Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / ARTI SEBUAH KEIKHLASAN
ARTI SEBUAH KEIKHLASAN
0 Komentar | Dibaca 522 kali
FAHRURROZI @20nop84
11 April 2015

ARTI SEBUAH KEIKHLASAN
Beragam pendapat yang muncul dalam memberikan batasan definitif. Sebagian aada yang menggagas dalam kajian ini menurut suatu prespektif, ada pula yang memberikan penekanan pada salah satu segi arti di antara berbagai alternatif makna ikhlas atau ada pula yang sekedar menegaskan kembali gagasan yang telah diajukan orang lain, maskipun dengan ungkapan yang berbeda-beda.
Ustadz Abdul Qasim al-Qusyairi dalam risalahnya menerangkan:”Ikhlas adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam ketaatan. Dengan kata lain: dengan ketaatanya itu dia ingin mendekatkan diri kepada Allah bukan pada selain Dia. Sehingga dapat dikatakan bahawa ikhlas adalah penyucian suatu amal dari pamrih untuk diperhatikan orang lain”.
Ikhlas bisa juga berarti perisai yang menjauhkan diri dari perbuatan yang ingin diperhatikan oleh orang lain. Salah seorang syekh terkemuka di kalangan spritualis, Al-junaidi, menyatakan bahwa ikhlas adalah sirr (rahasia) antara Allah dan sang Hamba, tidak diketahui bahkan oleh Malaikat, sehingga dapat dicatat; tidak pula setan, sehingga dapat merusak nilainya; tidak pula oleh hasrat, sehingga dapat membuatnya menyimpang.
Dzun Nun berkata: “tanda-tanda ikhlas ada tiga: pertama, tatkala seorang tidak terpengaruh baik oleh cacian ataupun sanjungan dari orang lain; kedua, tidak lagi mengindahkan hasil akhir dari pekerjaan selama proses pelaksanaannya; dan ketiga, tidak lagi pamrih kepada perolehan pahala dari setiap amalan akhirat.”
KOMPOSISI PENTING IKHLAS
Berkaitan dengan ikhlas, sangatlah penting membentuk esensi keikhlasan, diantaranya: Pertama, selalu lebih mencemaskan pengawasan sang khalik. Kedua, tatkala aspek spritual seseorang sesuai dengan aspek lahiriyahnya (Amalan). Ketiga, manakala dia tidak lagi menghiraukan pujian maupun cercaan dari orang lain. Keempat, tidak menghitung-hitung keikhlasannya, sehingga membuatnya mengagumi dirinya sendiri. Kelima, tidak ada lagi pamrih kepada perolehan pahala dari suatu amal di akhirat kelak.
Imam al-Ghazali dalam karyanya Ihya’ ‘ulumuddin berkata: “ketahuilah, dalam tataran konsepsional segala sesuatu berpeluang untuk dimasuki oleh elemen-elemen campuran lain yang mencemarinya, tetapi tatkala sesuatu itu dibersihkan dan dimurnikan dari faktor-faktor yang mencemarinya, ia dapat diberi atribut sebagai sesuatu yang telah murni (Khalish)”

TANDA-TANDA KEIKHLASAN
Keikhlasan mempunyai tanda dan sinyalemen yang beragam yang dapat terlihat dalam kehidupan, perilaku dirinya maupun tentang orang lain. Tanda-tanda tersebut diantaranya:
1. Mencemaskan dirinya dari penampilan yang mencari popularitas.
Tantkala seseorang mencemaskan popularitas dirinya dan keharuman namanya di tengah-tengah masyarakat akan berisiko bagi diri dan agamanya. Sifat ini khususnya adalah bagi mereka yang mendapatkan karunia langsung dari Allah, dan saat dia meyakini bahwa penerimaan di sisi Allah adalah dengan amal-amal sirri, bukan penampilan amal lahiriyah