Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / Anak ini sempat Protes Mengapa Harus Masuk Madrasah Akhirnya Meraih Medali Matematika Di Korea Selatan
Anak ini sempat Protes Mengapa Harus Masuk Madrasah Akhirnya Meraih Medali Matematika Di Korea Selatan
0 Komentar | Dibaca 758 kali
MOH MA'SUM @masum87
01 March 2016

Madrasah tidak lagi di pandang sebelah mata, banyak prestasi yang sudah di torehkan kanca nasional hingga internasional. Pada tulisan kali ini akan bercerita tentang anak SD yang melanjutkan di Madrasah karena anjuran orang tua nya hingga anaka ini sempat protes, tapi anak ini berhasil meraih medali emas di Korea selatan

Usai lulus bangku sekolah SDN 1 Rongtengah Sampang, Amiril Haq mengikuti arahan orangtuanya untuk melanjutkan sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bustanul Ulum di satu desa di Kabupaten Pamekasan. Setahun kemudian ia membuktikan bahwa pilihan orang tuanya itu sangat tepat. Madrasah mengantarkannya berprestasi keliling dunia.

Baca Juga MTsN 1 Malang Raih Medali Emas di ISPO 2016 Mengalahkan SMA

MTs Bustanul Ulum berada di Kecamatan Waru, daerah pantai utara Pamekasan. Daerah tersebut jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Pamekasan. Juga, daerah yang sangat asing baginya karena terbiasa hidup di ibukota Kabupaten Sampang.

Haqi—panggilan akrabnya, termasuk siswa berprestasi di Kabupaten Sampang. Ia pernah mewakili Sampang dalam ajang O2SN di Provinsi Jawa Timur. Kehormatan mewakili kota kelahirannya itu didapatkan setelah keluar sebagai juara pertama O2SN dari ratusan siswa SD se-Sampang.

Tak heran, ketika disarankan melanjutkan sekolah ke MTs Bustanul Ulum, Haqi mengaku sempat protes pada orang tuanya. Satu-satunya alasan ia menerima tawaran orang tuanya, setelah disajikan kliping koran yang memuat prestasi siswa Bustanul Ulum berhasil membawa pulang medali dari ajang Wizard at Mathematics International Competition (WIZMIC) 2011.

Baca Juga Inovasi 2 Siswi MTs Diganjar Bronze Medal di IPITEX Thailand

Gemar Detektif

Matematika bagi Haqi, seperti jalan hidupnya. Kegemarannya menonton film detektif dalam memecahkan permasalahan, diakuinya mengisi relung inspirasi hidupnya. Keinginan untuk menjadi detektif sangat kuat membara, sehingga ditanam sebagai cita-cita.

“Matematika adalah memecahkan persoalan dengan logika. Sangat menarik untuk mengajak berpetualang sebagaimana cita-cita saya yang ingin menjadi detektif,” ulas Haqi.

Semangat kuat untuk menjadi detektif dengan mempelajari matematika memang tidak sia-sia. Menginjak bangku kelas I MTs Bustanul Ulum, Haqi langsung tampil moncer dari siswa-siswa lainnya. Hanya berselang tiga bulan tercatat sebagai siswa Bustanul Ulum, Haqi sudah terlihat menonjol dengan mengungguli teman-teman di sekolahnya. Haqi akhirnya ditunjuk untuk mewakili MTs Bustanul Ulum dalam ajang olimpiade matematik tingkat Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Sumber Bungur.

Pertamakali mewakili MTs Bustanul Ulum, Haqi tidak mampu keluar sebagai juara di tingkat KKM itu. Haqi mengaku sempat kecewa. Pijakan untuk bangkit kegagalan dari ajang Olimpiade Matematika tingkat KKM, diakui Haqi adalah dorongan dari Kepala Madrasah Bustanul Ulum kala, No’man Afandi.

Baca Selengkapnya ………….

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....
Tags :  

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

ROSIHAN ANWAR

Never Gine UP
Daftar Artikel Terkait :  1

Kategori

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0