Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / Pengelolaan Data Kependidikan Dengan Sistem Informasi Yang Pintar
Pengelolaan Data Kependidikan Dengan Sistem Informasi Yang Pintar
0 Komentar | Dibaca 1435 kali
Mr Bee @paklebah
03 February 2016

Topik tentang mutu pendidikan Indonesia memang tak pernah ada habisnya. Di era reformasi, pendidikan merupakan salah satu fokus utama program pemerintah untuk melakukan perbaikan dan pembenahan. Termasuk tentang mutu guru ditinjau dari berbagai sudut dan penilaian. Pembenahan yang telah atau sedang dilakukan pemerintah antara lain pendataan guru, pemenuhan kebutuhan guru nasional, peningkatan mutu pendidikan, peningkatan kesejahteraan guru, dan berbagai program lainnya.

Salah satu hal yang menjadi perhatian terkait mutu guru adalah jumlah dan sebaran guru di wilayah-wilayah Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan oleh banyak pihak untuk melihat apakah jumlah guru telah memenuhi kebutuhan nasional dan apakah sebaran guru berdasarkan keahlian mata pelajaran dan wilayah telah benar-benar berimbang. Berbagai upaya pendataan kependidikan telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun non pemerintah. Program unggulan pemerintah dalam pengumpulan data kependidikan adalah Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Sementara dari pihak non pemerintah kita mengenal SIAP (Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan) Online.

Peta sebaran sekolah di Propinsi Aceh.

Peta sebaran sekolah di Propinsi Aceh.

Dan di era internet serta keterbukaan informasi ini, hasil pendataan dari berbagai pihak bisa dipantau oleh publik secara daring (online). Beberapa data resmi dari pemerintah yang bisa dirujuk oleh publik antara lain:

  1. Data Pendidikan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.
  2. Daftar Tabel Data Kependidikan dari Badan Pusat Statistik Indonesia.
  3. Kumpulan Data Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dari Portal Data Indonesia.

Sumber-sumber di atas berasal dari institusi resmi pemerintah, sementara itu pihak swasta dan perguruan tinggi pun juga melakukan pengumpulan data. Belum lagi data yang dikumpulkan oleh lembaga internasional seperti Unesco, Bank Dunia, PISA, dan sebagainya. Walaupun tak semua data non pemerintah dibuka ke publik, data dari non pemerintah ini berfungsi sebagai data pembanding terhadap data dari pemerintah.

Terlepas dari metode pengumpulan data dan teknis penyajian data, keberadaan data-data tersebut tentu sangat bermanfaat karena dari data-data itulah kita bisa melakukan penilaian dan pengukuran terhadap mutu pendidikan di Indonesia. Namun apakah sudah cukup sampai di situ saja?

Dalam sistem informasi, pengumpulan data dari berbagai sumber primer dan menyajikan hasil kumpulan data tersebut baru langkah awal. Pihak-pihak yang peduli pada data-data kependidikan ini seharusnya tak berhenti hingga pengumpulan data saja. Data kependidikan Indonesia yang terdiri dari jutaan siswa dan guru serta ribuan sekolah itu merupakan data yang berukuran sangat besar (big data). Setelah semua data ini terkumpul, perlu adanya yang disebut dengan analisis data besar (big data analytics).

Analisis data besar adalah proses pemetaan data yang berukuran sangat besar dan beragam untuk menemukan pola-pola tertentu yang tersembunyi (hidden patterns), hubungan-hubungan yang tak nampak (unknown correlations), tren perubahan data, kondisi tertentu yang tak terpantau, dan berbagai informasi lainnya yang tak langsung tampak hanya dengan menampilkan data apa adanya. Analisis data besar merupakan salah satu kebutuhan dalam sebuah sistem informasi yang pintar (smart system).

Manfaat dari analisis data besar antara lain:

  1. Memberikan informasi yang benar berbasis data dan fakta yang sebenarnya.
  2. Melakukan prakiraan informasi di masa depan berdasarkan pemodelan atas kondisi sebelumnya hingga saat ini.
  3. Pengambilan keputusan dan analisis resiko yang lebih baik dan menyeluruh berdasarkan informasi dan pemodelan data yang baik, atau yang disebut dengan DSS (decision support system).
Sebaran nasional guru sekolah dasar.

Sebaran nasional guru sekolah dasar.

Sebagai contoh, kita kembali ke data jumlah dan sebaran guru di Indonesia. Dari berbagai sumber data di atas, kita telah tahu bahwa jumlah guru belum berimbang. Di sebagian wilayah jumlah guru lebih, sementara di wilayah lain jumlah guru kurang. Sebuah sistem informasi yang pintar seharusnya tak berhenti sampai di situ.

Berdasarkan informasi yang telah terkumpul, sebuah sistem informasi yang pintar dan mampu melakukan analisis data besar bisa memberikan saran-saran bagaimana pengguna sistem menindaklanjuti kondisi yang tergambar dari data-data tersebut. Contoh yang bisa dilakukan sebuah sistem pintar:

  1. Sistem bisa menunjukkan data guru berdasarkan keahlian mata pelajaran di setiap wilayah dan menyarankan perpindahan guru agar sebaran guru berimbang berdasarkan mata pelajaran.
  2. Sistem bisa menyarankan sertifikasi ulang pada guru mata pelajaran yang jumlahnya berlebih sehingga bisa menutupi mata pelajaran yang kekurangan guru.
  3. Terkait kemampuan sebelumnya, sistem juga mampu menyarankan institusi pendidikan atau LPTK terdekat bagi guru-guru yang melakukan sertifikasi ulang.
  4. Pada saat penerimaan guru, sistem bisa menyarankan keahlian mata pelajaran apa saja dan di wilayah mana saja calon guru baru dibutuhkan.

Dan berbagai kemampuan pintar lainnya, disesuaikan berdasarkan parameter-parameter kebutuhan pendidikan yang ada di Indonesia baik di tingkat daerah hingga tingkat nasional. Dan Kemendikbud melalui program ProDEP (Professional Development for Education Personnel) telah merumuskan berbagai parameter-parameter dan kriteria-kriteria untuk menilai berbagai hal, seperti menghitung kebutuhan guru di sekolah, penilaian kinerja sekolah, dan berbagai metode dan rumus analisis data lainnya. Jadi sebenarnya bahan dasar untuk membangun sistem pintar itu telah tersedia.

Dengan sistem yang pintar, pihak-pihak pengambil keputusan bisa menghasilkan keputusan-keputusan yang tepat, cepat, dan efektif karena berdasarkan data dan fakta yang benar. Dan dengan keputusan dan kebijakan yang tepat, cepat, dan efektif, upaya-upaya perbaikan dan pembenahan mutu pendidikan Indonesia menjadi lebih baik akan terwujud dalam waktu yang relatif lebih singkat dan efisien. Inilah tahap selanjutnya yang masih perlu pembenahan dalam pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan pendidikan nasional kita.

Pertanyaan adalah… sudahkah sistem informasi pendidikan yang pintar tersedia dan digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan?

 

— Januari 2016.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

aqila

Owner Bimbel "Edu Finger Smart"
Daftar Artikel Terkait :  15

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0