Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Buku

Beranda / Buku / 3 Langkah Sederhana Membangun Budaya Membaca
3 Langkah Sederhana Membangun Budaya Membaca
0 Komentar | Dibaca 732 kali

Membaca adalah salah satu kegiatan penting dalam proses pembelajaran pada diri siswa. Baik membaca buku teks pelajaran, maupun buku-buku wawasan umum. Namun begitu, tidak semua anak dengan serta merta telah terbangun keinginannya untuk membaca. Karenanya usaha untuk membudayakan membaca menjadi penting untuk segera direalisasikan.

@alfarafaAda beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk membangun budaya membaca. Di antaranya adalah:

1. Menyediakan buku-buku yang sesuai dengan tingkat psikologi anak

Peserta didik setiap hari sudah akrab sekali dengan buku-buku yang berkaitan dengan pelajaran. Apabila di perpustakaan sekolah yang disediakan hanyalah buku mata pelajaran, tentu minat mereka untuk mengunjungi perpustakaan akan sangat minim. Akan menjadi berbeda, ketika diperpustakaan disediakan buku-buku cerita anak, dan apalagi buku cerita yang bergambar. Karena pada usia dini, tingkat hayalan mereka sangatlah tinggi. Dan cerita yang disertai dengan visualisasi tentu akan menarik perhatian mereka.

Pada tingkatan sekolah dasar tentu berbeda dengan mereka yang sudah berada pada Sekolah Menengah Pertama maupun atas. Pada sekolah dasar, cerita anak dan dongeng-dongeng akan menjadi bacaan yang sangat menarik bagi mereka, dan tidak berlaku bagi mereka yang sudah menginjak usia remaja.

Cerpen remaja dan novel mungkin akan lebih sesuai dengan mereka. Tak masalah misal novel itu tentang kisah cinta atau pun yang lain, karena tujuan kita adalah membiasakan mereka membaca. Yang perlu kita lakukan adalah memilah novel mana yang mendidik dan yang tidak.

Semakin banyak pilihan buku yang menarik perhatian mereka, makan akan semakin berpeluang untuk membuat mereka suka membaca.

2. Menyediakan tempat yang asyik untuk membaca

Membaca akan menjadi lebih mengasikkan apabila dilakukan di tempat yang asik pula. Perpustakaan sebagai tempat membaca tidaklah harus di setting dengan meja-meja yang tertapa rapi seperti halnya di dalam kelas. Itu bisa membuat mereka tak betah berada di