Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / Perjuangan Para Guru Pinggiran
Perjuangan Para Guru Pinggiran
2 Komentar | Dibaca 1601 kali

Ketika melihat Para Guru yang bekerja di daerah pinggiran, bisa dibayangkan betapa sulitnya mereka harus berjuang untuk mencerdaskan anak – anak bangsa. Contoh kecil saja, di daerah Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Daerah ini berkisar 145 Kilometer dari Ibu Kota Propinsi Jawa Timur, Surabaya ke Lumajang Kota, kemudian dilanjutkan ke arah selatan sekitar 55 kilometer dengan jalan naik turun bukit. Di tambah lagi ada sekitar 5 kilometer jalan yang rusak berat sehingga agak menyulitkan untuk dijangkau motor bahkan mobil roda 4.Tetapi masih ada saja Bapak bahkan Ibu guru yang menempuh perjalanan tiap hari dari Kota Lumajang ke Tempursari yang membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Ada lagi GTT yang biasanya juga harus Pulang-Pergi dan kadang mencari "ojekan" kepada teman – temannya yang tiap hari harus menempuh 1 – 2 jam. Hal ini membuat beberapa rekan kerja bahkan siswa termotivasi untuk tidak kalah semangat dalam melakukan aktifitas ke sekolah. Moga – moga ini bisa juga membuat pembaca lainnya untuk lebih bersemangat lagi.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Terdapat 2 Komentar pada "Perjuangan Para Guru Pinggiran"

  1. Ariyo Galih

     |
    February 11, 2015 at 1:01 pm

    Respect kepada guru yang mengajar dengan tulus di pedalaman 🙂

  2. RITA TRIMARIANA

     |
    February 13, 2015 at 2:03 pm

    kadang orang menghargai sebuah produk yg bisa langsung dinikmati. Seandainya semua pahami dan mengerti produk seperti apa yang dihasilkan pengajar yang disumbangsihkan kepada pribadi, keluarga, bangsa & negara, saya yakin pemerintah, masyarakat, terutama orang tua murid tak akan membiarkan keadaan yang dialami guru – guru pinggiran.
    Mungkin mereka berkata kan sudah ada serifikasi ? tapi mereka tdk tahu tidak semua guru/pengajar itu pegawai negeri, tidak semua guru/pengajar itu bersertifikasi.
    Terimakasih buat yang menciptakan lagu Hmyne guru itu lagu bisa jadi penghibur hati kami guru/pengajar yang masih berstatus pengabdian/bantu/honor, meskipun SK yang dipunya hanya SK mengajar tiap 6 bln sekali yg harus diperbaharui. Melihat putra putri didik kami berhasil meraih impian itu hal yang membanggakan karena memang itu tujuan kami dalam menjalankan tugas, kewajiban & pengabdian sebagai pendidik

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

WIJAYA KURNIA SANTOSO

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0