Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Padamu Negeri

Beranda / Padamu Negeri / SKBK dan SKMT, Fitur Unggulan Simpatika yang Belum Layak Diunggulkan
SKBK dan SKMT, Fitur Unggulan Simpatika yang Belum Layak Diunggulkan
0 Komentar | Dibaca 2790 kali
Asyhal @asyhal06
06 March 2016

ajuan SKBK dan SKMT

ajuan SKBK dan SKMT

Surat Keterangan Melaksanakan Tugas (SKMT) dan  Surat Keterangan Beban Kerja (SKBK) merupakan fitur unggulan yang dinantikan kemunculannya oleh seluruh PTK yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. Dalam fitur SKMT dan SKBK ini akan tercantum dan termuat rincian beban kerja guru madrasah berdasarkan database yang sudah dientri oleh Kepala Madrasah ataupun Operator Madrasah; diantaranya adalah rincian tentang mapel yang diampu, rasio antara guru dan siswa serta JJM Tugas Mengajar. Rekapitulasi yang ada dalam SKMT dan SKBK ini selanjutnya akan menentukan kelayakan seorang guru untuk mendapatkan tunjangan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa “nyawa” seorang guru madrasah akan sangat “tergantung” pada fitur SKBK dan SKMT ini.

Mengingat pentingnya fitur yang satu ini, maka seharusnya fitur unggulan ini bisa mengimplementasikan semua aturan yang berhubungan dengan Beban Kerja, Linieritas, Tugas Tambahan, SKMT dan SKBK dan Tunjangan Profesi Guru Madrasah; oleh karena itu, agar benar-benar bisa dijadikan sebagai fitur unggulan dan sekaligus bisa dijadikan sebagai dasar dalam Perhitungan Kelayakan Tunjangan,  maka terlebih dahulu fitur ini seharusnya bisa lolos dari berbagai ujian.

Harus diakui bahwa fitur-fitur baru yang diluncurkan Simpatika pada semester genap 2015/2016 ini mengakibatkan banyak pihak terkait (khususnya operator madrasah) yang terjebak dalam sebuah tanda tanya besar ketika menemui berbagai kejanggalan yang ada di Simpatika; dan sampai saat tulisan ini dibuat, belum ada dan atau belum ditemukan penjelasan yang resmi dari Admin Simpatika maupun dari pihak Kementerian Agama.

Kejanggalan pertama yang ditemui adalah tentang