Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Satu Nyawa Begitu Berharga
Satu Nyawa Begitu Berharga
0 Komentar | Dibaca 416 kali

Satu Nyawa Begitu Berharga

Oleh,

Pipin Arifin, S.Pd

Akhir-akhir ini media kita begitu gencar memberitakan proses eskekusi terpidana mati gembor narkoba yang populer dengan istilah Bali nine andrew chan dan Myuran sukumaran. Begitu masifnya pemberitaan tersebut, sampai-sampai kita lupa akan kenaikan BBM dan beras. Pemerintah Australia sampai hari ini belum berhenti berjuang, meloby pemerintah indonesia agar membatalakan ekseskusi itu, karena hukuman mati melanggar hak-hak dasar manusia untuk menikmati kehidupan. Beragam jurus dikeluarkan untuk memuluskan usaha mereka dari barter tahanan, mengancam kunjungan hingga mengungkit kembali bantun yang telah diberikan pada indonesia khusunya waerga Aceh yang terkena bencana tsunami tahun 2004 silam. Entah sudah kehilangan akal atau cara hingga pernyataannya membuat warga indonesia geram. Melalui propaganda media sosial, masyarakat melakukan “perlawanan” dengan gerakan mengumpulkan koin untuk dikembalikan pada pemerintah australia. Pernyataan itu terlontar dari perdana mentri australia Tony abbott, yang justru dikecam oleh warganya sendiri. Karena sejatinya bantuan itu sifatnya tanpa pamrih dan tidak ada kaitannya dengan proses hukum. Sebenarnya sah-sah saja mereka melakukan loby hukum sebagai bentuk perlindungan terhadap warganya. Namun pada akhirnya keputusan tetap ada di tangan pemerintah indonesia, dan mereka harus hargai kedaulatan itu, apalagi kejahatan narkoba sama bahayanya dengan terorisme.

Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN) terhitung hingga 2013 ada 4,2 juta jiwa korban penyalahgunaan narkoba, mayoritas dari kalangan remaja dan pemuda yang merupakan penerus bangsa ini. Tercatat kurang lebih 40 orang meninggal tiap tahunnya akibat barang haram tersebut, belum lagi krugian materi yang ditimbulkan akibat narkoba yang mencapai Rp 41 Trilyun. Berbagai cara dilakukan para gembong narkoba untuk memuluskan bisnisnya mulai dari pengiriman sampai membuat narkoba jenis baru supaya terhindar dari jeratan hukum.  Tercatat ada 251 jenis narkoba baru yang ditemukan. Baru-baru ini ada 24 narkoba baru yang masuk ke Indonesia yang belum diatur oleh undang-undang No 35 Thn 2009 tentang narkotika, salahsatunya adalah methylenedioxy, methcathimone atau lebih dikenal sebagai methylon (M1) yang dikonsumsi oleh artis Rafi ahmad. Ini tentu sangat berbahaya bagi generasi kita, perlu adanya edukasi/penyuluhan lebih intensif lagi terhadap masyarakat kususnya para remaja. Itulah mengapa Presiden jokowi begitu “keukeuh” menolak bujuk rayu mereka, dan sampai hari ini tentunya kita masih berharap komitmen itu masih tetap terjaga.

Setiap kejadian pasti ada hikmah yang dapat kita ambil, begitu pula dengan peristiwa ini. Sebenarnya Pemerintah Australia