Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Guru yang Menyenangkan adalah Idaman Setiap siswa
Guru yang Menyenangkan adalah Idaman Setiap siswa
0 Komentar | Dibaca 353 kali
Eka Kurnia @ekurnia93
05 March 2015

Pada dasarnya setiap manusia dalam segala usia menyukai kondisi yang menyenangkan bagi mereka. begitupun para anak dalam proses pembelajaran membutuhkan situasi dan kondisi yang menyenangkan bagi mereka, sehingga proses pembelajar tidak terjadi secara kaku.

Dewasa ini makin banyak metode maupun model pembelajaran yang mulai berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Mungkin sudah sering kita dengar dalam dunia pendidikan mengenai istilah fun learning. fun learning adalah sebuah model pembelajaran yang mengusahakan rasa senang pada anak dalam melakukan proses pembelajaran.

fun learning mencoba mengintegrasikan dunia bermain anak dengan proses pembelajaran sehingga banyak bermunculan permainan edukatif yaitu permainan yang didalamnya terkandung nilai-nilai pendidikan.

Pandangan kita bahwa belajar sebagai proses menyampaikan ilmu saja menjadikan proses pembelajaran yang kita buat tak jarang monoton dan membosankan bagi anak. kondisi yang telah membudaya, kelas yang pasif seolah membunuh keaktifan dan kreativitas anak.

Maka kita harus menyudahi keadaan tersebut, kita harus mampu menjadi pendidik yang terus mendukung untuk mengembangkan keaktifan dan kreativitas peserta didik melalui cara menciptakan proses pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi anak.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan adalah,

1. Sebagai seorang guru yang pada dasarnya sebagai manusia tentu kita memiliki problematika kehidupan yang beragam yang terkadang dapat membuat mood kita begitu buruk. Namun, sebagai seorang guru kita tidak boleh masuk kekelas dengan ekspresi wajah murung kesal apalagi ganas seperti akan memangsa manusia. sebisa mungkin seberat apapun problem kita, kita harus menyuguhkan wajah termanis didepan anak-anak didik kita.

2. Jangan pernah melupakan tahap ice breaking dalam proses pembelajaran, pada sebuah kelas yang disi oleh beberapa anak yang tentu tidak membawa background keluarga yang sama. Mungkin ada siswa yang membawa rasa bahagia dari rumah dan tentu tak dapat dipungkiri bisa jadi ada anak yang membawa kesedihan dari rumah contoh sepele mungkin ia tak memperoleh bekal atau ia baru saja memperoleh omelan orang tua. tentu kita harus memecahkan kebekuan-kebekuan untuk menyatukan pemikiran anak hingga siap memulai pembelajaran. Cara termudah melakukan ice breaking pada anak usia kelas rendah yaitu I, II dan III kita dapat mengajak mereka untuk melakukan permainan atau bernyanyi bersama. sedangkan pada usia kelas tinggi yaitu kelas IV, V dan VI kita dapat melakukan sharing sederhana sebelum masuk memulai pembelajaran.

3. ciptakanlah interaksi yang tidak kaku sehingga anak saat memiliki masalah pembelajaranpun tidak sungkan untuk menyampaikannya pada guru. Adalah sebuah kemirisan yang sangat nyata bagi seorang guru saat menjelaskana didepan kelas bak seorang penjual obat yang panjang lebar berbicara namun tak diperhatikan, dan saat diperhatikan hanya membuat anak mengantuk atau bolak-balik kamar mandi.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Ricari Sinaga

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0