkosnya.Hebatnya lagi,justru sarjana yang seperti ini lebih cepat laku dipasaran pemerintahan di zaman otonomi daerah yang sarat dengan praktek nepotisme,rugilah sarjana asli yang harus gigit jari karena tak punya uang dalam jumlah yang besar untuk bisa lulus dalam kompetisi CPNS.


Dari sebuah sumber,Organization for Economic Co-operation Development (OECD) melaporkan, “Indonesia akan menjadi negara dengan jumlah sarjana terbanyak kelima di dunia pada tahun 2020 mendatang”. Data ini merupakan proyeksi dari upaya Indonesia untuk meningkatkan jumlah lulusan perguruan tinggi setiap tahunnya. Padahal di sisi lain, penyerapan lulusan sarjana di Indonesia tergolong lambat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah pengangguran sarjana pada Februari 2013 telah mencapai 360.000 orang, atau 5,04% dari total pengangguran yang mencapai 7,17 juta orang.


Lebih lanjut OECD menilai, lulusan perguruan tinggi Indonesia gagal mengimbangi keinginan pasar. Banyak perusahaan sulit menemukan orang yang bisa berpikir kritis dan mampu membuat transisi yang mulus dalam bekerja. Hal ini ditengarai karena lulusan perguruan tinggi biasanya tidak memiliki pengalaman kerja yang cukup. Kualitas lulusan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja itulah yang kemudian menyebabkan penyerapan lulusan sarjana di dunia kerja mengalami pelambatan.( diktis.kemenag.go.id/index.php?artikel).


Memang sangat membanggakan bila nantinya Indonesia menjadi Negara terkaya sarjana,apabila mereka semua benar-benar sarjana yang bukan hanya karena memiliki ijazah sarjana melainkan mampu membuktikan keserjanaannya dalam kehidupan.Namun,tentu memalukan bila Negara kita sebagai lumbung sarjana tetapi tidak mampu menyelesaikan masalah kebangsaan dan kenegaraan,tidak mempu memajukan bangsa dan Negara sejajar dengan Negara-negara maju yang mungkin sarjanya tidak sebanyak dengan kita.


Berdasarkan kenyataan tersebut,maka kiranya pemerintah baik Kemenetrian Pendidikan maupun Kementerian agama yang menyelenggarankan pendidikan di perguruan tinggi agar memperhatikan kualitas penyelenggaraan pendidikan di setiap perguruan tinggi,baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta.Praktek-praktek penerbitan ijazah illegal (kalau memang ada) hendaknya diberantas,bisnis-bisnis skripsi juga perlu diberantas;termasuk pula guru-guru yang hendak mengajukan usulan kenaikan pangkat dari golongan IV/a ke IV/b dan seterusnya agar karya tulisnya benar-benar bisa dipertanggungjawabkan di depan dewan penguji karena ditengarai banyak dari mereka yang karya tulisnya dibuat oleh orang lain,mudah-mudahan tidak demikian.
Walau penulis bukanlah seorang sarjana berkualitas,namun memiliki harapan agar sarjana Indonesia benar-benar sarjana,yang bisa dipertanggungjawabkan keserjanaannya yang bisa berbuat,bisa menghasilkan dan bisa memajukan.(Jeneponto,2015).

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

SANUSI

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  2

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0