Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Informasi Umum

Beranda / Informasi Umum / DI Malam Nisfu Syakban, do’a diijabah.
DI Malam Nisfu Syakban, do’a diijabah.
0 Komentar | Dibaca 935 kali

Malam Nisfu Syakban, do’a diijabah.

Seperti biasanya setiap Selasa malam, kalau saya tidak punya halangan, saya akan meramaikan perwiritan di Masjid al Iklas jalan Setia Bakti Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat Sumbar, Indonesia bagian barat.Salah satu ilmu yang ku dapat dari si penceramah dimalam perwiritan itu adalah pada malam Nisfu Syakban do’a kita diijabah.

Malam Nisfu Syakban artinya malam pertengahan dibulan Syakban. Misal bulan Syakban ada 30 hari, maka malam nisfu syakban jatuh pada malam yang kelima belas. Syakban adalah nama bulan Arab yang ke enam (kalau saya tidak salah), yaitu setelah bulan Rajab, dan sebelum bulan Ramadhan.

Ustad Afwan menerangkan malam Nisfu Syakban sama afdolnya dengan malam Lailatul Qodar. Dimana do’a sangat diijabah oleh Allah SWT.

Ijabah artinya dikabulkan.

Dijelaskan oleh ustad alumni Mustafawiyah, jika manusia (umat Islam) mempunyai dua hari raya, yaitu hari raya idul fitri (hari raya besar) dan hari raya idul adha(hari raya kecil). Maka para Malaikat juga mempunyai dua hari raya, yaitu pada malam Nisfu Syakban(hari raya kecil) dan pada malam Lailatul qadar(hari raya kecil).

Malaikat memeriahkan harirayanya dengan melipat gandakan ibadah, tidak seperti manusia yang memeriahkan hari rayanya dengan jalan-jalan.

Pada malam nisfu. Dirikanlah sholat hajat, dua sampai dua belas rakaat. Berdo’alah mintalah apa saja. Seperti umur yang berkah. Jangan minta umur yang panjang, tapi umur yang berkah. Karena apa gunanya umur panjang jika sakit sakitan dan melarat.

Mintalah kepada Allah SWT, agar diberi kaya hati. Jangan kaya harta. Kebahagian itu terletak kepada kekayaan hati.

Dan bila berdo’a. Jangan tanggung-tanggung. Misal ada kejadian di Pasaman Barat, seorang ibu telah berdo’a “Ya Allah, bisa saja anak saya mengurus dirinya sendiri, sudah cukuplah, ya Allah. ” ini adalah contoh do’a yang serba tanggung.

Akhirnya, 25 tahun kemudian siibu kecewa. Karena setelah anaknya berhasil, si anak tidak mau mengurus si ibu, si anak cuma mengurus dirinya sendiri. Seperti do’anya.

Karena si ibu dulu hanya berdo’a. “Kalau anak saya bisa mengurus dirinya sudah cukuplah. ”

ada juga yang berdo’a. Agar hidupnya Hanya dengan goyang kaki dapat uang, yang mana akhirny