Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / Guru honor , kerap abaikan kesehatan anak ?
Guru honor , kerap abaikan kesehatan anak ?
0 Komentar | Dibaca 793 kali
HUSNIJAL @husnijal05
21 April 2015

Entah benar entah tidak, para suami sering menggendong anaknya yang sedang sakit, sambil mengatakan anak ku sayang anakku malang, lantaran istrinya seorang ibu guru yang berstatus honorer sering abaikan kesehatan anaknya yang masih balita.

terkadang. Kasihan kita melihat balita-balita itu, sakit demam panas, pilek dan batuk dan sedang membutuhkan belayan kasih sayang dari orang yang melahirkannya, tapi malah balita malang itu tetap dititip kepada tukang asuh.

bagi guru honor, apalagi tempat menghonornya itu sekolah negri. Tugas mengajar di sekolah tempat dia menghonor adalah nomor wahid.

meskipun panas atau hujan lebat kilat dan petir menyambar diiringi badai topan, bahkan meskipun langit akan runtuh dan bumi akan terbelah. dia tetap Hadir tepat waktu tiap hari, berpakayan rapi dan distrika persis pakayan dinas Pegawai negri, diantar suaminya kesekolah, dan bila tiba masa gajian honornya sebanyak 3 ratus ribu rupiah sebulan itu di bagi dua dengan tukang asuh bayi. Rp.150.000 -_ untuknya dan Rp. 150.000-_ untuk tukang asuh.

hal ini kerap menimbulkan permasalahan dalam keluarga, bila disuruh berhenti oleh suaminya, suaminya juga orang kecil. biasanya kalau disuruh berhenti jawabnya seperti ini”Kalau gaji abang sudah 3 juta sebulan biarlah saya mundur jadi guru honor!”

dan biasanya yang menyuruh menghonor adalah ayah-ibunya yang telah berjasa mengandung, melahirkan, menyusui, dan merawat, membiayai sampai dia tamat kuliah. bila berhenti mengajar maka kuliah yang hampir 5 tahun itu, dengan biaya yang besar itu tentu jadi percuma saja. padahal orang tuanya dulu sudah habis habisan menguliahkannya, bahkan hampir menjual sawah dan ladang.

khabarnya bila permasalahan guru honor ini di ketahui kepala sekolah atau orang lain, paling jawabnya, mereka akan berciloteh “siapa suruh juga mengajar di SD ini ? repot amat amat aja tidak repot ”

seharusnya kamu bangga bisa menghonor di SD ini, ini sekolah negri masih banyak kok yang antri ingin bekerja disini.

penulis sendiri juga tidak menyangkal bila ada yang beranggapan bahwa guru honor di sekolah negri terpinggirkan. dan khabarnya solidaritas mereka disana juga rendah. misalnya ada guru honor yang melahirkan, maka mereka cuek seperti bebek, tidak memperlihatkan rasa ikut bahagia, apalagi datang ramai-ramai menengok.

buat guru guru honor seluruh indonesia, jangan pernah menganggab kesehatan anak anak itu tidak penting. pekerjaan juga memang penting. tetapi kesehatan anak jauh lebih penting.

kepala sekolah negri tempat mengajar bukan tuhan, kenapa musti takut diberhentikan.riski sudah ada yang mengatur. ada paha ada kaki, ada usaha ada rezeki.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Riko Wijaya

http://www.pendaftaran.net/2016/11/cara-pendaftaran-ppdb-online-sekolah.html
Daftar Artikel Terkait :  1

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0