Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Melupakan Mantan
Melupakan Mantan
0 Komentar | Dibaca 589 kali

Penulis : ZaidBuri Prahastyo (Terapis NLP dan Hipnoterapi, Guru BK SMK Darussalam Makassar)

Siang itu setelah Lunch saya membuka HP, membalas pesan2 sms, Line, WA, dan BBM. Seperti biasa saya memperhatikan juga update status contact saya d BB. Ada yang menarik perhatian saya, dalam 1 jam tampak seorang siswa saya melakukan update hingga 4 kali. Dengan tema kurang lebih sama ; Gelisah Galau Merana.

“Nak, temui Bapak segera ya, kamu butuh konseling.” Demikian pesan singkat saya di BBM nya.

Esoknya saya dikunjungi ketika bel istirahat berbunyi. Saya buatkan surat pemberitahuan ke kelas supaya gurunya mengetahui keberadaannya di ruangan konseling.

“Bagaimana pelajaranmu tadi?” tanyaku berusaha membangun kedekatan.
“Ndak bisa konsen pak,” ujarnya.
“Separah itu?”
“Terbayang-bayang terus wajahnya pak. Ndak bisa saya lupakan.”
“Yah, ibarat paku yang ditancapkan di dinding nak, walaupun sudah dicabut masih ada lubang bekasnya,” ujarku, “Bapak turut gelisah mengetahui kegalauan mu nak,” tambahku memberi empati.
“Saya ingin membantumu melupakannya,” tambahku.
“Iya pak, saya mau, tolong saya, bagaimana caranya?” tanyanya.
“Kita akan melakukan terapi, saya akan membimbingmu melakukan resetting mindset,” kataku.

Saya kemudian menjelaskan secara singkat tentang hipnoterapi dan bagaimana cara kerjanya. Setelah pemahaman dirasa cukup, kami memulai terapi.

Terapi diawali dengan relaksasi. Manfaatnya adalah untuk menurunkan frekuensi gelombang pikiran.
Kemudian pendalaman relaksasi. Untuk menstabilkan frekuensi gelombang pikiran pada level siap untuk menerima sugesti.
Kemudian dilanjutkan dengan relaksasi mental. Membuat pikiran bawah sadar terbuka lebar siap menerima sugesti.

Saya kemudian mengarahkan siswa untuk melakukan blocking terhadap ingatannya tentang seseorang yang tidak bisa dilupakannya, ingatan tersebut, seperti dalam program komputer, disembunyikan dari sistem, sehingga semakin dia ingin mengingatnya justru akan semakin lupa.

Setelah ingatan tersebut disembunyikan, kemudian pikiran bawah sadar dialihkan menjadi fokus kepada cita-cita. Lalu diberi sugesti untuk selalu termotivasi ke sekolah dan lebih giat belajar karena sekolah dan belajar itu menyenangkan dan keduanya adalah jembatan menuju cita-citanya.

Setelah dilakukan pengulangan sugesti yang cukup, kemudian dilakukan peningkatan kesadaran, gelombang pikirannya dinaikkan frekuensinya kembali.

Setelah pikirannya mencapai kesiagaan penuh, kemudian diberikan sugesti penguat dengan mengulangi sugesti sebelumnya.

“Bagaimana perasaanmu sekarang nak?”
“Segar pak, dan sangat bersemangat,” jawabnya.
“Eh, bagaimana kabarnya …..” tanya saya sambil menyebut nama orang yang tadi telah disembunyikan informasinya.
“Siapa itu pak?”

Kemudian saya mencoba bertanya tentang orang-orang lain yang semuanya dijawab dengan baik, tapi setiap kali saya bertanya tentang seseorang itu dia tidak ingat sama sekali. Bahkan ketika saya menunjukkan sebuah foto, dia pun hanya menggelengkan kepala.

Sebelum kembali ke kelasnya saya berpesan kepadanya untuk selalu fokus pada cita-citanya, dan mengabaikan semua hal yang membuatnya gelisah, galau, atau merana.

Hidup ini hanya sekali, dan sangat singkat, maka rugilah jika diisi dengan kesedihan dan ratapan. This is a wonderfull world.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Laisa Choirullia Saraswati

alumni TK ABA 0'05, alumni SD Muhammadiyah Bantul Kota 0'11, alumni SMP N 2 Bantul yogyakarta 0'14
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0