Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Terapi Strees Dan Kesehatan Dengan Ikhlas
Terapi Strees Dan Kesehatan Dengan Ikhlas
0 Komentar | Dibaca 450 kali

http://psikologid.com/wp-content/uploads/2013/06/fears-phobias.jpg

Semua orang pasti pernah mengalami sakit. Entah itu sakit yang sifatnya ringan atau mungkin berat. Semua orang pernah mengalaminya dan pernah merasakannya. Yang pasti rasanya tidak nyaman dan ingin segera sehat.

Namun tahukah anda, bahwa menurut penelitian, 80% sakit yang diderita seseorang itu dipicu oleh gejala psikologis dia sendiri. Mungkin karena marah pada seseorang, benci pada seseorang, ingat kejadian yang kurang menyenangkan, dan lainnya. jika seseorang mengalami kejadian yang kurang menyenangkan, kemudian dia memendam amarah dalam dirinya, maka sebenarnya emosi yang dia pendam itu tidak pernah hilang. Dia tetap ada dalam hatinya (bawah sadarnya). Bedanya mungkin saja dia terlupa, karena ada kejadian baru yang dialaminya. Namun sebenarnya apa yang sudah dirasakannya itu sebenarnya ada di dalam hatinya. Tidak pernah hilang.

Emosi negatif yang terus menerus menumpuk akan terus menumpuk dan terus bertambah lagi jika tidak pernah diikhlaskan. Ketika emosi ini terus ditumpuk tanpa pernah dikurangi, maka dia akan terus membesar. Dan pada saatnya nanti tiba-tiba seseorang akan mengalami bahwa otot lehernya menegang, pusing sendiri atau bahkan sakit. Nah, sakit ini sebenarnya muncul karena dorongan jiwa yang tertekan. Penelitian mengatakan 80 jenis penyakit dipicu karena tegangan emosi negatif yang baru saja terjadi atau sudah dipendam dalam jangka beberapa waktu.

Coba anda perhatikan, dimasyarakat sudah sangat sering sekali terdengar orang bilang kepada temannya yang marah misalnya; “Sudah, tahan emosi kamu!”. Perhatikan lagi redaksinya. “Sudah, tahan emosi kamu!”. Apakah orang bisa menahan emosinya terus menerus? tentu saja tidak. Namun bagaimana cara melampiaskan emosi yang begitu terpendam dalam hati. Caranya adalah dengan mengiklaskan. Coba saat ada orang yang marah, kemudian ada yang bilang; “Sudah, ikhlaskan saja!”. Pasti jauh lebih adem rasanya.

Sementara itu, beberapa orang yang masih menyangkal diberikan tips agar hatinya “puas” melampiaskan kekesalannya pada seseorang. Tipsnya adalah pada saat dia marah, dia membayangkan orang yang dibencinya. Setelah orangnya dibayangkan, katakan padanya “sepuas anda”, namun setelahnya dia harus bisa mengikhlaskannya. Menyerahkan semua itu kepada Allah. Ikhalas. Loss sepenuhnya. Menyerahkan kepada Allah.

Agar lebih mudah, silahkan anda mengetuk bagian tengah kepada anda, pelan saja. Gunakan dua jari anda, telunjuk dan tengah. Ketuk pelan-pelan saat pengikhlasan. Ulangi beberapa kali. Insya Allah, jika anda