Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / sukses ujian nasional
sukses ujian nasional
0 Komentar | Dibaca 712 kali
AGUS WAHIDI @aguswahidi
23 January 2015

SUKSES UJIAN NASIONAL

Oleh : Agus Wahidi, S.Pd, M.Pd *

(Guru SMA N 1 Singkawang/ NIP. 197508252006041005)

 

Ujian nasional tinggal menghitung hari lagi, sebuah pertaruhan nasib dan nama baik bagi sekolah maupun siswa dan lebih luas lagi bagi dunia pendidikan di Indonesia. Ujian nasional sebagai tolok ukur keberhasilan siswa dalam belajar selama 3 tahun di SMA atau di SMP . Ujian nasional sebagai sarana kompetisi antar sekolah untuk menunjukkan kualitas sekolah. Sekolah yang mampu meluluskan 100% siswanya maka sekolah tersebut menjadi sekolah yang berprestasi dari perspektif masyarakat umumnya.

Berbagai respon masyarakat tentang ujian nasional mewarnai rumor dan isu dimedia masssa dan diskusi pendidikan. Ada sebagaian masyarakat setuju dengan ujian nasional karena merupakn sarana standarisasi mutu pendidikan secara nasional. Pendapat ini mengacu pada teori kondisional yang mengharapkan suatu subsistem akan beradaptasi dengan tuntutan yang dipatokkan.Dengan asumsi bahwa standar kemampuan yang diajukan adalah kemampuan yang minimal dari bervariasi nya kondisi sosio cultural dan sarana dan prasana sekolah yang ada dalam lingkup nasional. Bahkan sekolah yang diluar negeri yang memakai kurikulum nasional ikut serta dalam ujian nasional. Dengan standar kompetensi minimal yang diujikan diharapkan semua siswa di seluruh Indonesia mampu untuk mengerjakan soal ujian nasional. Dilain pihak ada masyarakat yang tidak setuju karena terlalu mengkultuskan hasil ujian nasional membuat masyarakat sekolah, dinas pendidikan yang mempunyai pandangan bahwa keberhasilan belajar di Sekolah ditentukan oleh ujian nasional, terkadang membuat sekolah dan dinas pendidikan tersebut memilih jalan pintas, karena ketidak siapan siswa maupun sekolah. Ketidak siapan ini mengkristal pada suatu tindakan kecurangan dalam meraih hasil ujian nasional yang tinggi. Mungkin kalau sekolah dan masyarakat pendukung sekolah baik formal maupun informal siap menghadapi ujian nasional tidak terjadi kecurangan-kecurangan yang menodai citra pendidikan nasional. Jadi permasalahan pro dan kontra terhadap ujian nasional adalah masalah kesiapan atau tidaknya sekolah menghadapi ujian nasional.

Kesiapan ujian nasional, ada beberapa hal yang menentukan yaitu kesiapan materi, mental, dan teknis. Kesiapan materi ini berhubungan dengan kesiapan penguasaan kompetensi dasar yang diujikan. Penguasaan kompetensi ini sebagai manifestasi kurikulum KBK yang diterapkan dalam system pendidikan nasional. Jika benar-benar pembelajaran yang dilakukan berbasiskan kompetensi maka tidak ada kata khawatir dalam menghadapi ujian nasional. Sedangkan kesiapan mental akan timbul ketika siswa sudah mengusai kompetensi dan percaya diri penuh untuk menghadapi ujian nasional.Dan kesiapan teknis ini yang jarang diperhatikan oleh siswa maupun sekolah, kecenderungan yang ada kegiatan untuk kesipan teknis dilakukan dalam tataran formalitas saja, sebagai contoh kegiatan try out hanya dilihat sebagai latihan secara konten ujian saja tanpa memanfaatkan latihan teknisnya. Teknis membaca soal yang efektif, dan teknis mengerjakan soal, serta teknis menjawab soal yang efektif.

Untuk menyiapkan teknis dan materi maka perlu menganalisa tentang kondisi real soal ujian nasional dan teknis pelaksanaan ujian nasional yang sudah pernah dilaksanakan. Ada beberapa komponen yang penting dalam teknis pelaksanaan ujian nasional, yaitu bentuk soal, waktu pengerjaan, kepengawasan, mata ujian, lembar jawab, dan SKL. Komponen tersebut perlu untuk disiasati agar dalam mencapai hasil yang maksimal. Kebenaran yang terorganisir akan lebih menang.

Bentuk soal dalam ujian nasional adalah pilihan ganda dari tahun ke tahun  digunakan dalam ujian nasional. Bentuk soal pilihan ganda menuntut siswa harus membaca dan memahami soal yang ekstra lama, karena dalam pilihan ganda dituntut kejelian dan pemahaman dalam menentukan jawaban yang benar. Dalam kejelian dan pemahaman mutlak diperlukan konsentrasi yang tinggi . Kemampuan siswa dalam memahami soal pilian ganda tergantung dari kemampuan dan ketrampilan membaca. Dalam soal pilihan ganda terdapat alternative jawaban yang mirip (distraktor) merupakan cirri dari soal pilihan ganda yang bagus. Ketrampilan siswa dalam memilih jawaban menjadi indicator terkuasainya konsep yang diujikan.

Kepengawasan memegang peranan penting dalam keberhasilan peserta UN. Seorang siswa jika dalam mengisi biodata atau teknis pengisian LJK (lembar jawab computer) terkadang menjadi kendala yang fatal jika salah. Hal ini peran pengawas membantu peserta ujian dalam teknis pengisian LJK, agar peserta UN tidak salah. Kepengawasan yang silang jangan menjadi ajang saling menjatuhkan competitor secara tidak sehat. Kepengawasan silang dimaksudkan agar lebih obyektif hasil UN, bukan untuk mengintimidasi peserta UN dengan pasang muka seram ketika masuk ruang ujian. Secara psikologis hal ini dapat menimbulkan tekanan pada anak. Hal ini menyebabkan otak kurang optimal jika otak dalam kondisi tertekan secara emosional maka otak akan dibajak secara emosional (Goleman dalam Bobbi de Potter, 2010). Niatan baik pengawas UN dalam membantu peserta UN untuk meraih prestasi yang optimal dan obyektif perlu ditanamkan sebelum pengawas masuk ruang ujian.

Membuat prediksi soal yang akan keluar merupakan bentuk preview soal ujian nasional. Dalam memprediksikan soal ini guru berperan penting dalam mengupas SKL yang telah diterbitkan oleh BSNP. Dengan sisa waktu yang ada sebelum hari “H”, pemberian drill soal oleh guru yang dibuat dengan prosedur yang baku dalam membuat soal. Langkah-langkah yang baku dalam membuat soal antara lain adalah dengan mengupas SKL yang ada dengan memetakan kemampuan yang diujikan dengan melihat kata kerja operasional yang dituangkan dalam SKL, dari situ maka guru membuat soal dimulai dari taraf kemampuan yang paling rendah ke taraf kemampuan yang tinggi. Setelah memetakan kemampuan yang diujikan maka langkah selanjutnya adalah mengkaji ruang lingkup materi yang diujikan. Ruang lingkup materi yang diujikan bisa dianalisis menggunakan pendekatan peta konsep agar lebih terstruktur (Canas & Novak, 2006). Dari pohon-pohon konsep yang sudah dipetakan maka dapat dibuat soal tiap konsepnya. Sehingga peluang adanya konsep yang tidak terjaring sedikit. Langkah ini bisa dilakukan oleh guru untuk menyiapkan siswanya dalam menghadapi soal UN 2013 yang kemungkinan menggunakan paket soal yang beragam (20 paket tiap ruang).

UN jangan jadikan momok, tetapi jadikan ujian nasional sebagai pentas untuk unjuk kemampuan guru, siswa, dan sekolah dalam melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah. Semangat fair play dalam kompetisi UN harus dijunjung tinggi agar kemenangan dan prestasi yang diperoleh bermartabat. Selamat berjuang untuk menghadapi UN 2015 semoga berhasil. Ketakutan atau emosi ketika mengerjakan soal dapat mempengaruhi memori atau kinerja otak, terutama otak bawah sadar yang sering dikenal dengan “ otak dibajak oleh emosi”. Jadi faktor psikologis terutama emosi peserta ujian tidak bisa dikesampingkan sehingga komponen lain seperti pengawas UN, pengkondisian suasana ujian sangat mempengaruhi keberhasilan peserta Ujian Nasional 2015. Diharapkan para pengawas tidak masang muka seram dan tegang, positif thinking terhadap peserta ujian sangat diperlukan supaya tindakan pengawas tidak seakan-akan mau menjebak atau mencari-cari kesalahan peserta ujian.

 

Referensi

Bobbi de Porter, 2010. Quantum Teaching. Diterjemahkan oleh Ary Nilandri. Bandung , Kaifa.

Canas, AJ. Novak, JD. 2006. A Collaborative Concept Mapping In Education: Major Research Trends. Proceeding Of The Second International Confrence On Concept Mapping, San Jose, Costarica.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

SIGIT APRISAMA

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0