Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Lupakan Jasa dan Kebaikan Diri – AaGym
Lupakan Jasa dan Kebaikan Diri – AaGym
0 Komentar | Dibaca 1075 kali
HUSNIJAL @husnijal05
25 July 2015

Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Menatap, menjadikan kita hamba-Nya yang terampil menjaga kebersihan niat dalam setiap amal kita. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rosululloh Saw.
Saudaraku, semakin kita sering menganggap diri banyak jasa dan banyak kebaikan pada orang lain, apalagi menginginkan orang lain tahu akan jasa dan kebaikan diri kita itu, lalu berharap orang lain menghargai, memuji, dan membalasnya, maka berarti kita sedang membangun penjara untuk diri kita sendiri. Dan kita pun berarti sedang mempersiapkan diri mengarungi samudera kekecewaan dan sakit hati.

Semakin banyak kita berharap sesuatu dari selain Allah Swt., maka akan semakin banyak kita merasa kecewa. Karena, tiada sesuatu apapun yang dapat terjadi tanpa ijin Alloh. Sesudah mati-matian berharap dihargai makhluk namun Alloh tidak menggerakkan orang untuk menghargai, maka hati kita akan kecewa karena kita terlalu banyak berharap kepada makhluk. Belum lagi kerugian di akhirat karena amal yang dilakukan berarti tidak tulus dan tidak ikhlas, yaitu beramal bukan karena Alloh Swt.

Selayaknya kita menyadari bahwa yang namanya jasa atau kebaikan kita terhadap orang lain, sesungguhnya bukanlah kita yang berjasa melainkan Alloh-lah yang berkehendak. Kita hanya menjadi jalan kebaikan Alloh. Menjadi jalannya saja sudah lebih dari cukup, karena jika Alloh menghendaki kebaikan itu terwujud melalui orang lain maka kita tidak akan mendapat ganjarannya.

Jadi, ketika ada seseorang yang sakit, lalu sembuh karena usaha seorang dokter. Maka, sesungguhnya Alloh yang menyembuhkan. Sang dokter hanya menjadi jalan. Seharusnya dokter sangat berterima kasih kepada sang pasien karena selain telah menjadi ladang pahala untuk mengamalkan ilmunya, juga telah menjadi jalan rezeki dari Alloh baginya.
Namun, andaikata sang dokter jadi merasa hebat karena usahanya, dan menuntut penghormatan dan balas jasa yang berlebihan, maka selain memperlihatkan kebodohan dan kekurangan imannya, juga semakin tampak rendah kepribadiannya. Selain itu, di akhirat nanti niscaya dia akan termasuk orang yang merugi karena tidak mendapat pahala.

Percayalah saudaraku, bahwa kemuliaan dan kehormatan serta kewibawaan seseorang justru akan cemerlang seiring dengan ketulusannya menjalani tugas dengan baik, Insyaa Alloh. Alloh yang akan menghujamkan rasa cinta di hati manusia dan menuntun mereka untuk membalas dengan kebaikan pula.

Seorang guru p