Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / PENELITIAN GURU SMP
PENELITIAN GURU SMP
0 Komentar | Dibaca 549 kali

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS
PARAGRAF DEDUKTIF MELALUI METODE
PARTISIPATORI SISWA

Oleh: Yayun Endah Suryaningsih S.Pd
Guru SMP Negeri 1 Tambak Gresik

Salah satu yang terpenting dalam bentuk aktivitas dalam dunia pendidikan menstrasformasikan ide, gagasan mengenai disiplin ilmu tertentu adalah mengajar. Mengajar menuntut adanya bentuk profesionalisme dari seorang guru. Perubahan sebagai hakekat dari pendidikan menuntut komplektivitas dan keserasian dalam pelaksaannya, hal inilah yang senantiasa mendasari adanya perubahan tersebut secara dinamis, mengajar secara klasikal tidak lagi dianggap sebagai cara paling tepat menyampakan pengetahuan kepada peserta didik. Ada cara lain yang dianggap lebih baik perlu diterapkan.
Berdasarkan pemaparan di atas maka kami memiliki inisiafit untuk mengadakan penelitian terhadap “PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF DEDUKTIF MELALUI PENDEKATAN METODE PARTISIPATORI SISWA KELAS IX-C SMP NEGERI 1 TAMBAK GRESIK TAHUN 2014”. Bahasa memiliki peranan penting dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik. Selain itu, juga merupakan penunjang keberhasilan peserta didik dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik berkomunikasi dalam bahasa Indonesia secara baik dan benar, baik secara lisan maupun secara tulis. Keterampilan bahasa tulis dan lisan dalam kurikulum KTSP maupun Kurikulum Berkarakter diberi peluang yang sama, ini berarti dua keterampilan tersebut harus sama-sama dikuasai oleh siswa. Termasuk di dalamnya siswa SMP Negeri I Tambak. Dalam kenyataan sehari-hari, dua keterampilan tersebut kurang dikuasai dalam penggunaannya oleh siswa-siswa di SMP Tambak, terutama keterampilan menulisnya.ccccc
Kemampuan berbahasa, tercakup dalam empat aspek keterampilan, mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Keterampilan mendengarkan dan membaca disebut kemampuan reseptif, sedangkan kemampuan berbicara dan menulis disebut kemampuan produktif. Kemampuan reseptif dan kemampuan produktif merupakan dua sisi yang saling melengkapi Sakdiyah, (28 – 09 – 2009).
Diantara keempat keterampilan di atas, pada aspek menulis inilah peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian, karena pada aspek ini relatif sulit.Dan pada aspek ini pula, siswa harus mampu menyusun paragraf deduktif. Materi menyusun paragraf deduktif merupakan penjabaran dari Kompetensi Dasar; menulis karangan dengan berpedoman pada ketepatan ejaan, tanda baca, pilihan kata, keefektifan kalimat, keterpaduan paragraf. Pada aspek keterampilan menulis yang dinilai bukanlah panjangnya tulisan, tetapi ketepatan ejaan, ketepatan yanda baca, ketepatan pilihan kata, dan kejelasan isi tulisan melalui keruntutan kalimat atau sistematikanya, keterkaitan antara kalimat satu dengan kalimat lainnya, baik secara harfiah maupun secara makna (kohesi dan koherensi/keterpaduan paragraf). Dengan demikian pemahaman terhadap isi paragraf akan mudah, oleh sebab itu siswa harus memperoleh kesempatan bertanya jawab tentang hal-hal yang dianggap perlu dan kurang dipahami. Siswa tidak hanya dilatih menemukan kesalahan sendiri, melainkan memperbaiki dan membenarkannya (Bambang, K.P. 1997 : 8).

Metode Penelitian
Penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif berupa penelitian tindakan kelas dengan teknik siklus, Penelitian ini merupkan penelitian tindakan kelas (PTK) ada empat tindakan yang diteliti selama dalam pembelajaran berlansung dengan kurun waktu tiga kali tatap muka dengan waktu 40 x 2 x 3 (tatap muka) di kelas XI c SMP Negeri I Tambak tahun pelajaran 2013/2014 Dari metode, teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif, nyata, dan praktis di kelas saat pembelajaran berlangsung. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik pembelajaran berdasarkan pada kesimpulan dari hasil analisis.

Hasil Penelitian Siklus 1

Tahap perencanaan
Pada fase perencanaan ini, peneliti melakukan perencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) menulis paragraf deduktif dengan model partipsipatori dan menyiapkan tugas yang harus dikerjakan dalam kelompok selama pembelajaran kemudian siswa di bagi menjadi 5 kelompok untuk mengukur tingkat tingkat ketercapaian indikator penelitian ini.

Tahap Pelaksanaan
Pada kegiatan ini, peneliti melaksanakan pembelajaran menulis paragraf deduktif melalui model partisipatori dengan berpedoman pada RPP yang telah dipersiapkan.Siswa menyimak apa yang dibacakan oleh salah satu kelompok yang diberikan oleh seorang guru, kelompok lain mendengarjkan kemudian bergantian untuk melanjutkandari kelompok yang sudah selesai diberikan tugas oleh guru.Sedangkan kelompok yang mendengakan dibetrik tugas menyimak paragraf teks yang dibacakan untuk memahami kemudian sambil menulis dari apa yang disimak tadi.
Kemudian guru mengevaluasi hasil pembelajaran selama siswa aktif mengikuti pembelajaran yang diberikan ditantai dengan meningkatnya kamampuan siswa dalam peningkatan kemampuan siswa dalam menulis paragraf Deduktif.

Tahap Observasi
Observasi penelitian ini dilakukan oleh dua observer terhadap proses pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti. Pengamatan ini berpedoman pada observasi yang telah disusun

PEDOMAN PENGAMATAN
Nama Peneliti : Yayun Endah S.Pd
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : IX C/ 1
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
Nama Kolaborator : 1. R,Musleh S.Pd.
2.Amalia Rizqiyah, S.Pd.
A PRA PENGAMATAN
NO. KEGIATAN Ya Tdk
1. Apakah peneliti membuat perangkat pembelajaran?
a.Silabus
b.(RPP)
c.LKS
B PADA SAAT PELAKSANAAN KBM
NO KEGIATAN Ya Tdk
I Kegiatan Awal
1. Apakah peneliti memberikan apersepsi terkait dengan menulis paragraf deduktif?
II Kegiatan Inti

Tahap Refleksi
Kegiatan refleksi dilakukan bersama dua observer dan dilakukan setelah proses pembelajaran siklus pertama selesai. Hasil refleksi adalah ditemukannya masalah yang dihadapi kelas IX C SMPN I Tambak Bawean,Gresik yaitu kurang mampu menulis paragraf deduktif .

Kesimpulan
Hasil penelitian ditemukan peningkatan kemampuan menulis paragraf deduktif pada siswa kelas IX-C SMP Negeri I Tambak Bawean Gresik melalui metode partisipatori, setelah siswa diberi tugas menulis paragraf deduktif.
Berdasrkan skor rata-rata pencapaian tugas dari aspek 1 sampai aspek 6 pada siklus satu dan siklus dua diperoleh selisih yang diasumsikan sebagai hasil peningkatan kemampuan menulis paragraf deduktif pada setiap tugas 86
Rata-rata kemampuan menulis paragraf deduktif pada siklus kesatu adalah 69 dan siklus kedua adalah 86 Selisih keduanya merupakan hasil belajar yaitu 30 perbandingan prosentasi peningkatan rata-rata kemampuan menulis paragraf deduktif pada siklus kesatu dan siklus kedua adalah 99 atau 99% : 69% = 30% Selisih prosentasi tersebut adalah 30 yang merupakan peningkatan yang baik.
Peningkatan kemampuan menulis paragraf deduktif pada kelompok I, II, III, IV, V, VI adalah 86,89, 88, 100, 100, dan 86 Prosentasi menulis paragraf deduktif setiap kelompok tersebut adalah 86%, 89%, 88%, 100%, 100%, 86%. Merupakan peningkatan kemampuan menulis paragraf deduktif yang menggembirakan.#Semoga Guru Kita Gemar meningkatkan Penelitian terhadap perkembangan siswanya demi meningkatkan kemajuan

Salah satu yang terpenting dalam bentuk aktivitas dalam dunia pendidikan menstrasformasikan ide, gagasan mengenai disiplin ilmu tertentu adalah mengajar. Mengajar menuntut adanya bentuk profesionalisme dari seorang guru. Perubahan sebagai hakekat dari pendidikan menuntut komplektivitas dan keserasian dalam pelaksaannya, hal inilah yang senantiasa mendasari adanya perubahan tersebut secara dinamis, mengajar secara klasikal tidak lagi dianggap sebagai cara paling tepat menyampakan pengetahuan kepada peserta didik. Ada cara lain yang dianggap lebih baik perlu diterapkan.
Berdasarkan pemaparan di atas maka kami memiliki inisiafit untuk mengadakan penelitian terhadap “PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF DEDUKTIF MELALUI PENDEKATAN METODE PARTISIPATORI SISWA KELAS IX-C SMP NEGERI 1 TAMBAK GRESIK TAHUN 2014”. Bahasa memiliki peranan penting dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik. Selain itu, juga merupakan penunjang keberhasilan peserta didik dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik berkomunikasi dalam bahasa Indonesia secara baik dan benar, baik secara lisan maupun secara tulis. Keterampilan bahasa tulis dan lisan dalam kurikulum KTSP maupun Kurikulum Berkarakter diberi peluang yang sama, ini berarti dua keterampilan tersebut harus sama-sama dikuasai oleh siswa. Termasuk di dalamnya siswa SMP Negeri I Tambak. Dalam kenyataan sehari-hari, dua keterampilan tersebut kurang dikuasai dalam penggunaannya oleh siswa-siswa di SMP Tambak, terutama keterampilan menulisnya.

Kemampuan berbahasa, tercakup dalam empat aspek keterampilan, mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Keterampilan mendengarkan dan membaca disebut kemampuan reseptif, sedangkan kemampuan berbicara dan menulis disebut kemampuan produktif. Kemampuan reseptif dan kemampuan produktif merupakan dua sisi yang saling melengkapi Sakdiyah, (28 – 09 – 2009).
Diantara keempat keterampilan di atas, pada aspek menulis inilah peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian, karena pada aspek ini relatif sulit.Dan pada aspek ini pula, siswa harus mampu menyusun paragraf deduktif. Materi menyusun paragraf deduktif merupakan penjabaran dari Kompetensi Dasar; menulis karangan dengan berpedoman pada ketepatan ejaan, tanda baca, pilihan kata, keefektifan kalimat, keterpaduan paragraf. Pada aspek keterampilan menulis yang dinilai bukanlah panjangnya tulisan, tetapi ketepatan ejaan, ketepatan yanda baca, ketepatan pilihan kata, dan kejelasan isi tulisan melalui keruntutan kalimat atau sistematikanya, keterkaitan antara kalimat satu dengan kalimat lainnya, baik secara harfiah maupun secara makna (kohesi dan koherensi/keterpaduan paragraf). Dengan demikian pemahaman terhadap isi paragraf akan mudah, oleh sebab itu siswa harus memperoleh kesempatan bertanya jawab tentang hal-hal yang dianggap perlu dan kurang dipahami. Siswa tidak hanya dilatih menemukan kesalahan sendiri, melainkan memperbaiki dan membenarkannya (Bambang, K.P. 1997 : 8).

Metode Penelitian
Penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif berupa penelitian tindakan kelas dengan teknik siklus, Penelitian ini merupkan penelitian tindakan kelas (PTK) ada empat tindakan yang diteliti selama dalam pembelajaran berlansung dengan kurun waktu tiga kali tatap muka dengan waktu 40 x 2 x 3 (tatap muka) di kelas XI c SMP Negeri I Tambak tahun pelajaran 2013/2014 Dari metode, teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif, nyata, dan praktis di kelas saat pembelajaran berlangsung. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik pembelajaran berdasarkan pada kesimpulan dari hasil analisis.

Hasil Penelitian Siklus 1

Tahap perencanaan
Pada fase perencanaan ini, peneliti melakukan perencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) menulis paragraf deduktif dengan model partipsipatori dan menyiapkan tugas yang harus dikerjakan dalam kelompok selama pembelajaran kemudian siswa di bagi menjadi 5 kelompok untuk mengukur tingkat tingkat ketercapaian indikator penelitian ini.

Tahap Pelaksanaan
Pada kegiatan ini, peneliti melaksanakan pembelajaran menulis paragraf deduktif melalui model partisipatori dengan berpedoman pada RPP yang telah dipersiapkan.Siswa menyimak apa yang dibacakan oleh salah satu kelompok yang diberikan oleh seorang guru, kelompok lain mendengarjkan kemudian bergantian untuk melanjutkandari kelompok yang sudah selesai diberikan tugas oleh guru.Sedangkan kelompok yang mendengakan dibetrik tugas menyimak paragraf teks yang dibacakan untuk memahami kemudian sambil menulis dari apa yang disimak tadi.
Kemudian guru mengevaluasi hasil pembelajaran selama siswa aktif mengikuti pembelajaran yang diberikan ditantai dengan meningkatnya kamampuan siswa dalam peningkatan kemampuan siswa dalam menulis paragraf Deduktif.

Tahap Observasi
Observasi penelitian ini dilakukan oleh dua observer terhadap proses pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti. Pengamatan ini berpedoman pada observasi yang telah disusun

PEDOMAN PENGAMATAN
Nama Peneliti : Yayun Endah S.Pd
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : IX C/ 1
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

Tahap Refleksi
Kegiatan refleksi dilakukan bersama dua observer dan dilakukan setelah proses pembelajaran siklus pertama selesai. Hasil refleksi adalah ditemukannya masalah yang dihadapi kelas IX C SMPN I Tambak Bawean,Gresik yaitu kurang mampu menulis paragraf deduktif .

Kesimpulan
Hasil penelitian ditemukan peningkatan kemampuan menulis paragraf deduktif pada siswa kelas IX-C SMP Negeri I Tambak Bawean Gresik melalui metode partisipatori, setelah siswa diberi tugas menulis paragraf deduktif.
Berdasrkan skor rata-rata pencapaian tugas dari aspek 1 sampai aspek 6 pada siklus satu dan siklus dua diperoleh selisih yang diasumsikan sebagai hasil peningkatan kemampuan menulis paragraf deduktif pada setiap tugas 86
Rata-rata kemampuan menulis paragraf deduktif pada siklus kesatu adalah 69 dan siklus kedua adalah 86 Selisih keduanya merupakan hasil belajar yaitu 30 perbandingan prosentasi peningkatan rata-rata kemampuan menulis paragraf deduktif pada siklus kesatu dan siklus kedua adalah 99 atau 99% : 69% = 30% Selisih prosentasi tersebut adalah 30 yang merupakan peningkatan yang baik.
Peningkatan kemampuan menulis paragraf deduktif pada kelompok I, II, III, IV, V, VI adalah 86,89, 88, 100, 100, dan 86 Prosentasi menulis paragraf deduktif setiap kelompok tersebut adalah 86%, 89%, 88%, 100%, 100%, 86%. Merupakan peningkatan kemampuan menulis paragraf deduktif yang menggembirakan.#Semoga Guru Kita Gemar meningkatkan Penelitian terhadap perkembangan siswanya demi meningkatkan kemajuan

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

SYAMSUDIN

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0