Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / APAKAH MENGAJAR ITU MUTLAK SESUAI DENGAN RPP ?
APAKAH MENGAJAR ITU MUTLAK SESUAI DENGAN RPP ?
0 Komentar | Dibaca 1419 kali
SAHABUDDIN @elsah
12 January 2016

Salah satu tugas utama seorang guru adalah menyusun program pembelajaran yang antara lain berisi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).RPP disusun berdasarkan program semester,program tahunan dan silabus yang telah disediakan oleh pemerintah (kurikulum).RPP tidak lebih dari skenario guru dalam pembelajaran,baik yang dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas.Skenario itu berisi tentang kegiatan apa yang harus dilakukan oleh guru dan siswa,tujuan apa yang harus tercapai atau materi pelajaran apa yang harus diajarkan. Skenario itu telah tersusun rapi lengkap dengan jatah waktu,mulai dari kegiatan awal,kegiatan inti dan kegiatan akhir.Dan hasil dari semua itu adalah perolehan angka untuk mengisi buku nilaiguru atau buku rapor siswa.
Namun,penulis sebagai seorang guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) kadang mengalami suatu masalah dalam pelaksanaan RPP yang telah ditanda tangani oleh kepala sekolah.Berbagai masalah yang terjadi dalam kehidupan siswa,kehidupan masyarakat atau kehidupan berbangsa dan bernegara yang membuat penulis terpanggil untuk membahas masalah tersebut,namun terkendala oleh waktu atau skenario dalam RPP. Kalau penulis membahas masalah tersebut berarti keluar dari RPP dan kalau tidak membahasnya berarti penulis telah meninggalkan hal-hal penting yang seharusnya diketahui oleh anak didik,dan ini masalah tanggungjawab kita sebagai guru di hadapan Allah pemberi amanah,yang bukan hanya kita disuruh mengajar tetapi juga mendidik mereka berupa penanaman budi pekerti.
Akhir-akhir ini semakin banyak masalah yang melanda generasi muda termasuk yang sebaya dengan anak didik yang kita didik,antara lain pergaulan bebas,tawuran antarpelajar,minum minuman keras, mengisap lem,genk motor dan lainnya,penyalahgunaan narkoba,fornografi, facebook dan internetan, budaya curang dalam ujian, masalah korupsi oleh para pengelola Negara dan sebagainya. Semuanya itu adalah perangkap yang bakal menghancurkan masa depan anak didik. Kalau guru hanya sibuk mengajar sesuai dengan RPP,maka kapan masalah yang seperti di atas dibahas bersama dengan siswa,padahal mengajarkan masalah-masalah tersebut tidak ada dalam RPP mata pelajaran apapun,apakah harus menuggu waktu libur ?, apakah harus mengundang pihak luar untuk membahasnya melalui seminar dengan menyiapkan waktu tersendiri ?.Barangkali kegiatan seperti itu tidak efektif,melainkan hanya membuang-buang waktu dan biaya.
Dan bila seorang guru amat peduli terhadap masalah tersebut di atas dan mencoba keluar dari rel RPP apakah tidak menjadi masalah dengan Team Pengawas Pendidikan, yang mereka melihat kinerja guru berdasarkan RPP ?. Banyak pengawas yang menyalahkan guru yang ketinggalan dari RPP-nya,dan dianggapnya guru tersebut melalaikan tugasnya, akibatnya guru tersebut menjadi kaku atau takut pada pengawas,hingga membuat guru tersebut berubah menjadi robot yang dikendalikan oleh “remote control” RPP.Akhirnya,apa yang diperoleh ?,keberhasilan mengajar hanya diukur dari tuntasnya skenario RPP,keberhasilan dilihat dari angka-angka yang diperoleh siswa saat ulangan harian atau ujian semester tanpa mereka melihat bagaimana siswa waktu ujian,mereka hanya menyontek atau kerjasama.Nilai tinggi tetapi kejujuran rendah.Dan kemedikbud RI telah membuktikan bahwa pendidikan di negeri ini penuh dengan kecurangan. Hasil ujian nasional tinggi tetapi tingkat kecurangan juga tinggi. Yang seperti inilah yang akan ikut menyuburkan koruptor di Indonesia ke depan.
Pendidikan janganlah diukur dari nilai-nilai rapor/ijazah siswa.Kesuksesan pendidikan di sekolah janganlah dilihat dari lulusnya seluruh siswa dalam ujian,tetapi lihatlah bagaimana nilai-nilai itu tertanam dalam diri siswa. Oleh karena itu,seorang guru tidak boleh kaku dalam melaksanakan RPP. Kalau memang ada masalah penting yang membutuhkan penanaman nilai tertentu pada siswa maka barangkali bukanlah pelanggaran bila guru tersebut keluar dari RPP atau menangguhkan RPP untuk membahas masalah tersebut.
Seperti yang penulis lakukan setiap tahun pada semester akhir kelas IX SMP,untuk materi Globalisasi dan Prestasi Diri penulis buat RPP-nya,tetapi dalam prakteknya penulis membagi kegiatan. Kedua materi materi tersebut diserahkan kepada siswa untuk dipelajari sendiri di rumah dengan sumber buku paket PKn Kelas IX yang telah dibagikan (belajar mandiri),sedangkan di kelas digelar diskusi kelompok sejenis “seminar” yang membahas tentang berbagai masalah yang melanda generasi mudah,seperti kenakalan remaja,pergaulan bebas,penyalahgunaan narkoba,bahaya minuman keras,bahaya mengisap lem,untung rugi facebook dan internetan, tawuran antarpelajar,genk motor,pemberantasan korupsi dan lainnya. Masing-masing kelompok diberi tugas membuat makalah salah satu masalah di atas dan mempresentasikan makalahnya dalam bentuk seminar. Nah,untuk kegiatan yang seperti ini apakah termasuk suatu pelanggaran bila dilakukan tidak sesuai dengan RPP,padahal masalah-masalah tersebut amat penting diketahui oleh anak didik ?.Dan kegiatan ini selain memberikan pemahaman tentang masalah-masalah yang melanda generasi muda,juga mereka memperoleh ketrampilan berdiskusi/mengemukakan pendapat bagi anak didik.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Toko Obat Herbal Online

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  4

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0