Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / K-13;Kurikulum Setengah Matang, Dilema bagi Guru
K-13;Kurikulum Setengah Matang, Dilema bagi Guru
0 Komentar | Dibaca 841 kali

Seperti kita ketahui bahwa dunia pendidikan kita dibawa Kementrian Pendidikan sudah mengubah Kurikulum Pendidikan beberapa kali. Pada tahun 2000-an muncul beberapa nama kurikulum seperti Kurikulum Berbasis Kompetensi atau KBK tahun 2003;kemudian muncul Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP pada tahun 2006;Dan yang terbaru adalah Kurikulum 2013 atau K-13. Dari sisi waktu,usia Kurikulum sejak tahun 2000 tidak bertahan lama. Soal perubahan Kurikulum, selama mempu memberikan efek perubahan bagi dunia pendidikan tidak akan menjadi perdebatan di ranah publik. Selain itu perlu adanya evaluasi komperhensif terhadap setiap kurikulum sehinggah bisa diketahui titik kekurangan dan juga kelebihannya. Dari kekurangan dan kelebihan itu baru Pemerintah bisa merancang kurikulum yang baru.
Tetapi yang terjadi saat ini adalah dari kurikulum KBK maupun KTSP tidak ada sama sekali evaluasi tentang pelaksanaan kurikulum yang kemudian dipublikasikan kepada masyarakat apa lagi kepada para guru yang jadi ujung tombak pelaksanaan kurikulum di tingkat sekolah. Dan mungkin saja pemerintah saat ini belum tau bahwa Kurikulum Satuan Pendidikan atau KTSP 2006 belum sepenuhnya dilaksanakan di seluruh sekolah terutama sekolah-sekolah yang berada di daerah 3T (Terpencil,Terisolir,Terluar). Ironinya,muncul lagi kurikulum 2013 atau K-13 yang dipaksa untuk dilaksanakan pada tahun ajaran 2013/2014. Pelaksanaan K-13 sangat bernuansa politik mengingat masa kepemimpinan pemerintahan akan berakhir dan juga jabatan Menteri pasti akan berpindah kepada Menteri yang baru. Selain itu muncul banyak permasalahan ketika K-13 hendak diimplementasikan seperti Persiapan Pelatihan bagi guru sebagai tenaga pengajar;Pencetakan buku pegangan siswa dan panduan guru yang tidak tepat waktu;apalagi proses pendistribusian buku siswa dan buku pegangan guru yang tidak tepat waktu. Buku-buku tersebut baru sampai satu bulan menjelang berakhirnya semester Ganjil tahun ajaran 2014/2015.
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, terdapat dua dimensi kurikulum, yaitu; pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Kurikulum 2013 yang diberlakukan sejak tahun ajaran 2013/2014 memenuhi kedua dimensi tersebut. Disisi lain Kurikulum 2013 juga menghadapi tantangan secara internal maupun eksternal.
Tantangan internal yang dihadapi yaitu kondisi pendidikan kita di