Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Melupakan Mantan
Melupakan Mantan
0 Komentar | Dibaca 740 kali

Penulis : ZaidBuri Prahastyo (Terapis NLP dan Hipnoterapi, Guru BK SMK Darussalam Makassar)

Siang itu setelah Lunch saya membuka HP, membalas pesan2 sms, Line, WA, dan BBM. Seperti biasa saya memperhatikan juga update status contact saya d BB. Ada yang menarik perhatian saya, dalam 1 jam tampak seorang siswa saya melakukan update hingga 4 kali. Dengan tema kurang lebih sama ; Gelisah Galau Merana.

“Nak, temui Bapak segera ya, kamu butuh konseling.” Demikian pesan singkat saya di BBM nya.

Esoknya saya dikunjungi ketika bel istirahat berbunyi. Saya buatkan surat pemberitahuan ke kelas supaya gurunya mengetahui keberadaannya di ruangan konseling.

“Bagaimana pelajaranmu tadi?” tanyaku berusaha membangun kedekatan.
“Ndak bisa konsen pak,” ujarnya.
“Separah itu?”
“Terbayang-bayang terus wajahnya pak. Ndak bisa saya lupakan.”
“Yah, ibarat paku yang ditancapkan di dinding nak, walaupun sudah dicabut masih ada lubang bekasnya,” ujarku, “Bapak turut gelisah mengetahui kegalauan mu nak,” tambahku memberi empati.
“Saya ingin membantumu melupakannya,” tambahku.
“Iya pak, saya mau, tolong saya, bagaimana caranya?” tanyanya.
“Kita akan melakukan terapi, saya akan membimbingmu melakukan resetting mindset,” kataku.

Saya kemudian menjelaskan secara singkat tentang hipnoterapi dan bagaimana cara kerjanya. Setelah pemahaman dirasa cukup, kami memulai terapi.

Terapi diawali dengan relaksasi. Manfaatnya adalah untuk menurunkan frekuensi gelombang pikiran.
Kemudian pendalaman relaksasi. Untuk menstabilkan frekuensi gelombang pikiran pada level siap untuk menerima sugesti.
Kemudian dilanjutkan dengan relaksasi mental. Membuat pikiran bawah sadar terbuka lebar siap menerima sugesti.

Saya kemudian mengarahkan siswa untuk melakukan blocking terhadap ingatannya tentang seseorang yang tidak bisa dilupakannya, ingatan tersebut, seperti dalam program komputer, disembunyikan dari sistem, sehingga semakin dia ingin mengingatnya justru akan semakin lupa.

Setelah ingatan tersebut disembunyikan, kemudian pikiran bawah sadar dialihkan menjadi fokus kepada cita-cita. Lalu diberi sugesti untuk selalu termotivasi ke sekolah dan lebih giat belajar karena sekolah dan belajar itu menyenangkan dan keduanya adalah jembatan menuju cita-citanya.

Setelah dilakukan pengulangan sugesti yang cukup, kemudian dilakukan peningkatan kesadaran, gelombang pikirannya dinaikkan frekuensinya kembali.

Set