Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Hymne Guru:Pujian bagi Guru,sang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Hymne Guru:Pujian bagi Guru,sang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
0 Komentar | Dibaca 443 kali

“Engkau pelita di malam kelam,
Embun penyejuk dalam kehausan,
Patriot Pahlawan bangsa
Jasamu tiada tara”

Sosok Guru sangat melekat dengan kata mengajar dan mendidik. Mengajar lebih pada kemampuan akademik Guru dalam mentransfer ilmu pengetahuan sesuai dengan disiplin ilmunya kepada siswa-siswi tapi mendidik lebih pada pendekatan nilai sesuai dengan norma agama dan etika yang tercermin dari sosok seorang Guru sehingga kepribadian seorang Guru akan ditiru,dituruti,dicontoh,dan diteladani oleh anak didiknya. Kemampuan seorang Guru menempatkan pribadinya sebagai seorang “Pengajar” dan “Pendidik” menujukan sosok Guru yang bukan hanya mampu menjadi pelita yang menerangi akal dan budi anak didik di malam kelam tetapi juga menjadi pahlawan bagi ribuan anak bangsa dalam mancari suaka pengetahuan;menggapai cita-citanya dan menemukan jati dirinya yang se-benar-benar-nya bahwa “Aku anak Indonesia-indonesia is my country”
Guru adalah inti dari proses pendidikan. Guru juga menjadi kunci utama pendidikan. Soal Guru adalah soal masa depan bangsa. Maka pendidikan jangan pernah dipandang sebagai urusan sektoral tetapi harus dipandang sebagai urusan mendasar bangsa yang lintas sektoral. Mengapa? Karena Pendidikan adalah proses interaksi antara Guru sebagai -pengajar atau pendidk- dengan siswa-siswi sebagai peserta didik;antara orang tua dan anaknya;antara lingkuangan dan para pembelajar. Saat ini 53 persen penduduk Indonesia yang bekerja hanya memiliki ijasah SD sedangkan yang berpendidikan tinggi (Diploma,Sarjana dan Magister) hanya 9 persen. Suatu angka presentasi yang mau menunjukan kepada kita bahwa kualitas manusia Indonesia masih sangat memprihatinkan. Tugas pemerintah untuk menjawab permasalahan ini adalah meningkatkan kualitas pendidikan dengan menempatkan Guru di garda terdepan untuk menjalankan,mensukseskan program Pendidikan Dasar 9 tahun tetapi harus diimbangi dengan peningkatan kesejahtraan Guru dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Maka cara sebuah bangsa memperlakukuan Guru-nya adalah cermin cara sebuah bangsa memperlakukan masa depannya.
Sikap Guru dalam proses Mengajar dan Mendidik
Kurikulum bisa saja disusun dengan sangat baik oleh para pakar pendidikan tetapi akan menjadi mubazir apa bila disampaikan oleh Guru yang diimpit sederet masalah;sosialisasi kurikulum yang tidak akurat;pelatiahan yang kurang memadai dan kesejahtraan hidup guru yang tidak memadai. Guru juga adalah manusia biasa yang mempunyai sisi positif dan negatif sebagai manusia. Seorang murid yang menyukai pelajaran bukan karena bukunya yang cantik atau kuri