Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / Teknologi Komputer Sebagai Alat Belajar
Teknologi Komputer Sebagai Alat Belajar
0 Komentar | Dibaca 731 kali
Mr Bee @paklebah
24 March 2016

Anak-anak didik kita sekarang adalah generasi millenium atau generasi digital, yaitu generasi yang telah terbiasa dekat dengan teknologi sejak dini khususnya teknologi komputer bergerak, internet, dan media sosial. Komputer bergerak yang dimaksud adalah komputer jinjing (laptop), sabak elektronik (tablet), dan telepon seluler (ponsel) pintar. Dan dengan semakin jamaknya penggunaan komputer bergerak, internet, dan media sosial dalam kehidupan sehari-hari kita (orang dewasa), akses anak-anak ke teknologi yang sama adalah sebuah keniscayaan yang tak bisa dihindari.

Dampak teknologi, baik yang positif maupun negatif, pada anak-anak didik —khususnya di jenjang pendidikan dasar— masih menjadi perdebatan seru antara para pemerhati dan ahli pendidikan. Sebagian pihak menganjurkan penggunaan teknologi sebagai alat belajar siswa karena mempertimbangkan dampak positifnya, tetapi sebagian pihak yang lain menolaknya karena mempertimbangkan dampak negatifnya. Namun sejatinya, teknologi apa pun pada dasarnya bersifat netral, teknologi tak mengenal baik atau buruk. Dampak baik atau buruknya suatu teknologi tergantung pada bagaimana kita menggunakan atau menerapkan teknologi tersebut.

DAMPAK POSITIF TEKNOLOGI SEBAGAI ALAT BELAJAR

Pihak yang menganjurkan penggunaan teknologi (dalam hal ini yang dimaksud adalah komputer bergerak, internet, dan media sosial) sebagai alat belajar siswa (khususnya pada pendidikan dasar) karena melihat dampak positif yang besar pada teknologi. Beberapa dampak positif yang utama antara lain:

  1. Di masa depan nanti, anak-anak ini akan menjadi pengguna teknologi.
    Ini sebuah hal yang tak bisa ditolak sehingga menghindarkan anak-anak dari teknologi menjadi tak ada gunanya karena teknologi akan ada di sekitar mereka, bahkan sejak sekarang. Dengan memperkenalkan teknologi pada anak-anak sejak usia sekolah, anak-anak dididik untuk memanfaatkan teknologi secara baik dan benar. Misalnya memperkenalkan pemahaman tentang adab berinternet dan media sosial (netiket), kerahasiaan (privacy), keamanan (security), kejahatan maya (cyber crime) sehingga mereka lebih hati-hati dalam penggunaan komputer bergerak, internet, dan media sosial. Membekali anak-anak pemahaman tentang hal-hal tersebut kelak bisa mencegah mereka menjadi korban kejahatan