Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / TIDAK ADA KEHARUSAN MENGIKUTI SALAH SATU ORGANISASI UMAT ISLAM
TIDAK ADA KEHARUSAN MENGIKUTI SALAH SATU ORGANISASI UMAT ISLAM
1 Komentar | Dibaca 1148 kali
SAHABUDDIN @elsah
05 May 2015

DSC_0002064

Di tanah air kita ini telah berdiri berberapa lembaga dakwah dan jemaah.Di antaranya ada yang mendirikan organisasi,partai politik dan beberapa jamaah.Mereka berdalih untuk memperjuangkan Islam,tetapi kenyataannya mereka saling berpecah-belah.Mereka merasa kelompoknya yang paling benar,para pengikutnyapun merasa bangga dengan organisasi dan pemimpinnya.Keputusan pemimpin seperti wahyu Allah yang tidak boleh dibantah dan harus ditaati.Memang Islam mengajarkan demikian ?.Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengkaji tentang kedudukan organisasi dalam Islam.

A. Organisasi Umat Islam dalam pandangan Sunnah
Allah di dalam Al Quran menyatakan:

"Berepegang teguhlah kamu pada tali agama Allah dan janganlah berpecah belah" (QS.Ali Imran:103)
” Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” (QS. Al An Aam:159).

"Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,yaitu orang-orang yang meecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan.Tiap-tiap golongan merasa bangga terhadap apa yang ada pada golongan mereka" (QS. Ar Ruum:31-32).
Ibnu Katsir berkata:”Pemeluk agama sebelumnya berselisih satu sama lain di dalam pola berfikir.Masing-masing mengaku bahwa kelompoknya yang benar,umat inipun berselisih satu sama lain di dalam beragama,semuanya tersesat kecuali satu, yaitu Ahlu Sunnah Wal Jamaah, yaitu mereka yang berpegang teguh denganAl Quran dan Sunnah Rasulullah SAW dan generasi pertama dari kalangan sahabat dan para tabiin dan para ulama muslimin dahulu (salaf) dan sekarang,sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Hakim,ketika Rasulullah Saw ditanya tentang golongan yang selamat itu,beliau SAW menjawab:”Mereka adalah orang yang mengikuti sunnahku pada hari ini dan sahabatku” (Tafsir Ibnu Katsir).
Ibnu Taimiyah berkata:”Tidak boleh bagi siapapun mengangkat orang,mengajak umat ini untuk mengikuti poa hidup dan peraturannya,senang dan benci karena dia selain Nani SAW dan ijma’ ulama Sunnah.Adapun cirri ahli bid’ah mereka mengangkat pemimpin dari umat ini,atau membuat peraturan yang mengakibatkan umat berpecah belah,mereka mencintai umat karena mengikuti peraturan golongannya dan memusuhi orang yang tidak mengikuti golongannya”.(Dar’ut Ta’arudh dalam Majalah Al Furqon).
Selanjutnya beliau berkata:”tidak boeh seorang pun membuat Undang-undang yang dia menyenangi orang atau memusuhinya dengan dasar peraturannya,bukan peraturan yang tercantum dalam Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW” (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah).
Syaikh Bakar Bin Abdullah Abu Said berkata:”Tidak boleh diangkat seorangpun untuk mengajak umat ini menuju ke jaannya melainkan Nabi kita Muhammad SAW.Barangsiapa yang mengangkat selain Nabi SAW sebagai panduan hidup maka dia tersesat dan ahli bid’ah”.
Syaikh Ibnu Utsaimin berkata:”Adapun umat yang berpecah belah menjadi sekian banyak golongan sehingga masing-masing mengatakan dia yang paing benar dan membid’ahkan golongan lain,membuat orang menjauhi kelompok ain,maka tidak diragukan bahwa ini adaah pendiskreditan dan cacat bagi umat Islam.Ini adah senjata yang paing kuat untuk membinasakan kebangkitan Islam yang penuh barokah ini”.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas maka penulis berpendapat bahwa:
1. Tidak ada keharusan untuk menjadi anggota suatu jamaah atau organisasi Islam dan tidak ada jaminan bahwa dengan berjamaah kita bisa selamat di akhirat atau dengan berjamaah Islam bisa jaya dan bersatu.
2. Islam melarang umatnya membentuk organisasi,jemaah atau partai yang membuat umat ini terpecah-belah,yang masing-masing golongan menganggap dirinya benar dan memandang golongan lain salah.
3. Islam melarang umatnya membuat peraturan tersendiri yang sebagai tuntunan hidup yang menyalahi Al Quran dan Sunnah Rasul.
4. Islam melarang umatnya fanatik terhadap salah satu golongan sehingga membuat dirinya terikat pada pendapat atau peraturan pimpinannya,atau membuat dirinya menolak golongan lain atau menolak pendapat yang berbeda dengan pendapat pimpinannya.
5. Islam melarang umatnya mengajak suatu golongan untuk memusuhi golongan lain atau menolak kehadiran golongan lain yang berbeda jalan dengannya.
6. Islam melarang umatnya menjadi anggota suatu organisasi yang membuat diri keluar dari jalan Allah atau tuntunan Rasulullah SAW.
7. Islam membolehkah atau bahkan menganjurkan umatnya untuk membentuk jamaah/organisasi untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah kepada yang ma’ruf dengan ketentuan jamaah tersebut tidak fanatik terhadap jamaahnya dan tidak membuat-buat aturan atau ajaran tersendiri yang menyalahi aturan/tuntunan Rasulullah SAW.
Berdasarkan pendapat tersebut,maka penulis menyatakan diri bukanah anggota suatu jamaah atau organisasi umat Isam,baik sebagai anggota organisasi Muhammadyah,Nahdatul Ulama dan sebagaimana.Penulis adalah umat Islam yang hanya berjamaah dengan sesame umat Islam yang mengikuti Sunnah Rasulullah SAW.

B. Umat Islam Ikut-ikutan membenci golongan lainnya

Hal ini sangat dirasakan di kampung penulis,yaitu Desa Palajau Kab.Jeneponto.Masyarakat kampung ini hanya mengenal satu golongan,yaitu Nahdatul Ulama,sebagai golongan yang benar dan dijamin masuk surga sehingga golongan lainnya dianggap salah dan tentunya akan masuk neraka.Penulis dipandang sebagai golongan sesat karena penulis dengan keyakinan pada sunnah,bertekad meninggalkan tradisi-tradisi masyarakat yang dianggap bi'dah.Penulis dianggap sebagai golongan Muhammadyah walaupun secara organisasi penulis bukanlah Muhammadyah melainkan pengikut sunnah Rasulullah Muhammad SAW dan Sunnah Para Sahabat.

Ada hal yang lucu dari masyarakat di kampung penulis bila Ramadhan dan Lebaran,yang biasanya terjadi perbedaan jadwal antara Muhammadyah dan Pemerintah.Kalau memulai Ramadhan mereka ikut pemerintah karena Muhammadyah lebih awal puasanya,tetapi kalau lebaran mereka ikut Muhammadyah karena Muhammadyah lebih awal lebarannya.Jadi mereka tidak punya pendiran melainkan mengkuti nafsu belaka.Mereka hanya ikut-ikutan membenci golongan lain padahal sesungguhnya suka sehingga mau lebaran bersama dengannya.Kalau dikatakan kepadanya mengapa puasanya ikut pemerintah ?,mereka menjawab bahwa kepetusan pemerintahlah yang benar,tetap bila ditanya mengapa lebarannya ikut Muhammadyah mereka pun menjawab bahwa keputusan Mummadyahlah yang benar. Sesungguhnya sebagian masyarakat itu tidak tahu apa itu organisasi NU dan apa itu organisasi Muhammadyah,yang mereka tahu hanya mengikuti Bapak-bapak atau nenek-nenek mereka yang mengaku NU dan ikut-ikutan pula tidak menyukai golongan lainnya yang meninggalkan tradisinya.Yang membuat sebagian masyarakat membenci golongan lain karena selain tidak paham agama,tidak mengenal latar belakang terbentuknya organisasi itu,juga terhasut oleh ulama-ulama yang membeci orang-orang yang tidak segolongan dengannya,apalagi bila golongan itu mencoba mengganggu tradisinya.

Makanya diharapkan kepada saudara-saudara umat Islam yang menjadi tokoh agama,sampaikan kebenaran kepada masyarakat bahwa tidak ada keharusan mengikuti suatu golongan,berikan ilmu yang bisa membuat mereka mampu membedakan antara yang benar dengan yang batil,tidak boleh sok suci,tidak boleh berprasangka buruk terhadap lain karena kita sendiri belum tentu benar,yang benar hanyalah pengikut Allah dan Rasul-NYa.

 

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Hanya satu komentar pada "TIDAK ADA KEHARUSAN MENGIKUTI SALAH SATU ORGANISASI UMAT ISLAM"

  1. ARY GUNAWAN

     |
    May 10, 2015 at 6:24 am

    Artikel yang bagus dan mencerahkan. Namun, secara pribadi saya sangat menyayangkan, kenapa yang dibahas selalu NU vs Muhammadiyah sebagai contoh? Organisasi Islam banyak sekali di negeri ini. Dengan selalu membahas keduanya, seakan mereka berseteru, padahal “lii ‘amali walakum a’malukum..”. Fastabiqul khairat ^^

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Aji Mulyadin

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0