Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Acara & Kegiatan

Beranda / Acara & Kegiatan / Menag : Selain Muhafadzah, Kita Dituntut Berinovasi
Menag : Selain Muhafadzah, Kita Dituntut Berinovasi
0 Komentar | Dibaca 9685 kali

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa manusia yang hidup di muka bumi ini senantiasa dituntut untuk bermuhafadzoh (menjaga, memelihara, atapun merawat) peninggalan yang baik-baik oleh para pendahulu kita. Tidak hanya cukup sampai di situ, kita juga dituntut untuk berinovasi, melahirkan yang hal-hal baru yang berdampak baik bagi kita semua.

Demikian disampaikan Menag Lukman saat memberikan ceramah pada acara Pengajian Akbar, dalam rangka hari jadi Kabupaten Wonogiri ke 275 Tahun 2016, sekaligus Peresmian Gedung Kemenag Wonogiri, di Pendopo Bupati Wonogiri, Senin (23/5).

“Kita semua dituntut untuk senantiasa bermuhafadzoh hal-hal yang baik-baik oleh para pendahulu kita, tidak hanya cukup sampai disitu, kita juga dituntut untuk berinovasi, dapat melahirkan hal-hal yang baru yang berdampak baik bagi sesama manusia”. Kata Menag.

Kaitannya dalam hal ini, lanjut Menag, bentuk syukur setiap manusia itu adalah senantiasa memegangi ajaran ini, tidak hanya memelihara, namun mengembangkan warisan yang sudah ada.

“Lagi..lagi,,, kita harus banyak belajar kepada pendiri bangsa, mereka telah menjadikan nilai agama begitu sentral dalam suatu bangsa. Agama menjadi sesuatu yang vital dalam bernegara,” ujar Menag.

Dijelaskan Menag, ada dua pola negara meletakkan sebuah agama. Pertama, agama oleh negara dijadikan agama yang resmi, negara itu ya negara itu sendiri, beberapa negara menjadikan agama sebagai agama resmi oleh negara itu, seperti negara Iran, Pakistan, Saudi Arabia, Vatikan, dan lain-lain. Lalu, pola kedua, diterapkan negara lain, seperti Negara-negara Eropa, Amerika, yang memisahkan secara jelas agama dan negara. Negara tidak mengurus secara hal ihwal keagamaan yang dianut suatu bangsa.

“Akan tetapi, Indonesia bukan dari keduanya. “Indonesia oleh para pendahulu, meletakkan agama sebagai sesuatu yang khas dalam bingkai NKRI,” paparnya.

Menyitir ungkapan, Menag mengatakan, Bung Karno pernah menyampaikan, “saya menggali, nilai-nilai sejak ratusan tahun sudah hidup di masyarakat Indonesia, keragaman, besarnya wilayah, populasi ke empat terbesar dunia, apapun suku kita, Batak, Jawa, Bugis, Makassar, Minahasa, dan lain-lain, sangat menunjung tinggi nilai agama. Kita masyarakat yang sangat religius, agama tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan sehari-sehari.

“Inilah ke khasan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar. Tidak ada suku dinegara ini yang tidak menjunjung tinggi nilai agama. Pendiri bangsa menempatkan agama sebagai perekat kemajemukan”, ucap Menag.

“Kita disatukan dengan satu semangat yang sama, artinya , nilai agama menjadi acuan kita dalam mewujudkan kesejahteraan bersama,” imbuh Menag.

Dikatakan Menag, saat ini, kehidupan sudah berada pada wilayah yang tanpa batas, hidup dalam wilayah yang mengglobal atau mendunia. Akan hal ini, melalui media sosial, banyak juga faham yang masuk ke Indonesia tidak sesuai dengan jati diri keindonesiaan, hingga lalu menyebabkan faham agama bisa menjadi faktor disintegrasi bangsa, bisa memecahkan keutuhan kita sebagai bangsa.

“Ini perlu kewaspadaan kita,” tandas Menag.

“Tdak ada agama yang mengajarkan keburukan, akan tetapi agama senantiasa mensejahterakan sesama kita,” tutur Menag.

Sebelumnya, Bupati Wonogiri Joko Sutopo dalam sambutannya, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Menag Lukman ke Wonogiri.

Bupati mengajak masyarakat untuk melakukan refleksi terhadap perjalan bangsa ini. Selama 18 tahun, kita berada di zaman reformasi dan erta globalisasi yang tidak seluruhnya mendatangkan hal positif. Menurutnya, saat ini banyak sekali kondisi yang menciderai kebuyaan kita, mencederai semangat kerukunan kita.

“Inilah kendala problematik bangsa saat ini,” ujar Joko.

Selanjutnya, Joko berharap, Pemda Wonogiri bisa bekerjasama dengan Kemenag dalam bidang keagamaan, bidang pendidikan, dan bidang lainnya. Dalam pandangannya, keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama di Wonogiri (FKUB) cukup memberikan kontribusi yang luar biasa bagi Kabupaten Wonogiri dalam membina kerukunan dengan baik.

Sumber : http://kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=369350

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Ahmad Abdul Basyir

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0