Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / RAMADHAN SEBAGAI DIKLAT UNTUK MENJADI PEMIMPIN YANG HEBAT
RAMADHAN SEBAGAI DIKLAT UNTUK MENJADI PEMIMPIN YANG HEBAT
0 Komentar | Dibaca 782 kali
SAHABUDDIN @elsah
23 June 2015

Assalamu Alaikum Wr.Wb
Rasulullah Saw telah bersabda bahwa "Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas kemimpinannya".Jadi pemimpin itu tidak harus memiliki jabatan seperti presiden,gubernur, bupati, camat,kepala desa atau kepala dusun.
Presiden adalah pemimpin.Gubernur,bupati,camat,kepala desa,imam desa dan pejabat lainnya adalah pemimpin, tetapi tidak semua pemimpin itu hebat,tidak semua pemimpin itu mulia.Di antaranya ada yang buruk lagi hina. Siapakah pemimpin yang hebat itu ?
Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Mampu memimpin dirinya sendiri,yaitu mengatur dirinya dan menunjutkan dirinya kepada kebaikan.Seorang pemimpin yang mampu memimpin jutaan orang tetapi tidak mampu memimpin dirinya sendiri maka belum bisa dikatakan hebat.
2. Mampu melihat kebenaran,sehingga mampu melewatinya dan membedakannya dengan kebatilan.Seorang pemimpin yang mencampuradukkan antara kebenaran dan kebatilan,atau yang memimpin umat dalam kebatilan belum bisa dikatakan hebat.Islam itu berjamaah di atas kebenaran,bukan dalam kebatilan dan tidak pula mencampuradukkan antara kebenaran dan kebatilan.Pemimpin yang hebat akan menjunjung kebenaran dan kejujuran dan berusaha meninggalkan kebatilan dan kecurangan.
3. Merdeka,yaitu bebas berfikir dan bertindak sesuai dengan aturan tanpa ada tekanan dari pihak manapun.Seorang pemimpin yang tidak bebas berfikir dan bertindak sesuai aturan karena selalu ditekan oleh setan belum bisa dikatakan pemimpin yang hebat.
Di antara kita pasti ada pemimpin yang telah menjadi pemimpin yang hebat.Pemimpin yang hebat itu dapat kita temukan di masjid ini pada setiap shalat Subuh,berarti kita semua adalah pemimpin yang hebat karena sudah melakukan shalat subuh di masjid di Bulan Ramadhan ini.Mengapa shalat Subuh di masjid yang menjadi ukuran kehebatan seorang pemimpin ?,karena:
1. Shalat Subuh di masjid itu berat,hanya orang yang mampu memimpin dirinya yang bisa melakukannya,kalau sudah mampu memimpin dirinya shalat berjamaah subuh maka memimpin yang lainnya akan menjadi ringan.
2. Shalat Subuh di masjid itu harus kuat,hanya orang yang mampu mengalahkan setan yang bisa mendengarkan azan Subuh dan bisa memenuhi panggilan Allah,karena di waktu Subuh setan-setan membelunggu umat Islam dan bahkan mengencingi telinganya sehingga tidak mampu mendengar azan Subuh dan tidak kuat berjalan ke masjid.
3. Pergi ke masjid di waktu Subuh itu gelap,hanya orang yang mampu memimpin dirinya yang bisa melihat masjid di waktu Subuh,karena berjalan ke masjid itu membutuhkan hati yang terang untuk bisa melihat dan merasakan nikmatnya shalat berjamaah Subuh di masjid bersama atau disaksikan oleh malaikat.
4. Shalat Subuh di masjid itu amat berat,hanya orang yang beriman yang mampu melakukannya,sebagaimana sabda Rasulullah Saw bahwa Shalat yang paling berat bagi orang munafiq adalah shalat Subuh dan Isya.Jadi orang yang tidak sanggup mendirikan shalat Subuh berjamaah di masjid masih dianggap sebagai orang munafik.
Pemimpin yang hebat,bukan hanya hebat di dunia,akan tetapi hebat pula di akhirat.Bukan hanya hebat di mata manusia tetapi di mata mahkluk lainyapun akan hebat.
Siapa yang mau menjadi pemimpin yang hebat ?,caranya mudah yaitu ikutilah Pendidikan dan Latihan (Diklat) yang disediakan Allah di bulan Ramadhan ini. Berlatihlah mengendalikan nafsu,berlatihlah melawan setan,berlatih melakukan shalat berjamaah Subuh di masjid,berlatihlah untuk jujur,berlatih bersabar melaksnakan perintah dan menjauhi larangan,dan yang sangat penting pula adalah perbanyak memperlajari buku-buku Islam terutama al Quran dan hadis terjemahan.Setelah lulus pada diklat Allah di Ramadhan ini berarti kita telah menjadi Islam yang sejati dan yang bukan hanya di bulan Ramadhan.Bawalah keislaman diri ke mana saja dan kapanpun dengan tidakmembeda-bedakan keislaman kita kepada Allah antara Ramadhan dengan bulan lainnya. Lebih kurangnya mohon dimaafkan,wassalamu alikum Wr.Wb.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Beatrice Clothing

Saya adalah orangtua yang berprofesi menjual pakaian baju wanita, bergabung dengan website ini untuk menget ...
Daftar Artikel Terkait :  1

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0