Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / K-13;Kurikulum Setengah Matang, Dilema bagi Guru
K-13;Kurikulum Setengah Matang, Dilema bagi Guru
0 Komentar | Dibaca 722 kali

Seperti kita ketahui bahwa dunia pendidikan kita dibawa Kementrian Pendidikan sudah mengubah Kurikulum Pendidikan beberapa kali. Pada tahun 2000-an muncul beberapa nama kurikulum seperti Kurikulum Berbasis Kompetensi atau KBK tahun 2003;kemudian muncul Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP pada tahun 2006;Dan yang terbaru adalah Kurikulum 2013 atau K-13. Dari sisi waktu,usia Kurikulum sejak tahun 2000 tidak bertahan lama. Soal perubahan Kurikulum, selama mempu memberikan efek perubahan bagi dunia pendidikan tidak akan menjadi perdebatan di ranah publik. Selain itu perlu adanya evaluasi komperhensif terhadap setiap kurikulum sehinggah bisa diketahui titik kekurangan dan juga kelebihannya. Dari kekurangan dan kelebihan itu baru Pemerintah bisa merancang kurikulum yang baru.
Tetapi yang terjadi saat ini adalah dari kurikulum KBK maupun KTSP tidak ada sama sekali evaluasi tentang pelaksanaan kurikulum yang kemudian dipublikasikan kepada masyarakat apa lagi kepada para guru yang jadi ujung tombak pelaksanaan kurikulum di tingkat sekolah. Dan mungkin saja pemerintah saat ini belum tau bahwa Kurikulum Satuan Pendidikan atau KTSP 2006 belum sepenuhnya dilaksanakan di seluruh sekolah terutama sekolah-sekolah yang berada di daerah 3T (Terpencil,Terisolir,Terluar). Ironinya,muncul lagi kurikulum 2013 atau K-13 yang dipaksa untuk dilaksanakan pada tahun ajaran 2013/2014. Pelaksanaan K-13 sangat bernuansa politik mengingat masa kepemimpinan pemerintahan akan berakhir dan juga jabatan Menteri pasti akan berpindah kepada Menteri yang baru. Selain itu muncul banyak permasalahan ketika K-13 hendak diimplementasikan seperti Persiapan Pelatihan bagi guru sebagai tenaga pengajar;Pencetakan buku pegangan siswa dan panduan guru yang tidak tepat waktu;apalagi proses pendistribusian buku siswa dan buku pegangan guru yang tidak tepat waktu. Buku-buku tersebut baru sampai satu bulan menjelang berakhirnya semester Ganjil tahun ajaran 2014/2015.
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, terdapat dua dimensi kurikulum, yaitu; pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Kurikulum 2013 yang diberlakukan sejak tahun ajaran 2013/2014 memenuhi kedua dimensi tersebut. Disisi lain Kurikulum 2013 juga menghadapi tantangan secara internal maupun eksternal.
Tantangan internal yang dihadapi yaitu kondisi pendidikan kita dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Selain itu perkembangan penduduk Indonesia yang begitu pesat dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif juga menjadi tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia dimana proses pendidikan harus mengusahakan bagaimana mengembangkan sumberdaya manusia usia produktif yang melimpah ini untuk dapat ditransformasikan menjadi sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan memadai melalui pendidikan.
Tantangan eksternal yang dihadapi antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern. Tantangan eksternal juga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia, pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi, dan transformasi bidang pendidikan. Selain tantangan-tantangan diatas, K-13 juga berusaha untuk mengubah pola pembelajaran yang berlangsung selama ini.
Pola pembelajaran yang sebelumnya berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada peserta didik. Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan terhadap materi yang dipelajari untuk memiliki kompetensi yang sama; Pola pembelajaran yang sebelumnya berjalan satu arah (interaksi guru-peserta didik) menjadi pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didik-masyarakat-lingkungan alam, sumber/ media lainnya); Pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif-mencari (pembelajaran siswa aktif mencari semakin diperkuat dengan model pembelajaran pendekatan sains).
K-13 yang dirancang sedemikian rupa dengan berbagai tantangan baik internal maupun ekternal memiliki tujuan mulia yaitu mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. K-13 juga disusun berdasarkan landasan filosofis dan landasan teoritis. Landasan filosofis ingin mengembangkan kualitas peserta didik pada akhir proses pembelajaran sedangkan landasan teoritis pada K-13 menekankan pendidikan berdasarkan stardar (standard based education) dan berbasis kompetensi (competency based curriculum). Namun dalam implementasinya terdapat begitu banyak kendala dan hambatan yang menimbulkan K-13 berjalan setengah matang.
Berikut hambatan dan kendala yang dihadapi; Pertama, proses pendidikan dan pelatihan Guru yang Top down bukan button up. Dibentuknya pola pendidikan mulai dari Instruktur Nasional kemudian Insturktur Propinsi, Tutor, Guru Inti dan terakhir Guru Sasaran hanya membuang biaya dan energi saja. Mengapa? Karena instruktur inti yang diambil dari kalangan Dosen Perguruan Tinggi sangat tidak paham kondisi sekolah, siswa dan suasana belajar pada setiap tingkatan satuan pendidikan mulai dari SD sampai dengan SMA/SMK. Selain itu penyampain materi pelatihan akan tidak sempurna sesuai dengan jenjang instruktur. Materi yang disampaikan dari Instruktur Nasional kemudian turun terus sampai ke guru sasaran sedikit demi sedikit terputus dan hilang. Kedua, proses pencetakan dan pendistribusian buku pegangan siswa dan buku panduan guru yang sanga lambat. Kegiatan belajar mengajar sudah berlangsung pada bulan juli tahun ajaran 2014/2015. Tapi buku siswa dan buku panduan guru belum sampai ke sekolah-sekolah. Para guru kesulitan menyampaikan meteri dengan kurikulum 2013 atau K-13. Satu bulan menjelang ujian akhir semester ganjil baru siswa dan guru menerima buku tersebut. Untuk apa buku-buku tersebut…??? Sungguh dilemma nasib guru. Dituntun untuk pro aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar tapi pemerintah sungguh tidak serius membina, membimbing dan membekali kemampuan guru dalam mengimplementasikan K-13.
Pada Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-69 dengan Tame sentral:”Mewujudkan Revolusi Mental melalui Penguatan Peran Strategis Guru” pemerintah seyogyanya menyadari bahwa Guru adalah komponen terpenting dalam keseluruhan sistem pendidikan nasional. Maka keberhasilan implementasi sebuah kurukulim perlu persiapan,pembinaan dan pelatihan langsung terhadap Guru sasaran tanpa melalui tingkatan-tingkatan.Guru sasaran lebih tau kondisi kelas,siswa yang akan diajar. Kepada para Guru yang mengajar dengan hati dan mendidik dengan sepenuh hati, bangsa ini berutang budi pada jasa-jasa mu.”Kita harus mengubah diri, kita harus meninggikan dan memuliahkan guru, Pemerintah di semua level harus menempatkan guru dengan sebaik-baiknya dan menunaikan secara tuntas semua kewajibannya bagi Guru.” Sambutan Menteri Pendidikan pada Hari Guru Nasional tahun 2014 menegaskan Guru sebagai pusat dalam Dunia Pendidikan.@r

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Eka Kurnia

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0