Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / TERLIBAT CINTA SEJENIS
TERLIBAT CINTA SEJENIS
0 Komentar | Dibaca 589 kali

Penulis : ZaidBuri Prahastyo (Terapis NLP dan Hipnoterapi, Guru BK SMK Darussalam Makassar)

Kisah berikut ini merupakan kejadian nyata, mudah-mudahan pembaca semua dapat mengambil pelajaran darinya.
Seorang kawan wanita, sebutlah Mawar, single parent 2 anak, adalah seorang konsultan advertising, bersama Melati merintis usahanya dari bawah. Hingga kini usahanya berjalan dengan baik, cashflow berjalan lancar, hingga kemudian akhirnya Mawar menyadari bahwa bantuan Melati selama ini memiliki tendensi. Ibarat pepatah, ada udang di balik batu.
Melati ternyata melihat Mawar lebih dari sekedar teman, hormon endofrin nya melesatkan hormon feromon puluhan kali lipat lebih banyak dari batas normal, seorang teman dillihatnya dari sudut pandang yang sangat berbeda. Walaupun dengan pemaksaan, hubungan sejenis tersebut tidak dapat terelakkan. Hormon Feromon menunjukkan kuasanya.
Kini Mawar berusaha lepas dari hubungan tersebut, namun Melati meminta syarat semua kesertaan modalnya dalam usaha mereka dikembalikan, nilai yang fantastis, mencapai Milyaran Rupiah. Entah harus bagaimana lagi, segala cara telah dilakukan Mawar, usahanya akhirnya mengalami penurunan omzet karena fokusnya terpecah. Batin Mawar yang terus memberontak membuat perpisahan dengan Melati menjadi prioritas utamanya.
Tolong aku mas, aku sudah tidak mau lagi melayaninya.
Demikian bbm nya kepadaku.
Membantu secara finansial tentu saya tidak mampu, tetapi mungkin beberapa kawan yang berkemampuan dapat membantunya, saya pun berusaha mengabari kawan-kawan saya, dengan harapan ada yang bisa membantunya. Walaupun hingga essay ini saya tulis belum ada kawan yang membantunya, paling tidak harapan itu tetap ada, dan tetap tumbuh.
Komunikasi dengannya tidak pernah terputus, setiap hari, siang maupun malam, harapan saya paling tidak saya bisa meringankan beban psikis nya, bisa menjadi pendengar keluh kesahnya, bisa menjadi penyemangatnya, menyirami harapannya dengan kalimat-kalimat motivasi, kalimat untuk terus membuatnya berusaha, berjuang, lepas dari apa yang selama ini mengganggu hidupnya.
Lesbianisme merupakan bentuk penyimpangan seksual, ada yang berpendapat bahwa itu disebabkan oleh faktor genetika, namun yang lebih populer adalah akibat faktor lingkungan di sekitarnya (eksogen). Faktor eskogen bisa saja akibat pengalaman traumatik, di mana di masa kecilnya si gadis cilik melihat ayahnya selalu melakukan kekerasan terhadap ibunya, sehingga tersimpan di pikiran bawah sadar si gadis cilik bahwa laki-laki adalah “ayah yang jahat” dan kemudian secara simultan akhirnya memberi dorongan untuk hanya dekat dan mendekati sesamanya wanita saja. Pada mulanya karena merasa sama-sama perempuan, kemudian lama kelamaan menjadi sayang dan iba, dan akhirnya terlibat dalam hubungan sesama jenis.
Seorang lesbian tidak memiliki ciri khusus yang kuat yang dapat membedakan dengan yang tidak lesbian. Secara umum ada 2 macam penampilan, yaitu sangat maskulin, cenderung posesif, memiliki hobi-hobi macho, dan memiliki ketertarikan kepada wanita. Sebaliknya ciri penampilan kedua adalah sangat feminim, cenderung dingin, cuek dengan lelaki, sentimentil, menjaga jarak dengan siapa saja kecuali dengan pasangannya, sering cemas, dan tidak mandiri atau memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap pasangannya. Namun kedua ciri penampilan tersebut tidaklah paten atau selalu muncul, kita tetap tidak bisa memberi patron dengan analisa dangkal ini.
Menurut penelitian, secara klinis, lesbian yang disebabkan oleh faktor eksogen, tidak kronis, dan tidak berat, masih dapat dibantu membelokkan orientasi seksualnya. Tentu dengan terapi klinis dan menciptakan lingkungan yang benar-benar mendukung. Menurut penelitian, teknik pembinaan yang paling tepat adalah dari sisi nurani, dengan kegiatan keagamaan, konseling psikologis, dan terus berkreasi positif.
Seorang lesbian bisa jadi kemudian menjadi biseksual, yaitu mencintai pria juga wanita. Selain akibat pembinaan yang keliru, kebanyakan hal ini adalah akibat faktor-faktor eksogen dan introgen yang kompleks. Bisa jadi awalnya hanyalah coba-coba, atau dipaksa, namun kemudian belakangan mendapatkan kenyamanan perasaan. Semakin lama maka kelainan tersebut dapat berubah menjadi sebuah penyakit, yaitu hypersex, dimana kecenderungan yang keliru mengakibatkan orientasi seksual menjadi labil dan tidak pernah merasa puas.
Melakukan konseling dengan seorang lesbian pada dasarnya tidaklah berbeda dengan konseling pada umumnya, hanya saja seorang konselor dituntut untuk mampu menahan desakan batinnya sendiri untuk tidak terburu-buru melakukan konfrontasi perilaku klien dengan norma agama. Kita harus mampu memposisikan diri kita pada apa yang dirasakannya, untuk memunculkan empati kita. Singkatnya kita harus mampu menselaraskan pemikiran kita dengan pemikirannya, baru kemudian pelan-pelan mengarahkannya.
Ketika seorang lesbian mengutarakan keadaannya, hal tersebut merupakan sebuah kehormatan bagi konselor karena memperoleh kepercayaan tersebut. Kunci sebuah konseling adalah keterbukaan, komunikasi dua arah, dan komitmen. Dengan 3 hal tersebut konseling akan berjalan baik dan output yang dihasilkan akan positif bagi pribadi bersangkutan dan lingkungan sekitar.
Peka terhadap lingkungan merupakan modal besar untuk mampu melihat setiap permasalahan sosial di masyarakat secara obyektif dari sudut pandang yang tepat. Kepekaan tersebut akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi yang baik, yang berdaya guna dan penuh karya di tengah-tengah masyarakat.
Peduli pada orang lain seharusnya mendahului tindakan konfrontasi mereka. Alih-alih menempatkan orang lain pada tempat mereka, kita harus menempatkan diri sendiri pada tempat mereka, sebab orang tertarik kepada orang yang tertarik kepada mereka. (Kaizinov)

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

dsreserty

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0