Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Informasi Umum

Beranda / Informasi Umum / 4 golongan yang tidak akan mendapatkan malam Lailatul Kodar
4 golongan yang tidak akan mendapatkan malam Lailatul Kodar
0 Komentar | Dibaca 755 kali

seperti malam malam yang telah lalu, dimalam bulan Ramadhan mubarak 1436H/2015M ini, biasanya setelah sholat Isya, menjelang sholat tarwih. Di masjid al iklas jalan setia bakti parik kecamatan koto balingka kabupaten pasaman barat sumbar. Akan diisi dengan ceramah agama.
Pada malam minggu ini yang berceramah adalah ustad Al Hadi Sigalangan. Salah seorang da'i nagari Di kabupaten Pasaman Barat. Beliau juga pengusaha sukses dan donatur tetap di Madrasah Aliyah Swasta Parit (MASP)

Dengan gayanya yang lembut, rendah hati dan tenang mampu menarik perhatian ibu ibu dan jamaah lainnya.

Didalam tausiyahnya itu, ia membahas tentang malam lailatur kodar.

Diantaranya dikatakan, ada empat golongan yang tidak akan mendapatkan malam lailatul kodar.
Yang pertama, peminum minuman keras. Tuak, kamar, alkohol, ganja, dsb.
Yang kedua,
Orang yang durhaka kepada kedua orang tua.
Ketiga, orang yang memutuskan silaturrahim dengan famili yang sedarah.
Keempat, orang yang memutuskan silaturrahim dengan orang yang seiman dan seagama.
Itulah empat golongan yang tidak akan mendapat malam lailatul kadar.

Kemudian pada malam berikutnya, ceramah agama diisi oleh ustad Afwan. Ustad ini juga masih membahas tentang malam lailatul kadar.
Malam lailatul kadar yaitu malam penentuan, misal penentuan kapan nyawa seseorang akan dicabut diberikan kepada malaikat isroil, berapa jumlah rizki seseoran diserahkan kepada malaikat mikail.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

BUDI SANTOSA

blogger barito timur
Daftar Artikel Terkait :  1

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0