Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / Bagaimana Mengenali Guru Sejati
Bagaimana Mengenali Guru Sejati
0 Komentar | Dibaca 847 kali
Ms Purwoko @sdit17
15 May 2015

Disaat keheningan malam ini hadir dalam keadaanku yang sendiri, betapa pilunya jiwa dan hati ini memikirkan sesuatu yang sudah lama sekali terjadi, menelanjangi pemikiran-pemikiran yang dulu pernah membuat kecewa seseorang, yang dulu pernah menyakiti seseorang dan yang dulu pernah membuat bahagia seseorang. Semua berbaur menjadi satu padu, membuat lintasan dan titikan air mata penyesalan dan kebanggaan, itu lah kehidupan serta perjalanan sebuah panggung sandiwara yang sudah saya perankan selama ini,membuat detik-detik hati berguncang penuh dengan taburan debu-debu dosa dan maksiat. ada kalanya memberikan ketenangan bagi orang lain dan terkadang lebih banyak membuat kegusaran hati orang lain. Peristiwa demi peristiwa, lakon demi lakon sudah diperankan dengan tidak adanya pegangan spiritual yang baik, sehingga hanya membuat getaran serta debu-debu dosa yang berlimpah….sad

Akan tetapi dibalik semua itu, dapat kita jadikan pengalaman serta dijadikan guru dalam diri kita, dan sesungguhnya Allah itu tidak pernah merubah perbuatan-perbuatan seseorang,melainkan timbulnya tekad didalam qolbu untuk merubah pola dan pandangan hidup yang lebih bijaksana. Maka disetiap peristiwa yang kita peroleh akan lebih baik kita berikan medali NO 1 untuk membangun keyakinan, kepercayaan dalam diri kita masing-masing, sehingga kita bisa menjadikan hati kita dan mengaplikasikan sebagai contoh atau sebagai guru bagi diri kita dan umumnya untuk orang lain dari segi positifnya. blush

Sahabat Wacana yang Mulia…

Guru-guru adalah mereka yang ingat Asal mereka dan karena cinta-Nya, datang membagikan pengetahuan ini dengan siapa pun yang mencarinya, dan tidak menerima pungutan apapun untuk pekerjaannya. Mereka menawarkan semua waktu, financial, dan energinya untuk dunia. Ketika kita mencapai tingkat keguruan ini, kita tidak hanya mengetahui Asal diri kita, tetapi kita juga dapat menolong yang lain mengetahui nilai mereka yang sebenarnya. Dia dengan mengikuti petunjuk seorang Guru, kita akan lebih cepat mencapai suatu dunia baru, yang penuh dengan pengetahuan sejati, keindahan sejati, dan kebajikan sejati. Semua keindahan, pengetahuan, dan kebajikan di dunia luar ini adalah untuk mengingatkan kita akan dunia sejati di dalam. Bayangan, seberapa pun indahnya, tidak akan pernah sebagus benda aslinya. Hanya yang asli yang dapat memuaskan jiwa kita, Tuan rumah.

Seorang Guru seharusnya adalah seorang yang sudah menyadari Dirinya dan tahu apakah Jati Diri-Nya itu. Karena itu, dia mampu berkomunikasi dengan Tuhan, kecerdasan teragung, karena itu ada di dalam diri kita. Karena itu dia dapat meneruskan pengetahuan ini, kekuatan terbangunkan ini untuk siapa pun yang mau ikut merasakan kebahagiaan. Sebenarnya, kita tidak punya Guru dalam arti sesungguhnya. Hanya sampai saat sang murid mampu mengenali tingkat keguruannya sendiri, maka yang disebut Guru diperlukan untuk memandunya hanya hingga saat tersebut.

Tetapi kita tidak mengikat kontrak atau apapun. Tentu saja Anda punya kontrak dengan diri sendiri bahwa Anda akan berjanji sampai akhir, dan ini adalah untuk manfaat Anda sendiri. Dan inisiasi artinya pertama kalinya Anda mengenali jiwa Agung Anda, itu saja….yes

Ketika seorang Guru yang hidup ada di Bumi, Dia mengambil sejumlah karma dari orang-orang, terutama mereka yang percaya pada Guru, dan lebih banyak lagi dari siswanya. Dan karma ini harus berubah ke dalam bentuk lain. Karena itu, Sang Guru menderita demi murid-muridnya, dan demi umat manusia secara keseluruhan, selama hidup-Nya. Dan ini termanifestasikan melalui tubuh-Nya. Karena itu pula, Dia mungkin sakit sesaat, Dia mungkin sakit dalam waktu yang lama, Dia mungkin teraniaya, Dia mungkin dipaku di kayu salib, atau Dia mungkin difitnah, Dia mungkin disiksa.

Setiap Guru harus mengalami hal-hal seperti ini. Anda dapat melihatnya sendiri,Bahkan Nabi Muhammad SAW, Sang Buddha, Kristus dan Guru-guru lainnya di Timur maupun di Barat. Tidak ada seorang pun pernah menjalani kehidupan Mereka dengan damai. Itulah yang dimaksud dengan seorang Guru berkorban demi umat manusia. Tetapi hanya selama dia punya tubuh jasmani untuk menanggung karma, karena karma di dunia ini berbentuk fisik. Jika Anda ingin menyelamatkan orang-orang dari karma fisiknya, Anda butuh tubuh fisik. Karena itu, seorang Guru harus memanifestasikan tubuh fisiknya untuk mengambil semua persoalan dan penderitaan dan menyelesaikan semuanya.

Seorang Guru berada di dunia untuk menolong mereka yang perlu pertolongan. Tetapi pada saat yang sama, dia tidak di dunia ini, dia tidak tertarik kepada dunia ini, dia tidak terikat pada dunia ini, ataupun terikat pada kegagalan dan keberhasilan-Nya di dunia ini.yes

Anda silahkan baca cerita tentang Yesus, apa yang Yesus lakukan di puncak kejayaan-Nya. Dia siap mati jika memang harus demikian. Dengan proses mati-Nya, Dia mengajarkan banyak orang cara berserah diri. Dengan tidak terikat pada kejayaan dan kehidupan, Dia mengajarkan tentang kehendak Allah. Dia mengajarkan bahwa kita harus selalu mengikuti kehendak Allah.

Sekelumit pandangan sisi kebodohan dari seorang HAMBA sahaya….

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

nunu

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  10

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0