Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / “WOW” BUKAN “AW”: Mengenal Tipe-Tipe Manusia
“WOW” BUKAN “AW”: Mengenal Tipe-Tipe Manusia
0 Komentar | Dibaca 538 kali
ASY'ARI @asyari1964
05 March 2016

Ada-ada saja celetuk yang dilontarkan anak-anak saat saya mengajar. Kali ini dari kelas XII MAK. Saya tengah memberi ulasan tambahan terhadap contoh resensi buku Hari Ini Aku Makin Cantik tentang cerita sederhana dari orang-orang sederhana, namun menyimpan kedalaman makna.
Saya bertanya, “Apakah kalian menjumpai orang yang penampilannya sederhana, tapi hati dan pemikirannya ….”
“Wowwww” seorang siswa berceletuk melanjutkan kalimat saya yang terpotong sejenak itu. Kami semua lalu tertawa.
“Ya, betul! Orang yang penampilannya sederhana, tapi hati dan pemikirannya “wow”,” saya langsung merespons antusias celetuk siswa tersebut.
“Apakah kalian menjumpai orang seperti itu?”
“Ya,” jawab mereka serentak.
“Bagaimana dengan yang sebaliknya? Maksud saya, orang yang penampilannya “wow,” tapi, hati dan pemikirannya ….”
“Aw,” siswa lain berceletuk lagi. Kali ini tawa kami lebih heboh dan semakin menjadi-jadi. Aku pun makin tercengang dibuatnya. Sungguh, ini celetuk yang cerdas.
“Ya, betul!” jawab saya setelah tawa kami semua reda. “Apakah kalian juga menjumpai orang yang penampilannya “wow”, tapi pemikirannya “aw”?
“Ya, Ustad!” jawab mereka kompak.
Celetuk siswa di atas membawa pikiran saya lebih jauh tentang manusia. Tepatnya tipe-tipe manusia. Dari situ saya jadi berkesimpulan bahwa berdasarkan dua kata seru “wow” dan “aw” itu manusia bisa dibagi menjadi empat tipe.
Tipe pertama adalah manusia “aw-aw”. Yakni manusia yang penampilannya kacau, hati dan pemikirannya melompong. Sudah penampilannya kere dan kampungan, otaknya udang. Fisik tak menarik, batin tak berisi. Manusia tipe ini tak punya kelebihan sama sekali. Pokoknya, tak ada yang bisa diperhitungkan dari manusia ini, baik luarnya maupun dalamnya! So, hindari manusia tipe ini!
Tipe kadua adalah manusia “aw-wow”. Yakni, manusia yang penampilan fisiknya kere, tapi hatinya cerdas. Luarnya kampungan, tapi otaknya Jerman. Bajunya rombengan, tapi hatinya Madinah. Tipe manusia ini tidak memerhatikan tetek bengek yang bersifat aksesoris, tapi lebih mementingkan hal-hal yang berhubungan dengan penajaman visi intelektual, emosional, dan spritual serta pengembangan kualitas moral. Manusia dengan tipe ini tak ubahnya buah manggis: kulitnya hitam dan keras, tapi isinya putih, lembut, dan manis. Mereka ini sudah lebih terpesona dengan keindahan rohani ketimbang keindahan jasmani.
Sosok manusia tipe ini biasa dijumpai di kalangan sufi dan seniman. Tentu saja di kalangan lain juga. Mungkin, Gus Dur bisa kita jadikan satu dari sederet nama manusia tipe ini. Beliau, bahkan dalam posisinya sebagai presiden se