Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / BERPUASA SAMBIL INTROSPEKSI DIRI
BERPUASA SAMBIL INTROSPEKSI DIRI
0 Komentar | Dibaca 487 kali
SAHABUDDIN @elsah
23 June 2015

Bulan Ramadhan adalah bulan rahmat bagi umat Islam,karena di bulan itu Allah menurunkan rahmat-Nya kepada hamba yang kehendaki-Nya.Rahmat itu berupa limpahan pahala,ampunan dosa,keselamatan dan petunjuk kepada orang-orang yang bersabar dalam menjalankan Islam secara murni dan secara kaffah sesuai dengan tuntunan Rasulullah Muhammad SAW.Siapa yang dikehendaki-Nya itu ?,tentunya hanya Allah yang tahu,namun kita perlu berusaha agar termasuk orang-orang yang dikehendaki Allah untuk mendapatkan rahmat-Nya di bulan Ramadhan dan rahmat itu akan dirasakan atau akan terbaca setelah seseorang meninggalkan bulan Ramadhan.
Kita semua tentu mengharap akan mendapatkan ramhat Allah di bulan Ramadhan.Namun,tidak semua di antara kita yang bisa meraihnya karena di antara ada yang hanya memiliki kemauan tanpa dibarengi dengan usaha,atau karena salah menafsirkan rahmat.Mereka,sebagian di antara kita,melihat rahmat itu dari segi materi atau bertambahnya kekayaan.Padahal rahmat yang sesungguhnya yang dijanjikan Allah di bulan Ramadhan adalah ketakwaan,Ketakwaanlah yang membuat derajat kita terangkat lebih tinggi dari umat Islam lainnya (Qs. Al Hujurat:13)Ketakwaanlah yang membuat Allah mencintai hamba-Nya Dan senantiasa bersama dengan hamba-Nya . Ketakwaanlah yang membuat Allah menjamin keselamatan bagi hamba-Nya.Untuk mencapai ketakwaan maka seorang hamba harus meraih beberapa rahmat Allah lainnya berupa ampunan,petunjuk dan kesabaran.Untuk meraih rahmat Allah di bulan Ramadhan maka seorang hamba harus melalui beberapa tahapan pendidikan diri sendiri,yaitu: introspeksi diri, bertaubat, memperbaiki diri, dan memantapkan diri.
Introspeksi diri amat penting bagi kehidupan seseorang.Betapa banyak di antara kita yang setiap hari mendapat siraman agama namun siraman tersebut belum terpercik ke dalam hatinya,atau belum mampu mencerahkan hatinya.Hal ini disebabkan karena belum mengenal diri.Mengenal diri bukanlah perkara yang muda,melainkan harus melalui kemauan dan usaha mengintrospeksi diri tentang “Bagaimana aku di hadapan Allah ?,bagaimana aku sebagai umat Islam,bagaimana aku sebagai pengikut Muhammad ?,apakah aku sudah menjalani hidup ini sebagai hamba Allah ?,apakah kujalani Islam yang sesungguhnya ? atau apakah aku sudah mengikuti Muhammad SAW dalam beragama Islam ?”.
Sok suci,sok pintar atau sudah merasa cukup ilmu dalam beragama adalah sikap yang menghambat usaha untuk introspeksi diri.Oleh karena ketiga sikap ini harus dibuang jauh-jauh.Lebih baik merasa banyak dosa daripada merasa suci.Lebih baik merasa bodoh daripada merasa pintar .
Bulan Ramadhan adalah bulan yang amat penting yang disediakan Allah bagi manusia.Sebelum memasuki Ramadhan,maka introspeksilah diri sendiri dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.Bagaimana kita waktu Ramadhan yang lalu,tentunya rajin beribadah wajib dan sunnah,di rumah dan di masjid,meninggalkan maksiat dan kedustaan.Bagaimana setelah meninggalkan Ramadhan ?. B