Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / Melalui Masa-Masa Depresi
Melalui Masa-Masa Depresi
5 Komentar | Dibaca 896 kali

Penulis : Zaid Buri Prahastyo (terapis NLP dan hipnoterapi, Guru BK SMK Darussalam Makassar)

Hari telah sore, seperti biasa saya membuat laporan harian dan menyiapkan kebutuhan rencana kegiatan esok hari. Hujan mulai sering menyapa kami di kota dengan garis pantai 36,1 km yang merupakan centre point of Indonesia. Cuaca usai hujan sangat menyenangkan, dengan udara sejuk yang mubazir jika tidak dihirup dalam-dalam.

Telepon selulerku bergetar kemudian berdering, tampak tertulis nama orang yang saya kenal di layarnya, “iya, halo, salam alaikum,” ujarku memulai percakapan sebagai yang lebih muda, “Buri, ada waktu mu sebentar nak,” suara di ujung telpon berbicara dengan getaran yang menunjukkan gawatnya keadaan yang dialaminya, tentang kemenakannya yang merupakan om muda saya. Disebut om muda karena secara struktur lebih tua namun secara umur biologis lebih muda.

Pulang dari sekolah saya langsung menuju rumah om muda. Dari kabar yang saya peroleh kondisinya secara fisik dan psikis tampak memburuk, masalah yang dialaminya dikhawatirkan akan membuatnya mengakhiri hidupnya. Om muda saya mengalami Depresi. Ketika saya tiba dia tampak asyik dengan gadgetnya, tidak merespon lingkungannya, dan sesekali mengeraskan genggaman tangannya sambil menutup rapat-rapat matanya.

Saya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar dijadikan bonekaNYA untuk memberikan konseling kepada om muda saya. Saya bermohon menjadi bonekaNYA sebagai teman bicara, sebagai tempat berlindung dari selainNYA. Berharap om muda dapat melalui masa-masa sulitnya lebih cepat dan berhasil move on dengan baik.

Kemudian saya mulai duduk disampingnya, melakukan mirroring sambil menunggunya menyadari kehadiran saya. Segala puji bagi Tuhan tidak butuh waktu lama bagi kami untuk terlibat pembicaraan, komunikasi terjalin baik, saya berusaha menerapkan semua pengetahuan yang saya miliki, membiarkannya mengeluarkan semua pikiran-pikiran terpendamnya, melakukan pengalihan pikiran secara terstruktur di setiap akhir ceritanya, mencoba memahami masalah dari sudut pandangnya dan memberikan kesan empati yang tepat yang dapat dilihat dan dirasakannya juga. Singkat kata pertemuan awal ini berlangsung lancar dan sesuai harapan. Saya mengajaknya sama-sama berdoa dan dalam hati saya memohon kebaikanNYA bagi om muda agar dapat dimudahkan melewati masa depresinya. Pertemuan saya akhiri dengan janji akan bertemu lagi keesokan harinya, dan tak lupa saling bertukar saluran komunikasi.

Pertemuan berikutnya dan seterusnya, dengan berkat rahmat Yang Maha Kuasa, komunikasi berjalan lancar, diskusi mulai dapat dilakukan, pemberian pandangan-pandangan baru dan pengungkapan solusi-solusi tampak mulai berkembang dari pikiran om muda saya sendiri. Kemampuan menerima pendapat baru baik yang berasal dari diri sendiri maupun orang lain merupakan tanda yang sangat positif bagi seseorang untuk dapat keluar dari permasalahan yang pada awalnya seperti jalan buntu. Dengan berbagai macam improvisasi teknik-teknik NLP (neurology language programing), akhirnya om muda mampu menyimpulkan sendiri masalah yang dihadapinya dan merumuskan sendiri pula jalan keluar yang harus ditempuhnya untuk move on dari kondisinya saat ini.

Alhamdulillah. Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang.

Depresi merupakan sebuah fase psikologis. ketika seseorang tertimpa masalah maka secara manusiawi akan melalui 5 tahapan, yaitu merasa marah, kemudian tidak menerima mengapa hal tersebut terjadi padanya, kemudian depresi, kemudian mulai berdamai dengan diri, dan akhirnya menerima kenyataan yang terjadi, pada posisi ini seseorang sudah dapat dikatakan MoveOn. Namun kelima tahapan tersebut tidak selalu harus terjadi berurutan, dan waktu yang dibutuhkan di tiap tahapannya tidaklah sama. Namun masa yang paling berat adalah masa Depresi. Terkadang bahkan sekalipun sudah melaluinya, depresi dapat dengan mudah terpicu dan terulang kembali.

Di masa depresi yang paling dibutuhkan adalah seorang pendamping, seorang sahabat. Keluarga sangat berperan besar membantu seseorang melalui masa-masa depresi. Dengan langkah yang tepat seseorang akan mampu MoveOn dengan sempurna.

Mendampingi seseorang yang sedang depresi tidaklah mudah, terkadang karena kebanyakan orang tidak mengetahui apakah ia dalam kondisi depresi atau tidak. Demikian pula dengan orang lain, kita sukar mengetahui apakah kawan kita, sahabat kita, sementara dalam fase depresi atau tidak, terlebih bila dalam tahap awal, yang sesungguhnya merupakan masa yang paling penting untuk menentukan kecepatan melampaui masa kritis. Di awal depresi inilah sekiranya percepatannya tepat, maka kecepatan melalui masa kritis akan semakin tinggi.

Hal paling penting diketahui adalah respon terhadap sesuatu yang menyenangkan, misalkan pecinta martabak yang secara tiba-tiba kehilangan kemampuan menikmati martabak kesukaannya, ini adalah tanda awal, baik bagi kita pribadi apabila menyadarinya, maupun melalui pengamatan orang lain. Tapi 1 kali kejadian atau tanda seperti itu saja tidak cukup, gejala awal depresi biasanya meliputi hampir sebagian besar waktu dalam sehari. Artinya lostmood, kehilangan kemampuan menikmati, terjadi hampir di setiap waktu. Hal berikutnya adalah kondisi emosi yang seperti mau menangis, baik ketika diri kita sendiri menyadarinya ataupun melalui pengamatan orang lain. Keadaan emosi yang tertekan ini juga hampir terjadi di seluruh waktu dalam sehari. Bila keadaan tersebut Anda rasakan, atau menurut pengamatan Anda terjadi pada sahabat Anda, maka itu adalah gejala awal depresi.

Masalah adalah milik semua mahluk, datang silih berganti dengan kadar yang berbeda. Masalah adalah penyebab depresi. Namun bukan berarti mengacuhkannya dapat mencegah depresi, sebab pada hakikatnya masalah adalah milik semua orang, maka masalah harus bisa dihadapi dengan cara yang tepat, dengan sikap yang benar.

Sikap yang benar dalam menghadapi masalah akan mampu mengurai gejala depresi dengan baik sehingga antibodi dalam tubuh kita akan dapat meresponnya dan secara otomatis akan menyeimbangkan hormon-hormon di dalam tubuh sehingga tahapan depresi dapat terlalui dengan baik, dan secara alamiah kita dapat melihat masalah yang telah berlalu sebagai pengalaman dan motivasi untuk hidup lebih baik di masa datang.

Jangan khawatir dengan jalan yang mendaki, karena jalan yang mendaki akan membawa kita kepada puncak-puncak baru dalam hidup kita. (Anies Baswedan)

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Terdapat 5 Komentar pada "Melalui Masa-Masa Depresi"

  1. NENI SRIWAHYUNI HARTATI

     |
    January 20, 2015 at 3:11 pm

    Sepertinya saya sedang mengalami depresi, mohon diberikan pencerahannya ..

     

     

     

  2. Zaid Buri Prahastyo

     |
    January 23, 2015 at 8:58 am

    Dalam masa depresi yang mbak butuhkan adalah media untuk menumpahkan uneq-uneq, media untuk curhat, media untuk bercerita. Bisa sahabat/teman/sodara/dsb, bisa dengan menuliskannya baik di selembaran kertas maupun dalam catatan harian, dsb, bisa juga dengan berkomunikasi/curhat dalam berdoa, khusus curhat dalam doa saya sarankan untuk mengucapkannya berlahan, jadi suara mbak tertahan di tenggorokan, atau berbicara dengan mulut tertutup atau semacamnya, kemudian sambil diiringi instrumental lagu DoaKu (haddad alwi feat. idris sardi) -it’s work, believe me-

  3. Zaid Buri Prahastyo

     |
    January 22, 2015 at 10:23 pm

    Silahkan, kenapa bisa feel depresi? Kalo mau japri silahkan Line/WA/sms 085656330178..

  4. NENI SRIWAHYUNI HARTATI

     |
    February 7, 2015 at 1:46 pm

    terima kasih atas atensinya yo mas …

     

     

     

  5. Zaid Buri Prahastyo

     |
    February 9, 2015 at 8:02 pm

    Sami2 mbak

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

ANDREAS JOKO HARDIYANTO

Seorang Guru Guru Sekolah Dasar Senang menerapkan metode inovatif Menyukai Seni Lukis, Seni Peran dan Puisi
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0