Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Mari Bicara Cinta
Mari Bicara Cinta
0 Komentar | Dibaca 1039 kali

Cinta adalah benda abstrak yang membuat dunia ini berputar, segala aspek kehidupan tidak pernah terlepas dari cinta, keikhlasan seorang ibu melahirkan anaknya dengan taruhan nyawa, merawat dan mengasihinya tanpa batas adalah karena cinta, seorang ayah bekerja membanting tulang demi menghidupi istri dan anaknya, semuanya karena cinta.seorang wanita yang rela ditiduri pacarnya sebelum kepelaminan juga dengan alasan cinta,seorang laki-laki yang membunuh dan terbunuh bahkan bunuh diri adalah karena cinta,seorang suami yang meninggalkan anak dan istri demi wanita lain juga tersesat karena cinta. Bahkan hubungan manusia dengan Tuhan,antara hamba dan sang pencipta juga dengan cinta,kita dapat melihat hal itu dalam ayat berikut :

Allah Ta'ala berfirman,

قُلْ إِنْ كَانَ آَبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

"Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik." (QS. Al-Taubah: 24)

 Allah menyebutkan cinta kepadaNYA sebagai fondasi dalam beribadah dan berjihad dijalannya.

Cinta adalah sebuah emosi dan kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.

Dikutip dari hadist Nabi : "Man ahabba syai'an katsura dzikruhu" bahwa orang yang sedang jatuh cinta akan selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya dan "Man ahabba syai'an fa huwa 'abduhu" bahwa orang yang mencintai sesuatu juga bisa diperbudak oleh cintanya.

sewaktu duduk dibangku sekolah menengah pertama saya senang duduk diperpustakaan dan membaca roman yang dikarang oleh pengarang era Balai Pustaka atau Pujangga Baru dan bahkan ada beberapa syairnya yang saya hafal diluar kepala.Kali ini saya ingin berbagi dan mengenang kembali satu kisah  yang saya dapati di satu buku dengan judul "Layla Majnun"  Syeikh Nizami. Kisah ini adalah kisah percintaan klasik antara dua manusia yg dulu sering dibicarakan oleh banyak orang-orang Arab tepatnya ketika Zaman Bani Umayyah, Kisah cinta  antara Layla & Majnun. Nizami adalah seorang pujangga Persia abad ke-12 yang menggubah kisah ini dengan indahnya, kata-katanya mengalir begitu kuat kedalam pori-pori dan syairnya sanggup menyentuh hati dan membawanya kemana saja sesuai keinginan pengarang.

Layla berasal dari Bahasa Arab yang berarti malam merupakan perumpaan rambut layla yang hitam pekat juga perumpaan bola matanya yang hitam laksana kijang, hal ini terlihat dari ungkapan Majnun ketika Ia melihat seekor kijang yang akan dibunuh oleh seorang pemburu, Ia memanggil pemburu itu dan meminta pemburu itu untuk melepaskannya, Majnun membayar pemburu itu sebagai ganti rugi dengan harta benda yang Ia punya dan itu juga merupakan perbekalannya sebagai pengelana, berikut ungkapan Majnun "Betapa besar matamu mengingatkanku pada mata kekasihku" sambil mengelus kijang itu dan dia melepaskannya.

Majnun sebenarnya bernama Qais, Majnun dalam bahasa Arab berarti gila, ia tergila-gila kepada Layla, gila karena cintanya yang begitu panas membakar tubuhnya hingga Qais menjadi kurus, mendendangkan syair cinta dan menyebut nama Layla dimanapun ia berjalan, benarlah orang menggelarnya gila karena Ia telah kehilangan segalanya bahkan pikirannya sendiri tertutup oleh pikirannya akan Layla, seperti syair Majnun berikut ini (ini syair yang masih saya ingat)

Aku lampu
Kau surya
Kau kalahkah sinarku yang pudar

Matamu yang cemerlang membuat api  menjadi iri,
Tulip dan mawar suram tak berseri

Berpisah,tidak kan pernah
Kurela tersiksa
Jika kumati kaulah darahku yang menyala   

Majnun begitu merindui Layla (pernahkah anda begitu merindui pacar anda, kira-kira seperti itu mungkin yang dirasakan Majnun) hingga ia memutuskan untuk melihat Layla meskipun dengan melihatnya dari jauh saja, hatinya akan tenang. Majnun menunggu Layla didepan pintu gerbang rumah Layla, tapi yang keluar bukan Layla malahan seekor anjing, dan Majnun mencium anjing itu karena ia menganggap mungkin kekasihnya Layla pernah menyentuh anjing itu dengan tangan lembutnya, 

Apakah anda yang membaca tulisan saya ini percaya bahwa cinta bisa seperti itu, mungkinkah dengan mencium anjing itu, Majnun dapat mengobati kerinduannya kepada Layla barang sedikit? Jawabanya, tentu ada pada diri pembaca sekalian . Kembali ke kisah Layla Majnun, kisah ini merupakan kisah cinta sejati dan menginspirasi William Shakespeare untuk menulis romeo juliet, betapa ini merupakan gambaran bahwa cinta sejati adalah bentuk ideal dan maqam tertinggi dari cinta, semua orang menginginkannya, tapi mungkinkah kita mendapatkannya dizaman yang serba materialistis dan semuanya berbau kepentingan seperti sekarang ???? Wa Allahu 'alam…

 

 

 

 
 
Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

syehuajie

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0