Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / BERPUASA SAMBIL INTROSPEKSI DIRI
BERPUASA SAMBIL INTROSPEKSI DIRI
0 Komentar | Dibaca 452 kali
SAHABUDDIN @elsah
23 June 2015

Bulan Ramadhan adalah bulan rahmat bagi umat Islam,karena di bulan itu Allah menurunkan rahmat-Nya kepada hamba yang kehendaki-Nya.Rahmat itu berupa limpahan pahala,ampunan dosa,keselamatan dan petunjuk kepada orang-orang yang bersabar dalam menjalankan Islam secara murni dan secara kaffah sesuai dengan tuntunan Rasulullah Muhammad SAW.Siapa yang dikehendaki-Nya itu ?,tentunya hanya Allah yang tahu,namun kita perlu berusaha agar termasuk orang-orang yang dikehendaki Allah untuk mendapatkan rahmat-Nya di bulan Ramadhan dan rahmat itu akan dirasakan atau akan terbaca setelah seseorang meninggalkan bulan Ramadhan.
Kita semua tentu mengharap akan mendapatkan ramhat Allah di bulan Ramadhan.Namun,tidak semua di antara kita yang bisa meraihnya karena di antara ada yang hanya memiliki kemauan tanpa dibarengi dengan usaha,atau karena salah menafsirkan rahmat.Mereka,sebagian di antara kita,melihat rahmat itu dari segi materi atau bertambahnya kekayaan.Padahal rahmat yang sesungguhnya yang dijanjikan Allah di bulan Ramadhan adalah ketakwaan,Ketakwaanlah yang membuat derajat kita terangkat lebih tinggi dari umat Islam lainnya (Qs. Al Hujurat:13)Ketakwaanlah yang membuat Allah mencintai hamba-Nya Dan senantiasa bersama dengan hamba-Nya . Ketakwaanlah yang membuat Allah menjamin keselamatan bagi hamba-Nya.Untuk mencapai ketakwaan maka seorang hamba harus meraih beberapa rahmat Allah lainnya berupa ampunan,petunjuk dan kesabaran.Untuk meraih rahmat Allah di bulan Ramadhan maka seorang hamba harus melalui beberapa tahapan pendidikan diri sendiri,yaitu: introspeksi diri, bertaubat, memperbaiki diri, dan memantapkan diri.
Introspeksi diri amat penting bagi kehidupan seseorang.Betapa banyak di antara kita yang setiap hari mendapat siraman agama namun siraman tersebut belum terpercik ke dalam hatinya,atau belum mampu mencerahkan hatinya.Hal ini disebabkan karena belum mengenal diri.Mengenal diri bukanlah perkara yang muda,melainkan harus melalui kemauan dan usaha mengintrospeksi diri tentang “Bagaimana aku di hadapan Allah ?,bagaimana aku sebagai umat Islam,bagaimana aku sebagai pengikut Muhammad ?,apakah aku sudah menjalani hidup ini sebagai hamba Allah ?,apakah kujalani Islam yang sesungguhnya ? atau apakah aku sudah mengikuti Muhammad SAW dalam beragama Islam ?”.
Sok suci,sok pintar atau sudah merasa cukup ilmu dalam beragama adalah sikap yang menghambat usaha untuk introspeksi diri.Oleh karena ketiga sikap ini harus dibuang jauh-jauh.Lebih baik merasa banyak dosa daripada merasa suci.Lebih baik merasa bodoh daripada merasa pintar .
Bulan Ramadhan adalah bulan yang amat penting yang disediakan Allah bagi manusia.Sebelum memasuki Ramadhan,maka introspeksilah diri sendiri dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.Bagaimana kita waktu Ramadhan yang lalu,tentunya rajin beribadah wajib dan sunnah,di rumah dan di masjid,meninggalkan maksiat dan kedustaan.Bagaimana setelah meninggalkan Ramadhan ?. Banyak di antara kita setelah berpisah dengan Ramadhan maka Islamnya pun kembali seperti semula.Tetapi ada pula yang mampu menjaga Islamnya di luar Ramadhan,bahkan Islamnya di dalam Ramadhan sama di luar Ramadhan.
Sekarang mari kita introspeksi diri. Bila keislamaman kita sama mantapnya dalam Ramadhan dan di luar Ramadhan,maka kitalah yang disebut Islam sejati yang senantiasa dalam naungan rahmat Allah tapi jangan pernah merasa puasa dengan banyaknya diibadah yang telah dilakukan.Tetapi sebaliknya kalau keislaman kita hanya nampak dibulan Ramadhan dan di luar Ramadhan tidak mengenal lagi amalan sunnah bahkan wajibpun dilalaikan,tidak mengenal lagi masjid kecuali Jumat atau bahkan Jumatpun dilalaikan maka yakinlah bahwa diri kita tidak lebih dari Islam munafiq.Rahmat Allah akan menjauhi orang-orang munafiq atau umat Islam musiman.
Jangan lihat keislaman kita di Bulan Ramadhan,tetapi lihatlah di luar bulan itu.Jangan lihat keimanan kita pada waktu shalat Magrib atau Jumat di masjid,tetapi lihat pada shalat Subuh dan Isya di masjid,karena shalat yang amat berat bagi orang munafiq adalah shalat Subuh dan Isya.Maka introspeksi dirilah sebelum memasuki bulan Ramadhan,bagaimana pelaksanaan Islam dalam kehidupan sehari-hari.Dan bila sudah mengukur dan mengenal diri,maka langkah selanjutnya adalah bertaubat memohon ampunan Allah atas kelalaian selama ini dalam menyembah kepada Allah,dalam menjalankan agama Islam.
Langkah selanjutnya adalah memohon petunjuk Allah sambil mempelajari ajaran agama Islam.Banyak di antara kita yang mengaku sudah bertaubat namun belum mampu meninggalkan dosa-dosa besar.Dikiranya dosa itu hanya karena melakukan perbuatan maksiat,sedangkan perbuatan lainnya yang dianggap baik yang banyak dilakukan oleh orang lain bukanlah dosa.Seperti menjelang Ramadhan banyak umat Islam mendatangi kuburan keramat untuk mencari berkah dan kekuatan agar bisa berpuasa sebulan penuh,atau membayar nazarnya di kuburan itu sebelum Ramadhan,padahal mereka tidak sadar bahwa perbuatannya itu bisa menghapus pahala-pahalanya karena termasuk melakukan kesyirikan.Ada pula di antara kita sebelum Ramadhan mendatangi dukun atau paranormal untuk bertanya atau meminta bantu yang berhubungan dengan profesi dukunnya,tanpa mereka sadari bahwa perbuatannya itu sangat merugikan dirinya sendiri,karena Rasulullah SAW telah menyatakan tidak diterima shalatnya selama 40 hari bagi umat Islam yang mendtangi dukun (HR.Muslim)dianggap kufur terhadap Al Quran bila mempercayai dukun (HR.Ahmad),dan bahkan dianggap bukan umat Islam bagi dukun dan orang-orang yang mendatangi dukun (HR.Al Bazaar).Jadi kalau itu dilakukan sebelum Ramadhan maka betapa sia-sianya amalan kita di bulan Ramadhan,tiada yang kita peroleh kecuali lapar dan dahaga.
Agar Ramadhan kita membawa berkah,maka sebelum memasuki Ramadhan kita harus mengenal diri dan membersihkan diri.Jalanilah Islam di bulan Ramadhan dengan Ilmu,karena tanpa dasar ilmu,maka amalan kita tidak akan sempurna.Sebelum memasuki Ramadhan pelajari Islam melalui Al Quran terjemahan,buku-buku Islam,mengikuti pengajian,ceramah-ceramah Islam,atau bertanyalah kepada orang-orang yang tahu tentang pelaksanaan Ibadah di bulan Ramadhan.Dan jangan lupa menjauhi perbuatan-perbuatan yang bisa menghancurkan pahala ibadah,antara lain:
1. Jangan meminum minuman keras walau hanya satu gelas,karena “Barangsiapa yang meminum minuman keras 1 kali maka tidak diterima sahalatnya selama 40 hari” (HR. ) jadi minum minuman keras seminggu sebelum Ramadhan maka rugilah Ramadhannya.
2. Jangan mendatangi atau meminta bantuan dukun dalam urusan perdukunan,karena “Barangsiapa yang mendatangi dukun maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari” (HR. Muslin).
3. Jangan mendatangi kuburan/tempat keramat dalam urusan yang berhubungan dengan kekeramatannya, karena itu termasuk kesyirikan yang bisa menghapus pahala ibadah.
4. Jangan durhaka kepada orang tua yang dapat mengundang murka Allah karena murka Allah tergantung pada murka orang tua terhadap kita.Jadi percuma melaksanakan seluruh ibadah selama Ramadhan bila kita sedang berdosa pada orang tuanya.Makanya sebelum Ramadhan memohon ridho dan ampunan orang tua amat penting demi meraih ridho dan ampunan Allah.
Bila Kita kita memasuki Ramadhan dalam keadaan bersih,jalan ibadah yang kita lewati juga bersih, ibadah yang kita lakukan juga bersih maka tunggulah Rahmat Allah di bulan Ramadhan.Orang-orang yang mendapat rahmat di Bulan Ramadhan memang sulit ditebak karena itu termasuk wilayah kegaiban/rahasia Allah.Namun demikian kita bisa mencoba membaca dari fungsi ibadah itu,antara lain bila seseorang telah diterima shalatnya,puasanya,zikirnya atau amalan baca al Quranya:
1. Seseorang telah diterima shalatnya bila terjadi perubahan pada diri orang tersebut,yang sebelum suka melakukan maksiat,melalaikan shalat,menjadi bersih dari maksiat dan taat beribadah di masjid.Bukankah shalat itu dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar ?.
2. Seseorang telah diterima puasanya bila telah mampu mengendalikan diri,mengendalikan emosi atau mengendalikan nafsunya yang berbeda dari sebelumnya,serta mampu mengendalikan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak diridhoi Allah.Bukankah puasa adalah latihan kesabaran untuk mengendalikan diri atau nafsu ?.
3. Seseorang telah diterima amalan zikir atau bacaan Al Qurannya bila seseorang itu mampu memimpin diri,mampu membedakan antara yang haq dengan yang batil,membedakan antara yang baik dengan yang buruk.Bukankah zikir itu mendekatkan Allah ke dalam hati dan melalui hatilah Allah membimbing kita ke jalan yang benar ?.Bukankah Al Quran itu adalah petunjuk hidup sehingga kalau al Quran telah masuk ke dalam hati maka melalui Al Quran itulah Allah menunjuki kita ke jalan yang benar ?.
4. Orang yang meraih rahmat dalam Ramadhan akan menemukan dirinya dalam Islam yang membuat mereka sadar bahwa Islam bukan hanya amalan musiman di Bulan Ramadhan tetapi amalan untuk seluruh waktu sampai datangnya waktu penjemputan nyawa.Oleh karena itu,yang meraih rahmat di Bulan Ramadhan akan mantap keislamannya di luar Ramadhan dan nampak keimanannya di waktu Subuh dan Isya.
Akhirnya kepada Allahlah kita berharap kekuatan dan petunjuk-Nya agar bisa membersihkan diri sebelum memasuki Ramadhan dan menjalani Ramadhan dengan benar serta keluar sebagai orang yang lulus dengan sertifikat muslim.Dan kepada saudara-saudara yang sakit,janganlah berkecil hati,rahmat Allah akan selalu bersamamu bisa ridho menjalani anugerah Allah kepadamu,tetap bersabar menjalani takdir dan meksanakan ibadah sesuai dengan kesanggupan.”Maka bertakwalah kepada Allah sesuai dengan kesanggupanmu” (QS.At Taghabun:16),”Allah tidak membebanimu seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupanmu” (QS.Al Baqarah:286).(Palajau,Juni 2015).

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Tips Lambung

SOLUSI AMPUH MENGOBATI ASAM LAMBUNG SECARA ALAMI TANPA EFEK SAMPING dan sangat peduli sam pendidikian
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0