Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Hadiah dan Objektivitas Penilaian Guru
Hadiah dan Objektivitas Penilaian Guru
2 Komentar | Dibaca 976 kali

Nilai yang diberikan guru untuk siswa tidak dapat dinapikan adalah sesuatu yang esensial dalam proses belajar mengajar. Seorang siswa,juga orang tua siswa tentu berbangga dengan nilai memuaskan. Dikarenakan Nilai yang didapat siswa memberikan pengaruh yang besar terhadap persepsi, motivasi, dan kepercayaan anak terhadap proses belajar mengajar selanjutnya maka objektivitas guru dalam memberikan nilai sesungguhnya sangatlah signifikan dan hal ini perlu disadari oleh guru. Pada prakteknya, objektivitas guru ini sangat jarang dipertanyakan bahkan belum ada instrument yang representative dan holistic untuk bisa menilai keobjektivitasan guru dalam memberikan nilai buat siswanya. Guru mempunyai hak prerogative dan diskriminatif guru dalam memberikan nilai ini sangat sulit untuk dipertanyakan.Penilaian pada hakikatnya adalah upaya untuk memberikan penghargaan kepada peserta didik sesuai usaha yang dilakukannya selama proses pembelajaran, Sayangnya dalam implementasinya tidak jarang guru yang menyalahgunakan penilaian ini misalnya sebagai ajang balas dendam atau sebagai ucapan terimakasih kepada siswa. Sebagai seorang guru yang telah mengajar sejak masih remaja, saya dapat mengatakan bahwa budaya memberikan hadiah oleh siswa kepada guru memberikan korelasi negative terhadap objektivitas guru dalam memberi penilaian. Saya ingat sekali di masa remaja, saya membantu mengajar disekolah agama dan dimarahi oleh Ayah saya selaku Kepala Sekolah karena nilai rendah yang saya berikan kepada seorang siswa dimana orang tua siswa tersebut telah mengantarkan serantang rendang daging kesukaan ayah saya ke rumah dan sekarang sebagai ibu muda yang telah memiliki anak, saya mendengar ibu-ibu muda yang lain bercerita,”itu anak kesayangannya bu guru lho, orang tuanya sering kirim oleh-oleh dari luar negeri, Juara pertama terus itu”. Dengan tersenyum saya menimpali “ah, mungkin anaknya memang pintar bu!”. Yang lebih lucu lagi, saya mempunyai seorang siswa dimana siswa tersebut dengan sopan selalu memberi hadiah buat saya, pada HUT guru, pada hari ulang tahun saya misalnya, meski hadiah tersebut tidak besar tapi sungguh memberikan kesan dan tidak dapat saya pungkiri anak tersebut mendapatkan tempat khusus dihati saya, Sewaktu mengerjakan nilai untuk raport semester ingin sekali saya menambah beberapa angka saja agar anak tersebut menjadi juara pertama, tentu dengan mudah saya dapat melakukannya, toh, tidak ada yang tau, kan tidak ad